Vampir Idaman

Vampir Idaman
Dia?


__ADS_3

~Kediaman Brian~


"Monna..??, bukankan wanita yang waktu itu? Entah ini takdir atau malapetaka.." ucap Brian.


"Brian.., tidak, Pangeran Alex, kejadian kemarin menarik perhatian para wartawan, kemungkinan ini akan menjadi hot news di kalangan manusia. Tentu saja itu juga akan menarik perhatian Vampir kerajaan, Apa kau memiliki rencana?.. Atau kau akan pasrah dan di bawa kembali ke istana?100 Tahun kau menghilang dari kerajaan, tidak mungkin kan hanya dengan berita ini kau menyerah dan kembali ke penjara emas itu? ..." sinis Leon.


(Brian adalah nama samaran yang digunakan oleh Pangeran Alex)


" Apa aku membawamu kesini untuk bermalas-malasan?.. " tanggap Pangeran Alex dengan nada dingin.


" Hey, Alex.. Apa kau pernah berfikir apa yang akan terjadi jika kita ketahuan oleh keluarga kerajaan? Apa kita akan dijatuhi hukuman? Atau kita akan diminta untuk tidur selama 3000 Tahun? Itu sama saja mati lalu bereinkarnasi .. Kau seorang pangeran, sedangkan aku hanyalah paman kecilmu, apa kau pernah memikirkan seberapa berat hukumanku nanti?? " tanya Leon.


" Apa kau menyesal mengikutiku?, jika iya maka kembalilah.. "


" Apa kau gila.. Siapa yang mau kembali ke penjara emas berlian itu?!! "balas Leon.


" Apa aku harus mengulangnya? " ucap Pangeran Alex

__ADS_1


" Sesuai permintaan anda Yang Mulia" tunduk Leon.


~Kampus Monsen~


Monna yang sudah berhari-hari izin, akhirnya bisa kembali kuliah seperti biasanya. Tiba-tiba terdengar sesorang berlari dari belakang Monna dan langsung merangkul Monna. Siapa lagi kalau bukan dia.


"Monna!!!.. Aku dengar dari Leo kau pinsan karena syok, aku terus menghubungimu namun tak ada jawaban. Kau kemana saja hah??!!" tanya Lylia


"Aku dirawat di rumah sakit, handphone ku terjatuh di lorong sebelah kampus, aku tidak bisa menemukannya bahkan dengan bantuan Leo". Balas Monna (menghela nafas).


"Aku akan beritahu selepas pelajaran ini" bisik Monna.


~Kantin Monsen~


"Kau ingat nggak waktu kemarin aku buru-buru pulang? Karena nggak mau ketinggalan Film Jepang itu, aku terpaksa lewat lorong itu, hanya bermodalkan Cahaya handphone, aku melewati lorong gelap itu sendirian. Tapi tiba di area terdalam lorong aku mendengar seseorang meminta tolong, namun suaranya sedikit menakutkan. Aku memberanikan diri mencari sumber suara, tebak apa yang aku lihat??!! "" jelas Monna.


"Apa kau melihat pasangan berkencan?? Tebak Lylia.

__ADS_1


" Apa aku begitu bodoh hanya karena masalah itu langsung syok??!!" tanya Monna dengan nada tinggi.


" Ayolah aku bercanda.. " tanggap Lylia sambil tertawa.


" Aku melihat sosok laki-laki berseragam, bermata merah dan di mulutnya terdapat darah mengalir. Dan didepannya terdapat laki-laki yang mati dengan badan mengering seperti darahnya dihisab habis oleh sesuatu.. Aku ingat, seragam yang ia gunakan itu.. Adalah seragam kampus Monsen.. " jelas Monna dengan panik.


" Apa kau yakin?.. Apa hanya kamu yang melihat kejadian itu? " tanya Lylia.


" Ya, hanya aku yang tahu itu, tidak ada orang lain. Dia pasti tidak akan membiarkanku begitu saja, apa yang harus aku lakukan?!!..mungkin dia juga yang memungut handphone ku waktu terjatuh, Lylia apa kamu ada solusi?!" tanya Monna dengan panik.


"Saat ini belum, jalanin aja seperti biasa, seolah-olah kejadian itu tidak pernah terjadi, kurasa itu yang terbaik saat ini."


Jawab Lylia


"Mungkin kau benar, aku akan melupakan kejadian ini" jawab Monna.


"Monna.." terdengar seseorang memanggil Monna dari belakang. Monna dan Lylia terdiam seketika saat tahu bahwa laki-laki yang memanggil Monna itu adalah...

__ADS_1


__ADS_2