Vampir Idaman

Vampir Idaman
Tidak Kusangka..


__ADS_3

"Brian??!! ... Se.. Seinior Brian" kaget Monna.


"Yo, Monna aku sudah selesai. Aku balik duluan... Bye" ucap Lylia sebari meninggalkan Monna dan Brian.


pikir Monna.


Dari kejauhan tampak Lylia memberi kode untuk menyemangati Monna.


"Gerakan mu jelek.!!." balasan Monna melewati isyarat mata.


"Monna?!.." panggil Brian.


"Oh, Senior.. Ada perlu apa mencariku?" tanya Monna sedikit gugup.


"Aku pikir barang ini milikmu (sambil meletaklan Handphone)... Aku menemukannya kemarin malam di lorong sebelah kampus.. Apa aku salah?"


"Tidak, memang benar ini adalah milikku. Tapi kenapa senior bisa melewati lorong itu?" tanya Monna dengan penasaran

__ADS_1


"Kemarin aku sedang mengejar anjing yang membawa pergi kunci mobil, lalu aku melihat Handphone itu tergeletak di tanah..." jawab Brian


"Kalau begitu aku sangat berterima kasih kepada senior karna telah mengembalikan Handphone ku.." balas Monna dengan menundukkan kepala.


"Oke.." jawab Brian sambil berjalan kembali. Setelah beberapa langkah Brian tiba-tiba berhenti dan menoleh ke belakang sambil mengatakan


"Oh ya, aku menggeledah isi ponsel untuk mengetahui pemilikknya, dan aku tidak sengaja membuka catatan harianmu.. Aku terkesan.." jelas Brian sambil tertawa kecil lalu meninggalkan Monna yang terpaku di bangku kantin.



"Aaaaaaaa...Tidaaaaakkkkk.... Memalukan sekali!!!!" teriak Monna, seisi kantin terdiam dan memandangi Monna. Lylia yang kaget mendengar teriakan Monna langsung menghampiri Monna.


Monna yang sedang tersipu malu itu, menarik Lylia dan berlari ke kelas. Lylia masih bingung dengan sikap Monna yang tidak biasa itu.


"Bisakah kau jelaskan kenapa Es itu bisa cair,?? Hahaha.." Lylia tidak berhenti meledek Monna bahkan sampai di dalam kelas.


"Lylia.."

__ADS_1


"Ada apa Yang Mulia Ratu.... Hhh"


"Bisakah kau berhentu menertawaiku??!!" ucap Monna dengan geram.


"Sebentar, biarka aku terawa lepas 5 detik.. Hahahahahhahah.... hufft.. Baik, lanjut" balas Lylia sembari memegangi perut karena terlalu lama tertawa.


Monna kemudian menceritakan kejadian di kantin waktu itu kepada Lylia. Lylia yang mendengar cerita Monna langsung tertawa lepas sambil menahan perutnya yag sakit karena tertawa lepas.


"Bukankah itu bagus?? Dia jadi sudah tau kalau kau menyukainya, paing tidak perasaanmu sudah tersampaikan padanya. Untuk tanggapan dia seperti apa, itu tergantung denganmu. Karena ini adalah hari baikmu, mari kita rayakan hal ini, sepulang nanti kita pergi ke restoran barbeque, kau yang bayar! " tanggap Lylia sambil meninggalkan Monna.


" Dasar penjilat... " ucap Monna


" Aku suka profesiku.. Pfft" balas Lylia sambil menjulurkan lidah.


~Disisi lain~


Pikir Brian

__ADS_1


...


__ADS_2