
"Monna!!"
"Oh, Lylia?"
"Aku membawa kejutan untukmu :v "
"Palingan juga surat dari Leo." tanggap Monna sambil pergi meninggalkan Lylia.
Lylia yang berlari kecil menyusul Monna, sambil berkata,
"Hey ayolah... kau tau, ini lebih dari jutaan surat cinta dari Leo."
"Ooh... Aku penasaran akan itu.." (Dengan nada datar) memasang ekspresi khas Monna :|
"Waahh... Pantas saja senior masih tidak melihat ke-arah mu. Dengan sikapmu bagaikan Ratu Es itu, bagaimana mungkin senior akan tertarik denganmu.." tanggap Lylia sambil tertawa kecil.
"Lylia, jika kau terus meledekku aku akan menganggap kau patung kuda nil."
"Heii.. Apa aku segemuk itu?!"
"Jika kau memintaku jujur, aku jawab itu benar." lagi-lagi dengan nada khas Monna(datar).
"Hei hei.. Apa kau tahu, aku sudah menurunkan 5 Kilo selama sebulan, itu pencapaian yang luar biasa bukan?, aku bersusah payah mengurangi makan, olahraga setiap pagi dan blablabla,, " oceh Lylia tiada henti.
"Bukankah kau mau memberikan kejutan?" sela Monna
__ADS_1
"Hemph... Sekarang kau penasaran?, baiklah..(tertawa kecil sambil melirik Monna). Hari ini jam istirahat kakak senior tahun ke-4 akan mengadakan pameran karya seni... "
"Teruss..?"
"Hey Monna, tunggu aku selesai bicara, okay?"
"Hemph.." tanggap Monna
"... Dan semua Junior diminta untuk datang ke acara pameran(dengan suara keras), bukan kah kau suka itu Monna??" sambil tertawa terbahak-bahak.
"Monna.???!" panggil Lylia karna tiada tanggapan dari Monna, sambil melihat ke-arah Monna yang ternyata sudah tidak lagi di tempat. Ia mendapati Monna sudah berlari ke dalam kelas.
Lylia yang bertanya-tanya dipikirannya.
"Ohh... Lylia Angel. Apa kamu sedang longgar hari ini?!" (berbisik di telinga Lylia)
(sambil menoleh ke belakang.
"Pr... Pro... Prof.. Pagi Profesor" (sambil senyum paksa) sapa Lylia dan langsung berlari ke dalam kelas.
< Apa hari ini akan turun salju, bertemu dua orang yang berhawa dingin, yang satu bak gunung es, yang satu lagi bak lautan beku. > pikir Lylia.
"Hey Monna.. Kenapa kau begitu kejam membiarkanku berhadapan dengan lautan beku itu." ucap Lylia sambil menendang kursi Monna yang ada di depan bangkunya.
" Kau terlalu sibuk mengoceh dan tidak mendengarkan bisikanku.." jawab Monna.
__ADS_1
"kring,, kring,, kring"
~Bel pertanda pelajaran telah usai~
"Monna, apa kau akan membuang kesempatan emas ini?" tanya Lylia sambil menghampiri tempat duduk Monna.
"Tentu saja tidak..."
"waahhh... Ternyata Ratu es bisa meleleh ya.." ejek Lylia
"Jika kau terus mengoceh, aku akan meninggalkanmu.." ucap Monna sambil meninggalkan Lylia.
"Hey Monna tunggu!!" Lylia berlari menyusul Monna.
~Ruang pameran~
Lylia sibuk mengagumi karya seni para senior, sedang Monna sibuk melihat kesana sini mencari idolanya.
"Hey Monna, lihat!!" ucap Lylia sambil menunjuk ke arah barat daya, dan benar sekali bahwa itu adalah idola Monna.
"Aku tahu.." singkat Monna
*Laki\-laki tinggi, berkulit putih pucat, dengan rambut putih yang sedikit berantakan, pemilik mata berwarna merah menyala, penampilan yang sungguh elegan. Brian, laki\-laki yang menjadi idolaku, dan juga merupakan cinta pertamaku*
...
__ADS_1