Vampir Idaman

Vampir Idaman
Lagii??


__ADS_3

Kediaman Brian


"Pangeran, aku menemukan jejak pelayan istana didekat supermarket kampus. Takutnya orang-orang istana mengetahui keberadaan Pangeran.." lapor Leon


"Segera tutup semua mata-mata istana, jangan sampai ada informasi yang bocor kedalam istana.. Sebelum aku memastikannya, aku tidak ingin orang-orang istana datang menggangguku.." tegas Brian


"Maksudmu... Apakah jejak reinkarnasi dari Nona Shesyl sudah kau temukan?" tanya Leon


"Ya, aku curiga Monna adalah reinkarnasi dari Shesyl.."


"Pangeran, kapan kau akan menyerah? Semua hanya akan terulang lagi dan lagi. Nona Shesyl adalah manusia, yang pada akhirnya meninggal dan bereinkarnasi menjadi manusia lagi. Kecuali jika Pangeran mengubahnya menjadi klan Vampir.."


"Tidak, aku tidak bisa memaksanya menjadi Vampir. Dia hanya akan menderita jikalau dia menjadi vampir. Aku tidak peduli harus melewati beberapa kehidupan. Aku akan tetap mencarinya." Tegas Brian


"Lantas jika dia mengetahui identitasmu yang sebenarnya, Apa kau tidak takut dia membencimu??..."


"Aku yakin, suatu saat dia akan menerimaku apa adanya.." Jawab Brian.


~Tempat tinggal Monna~


"Monna, Monna.. Apa kau masih anak-anak?? Untuk apa mencatat hal-hal yang memalukan di dalam ponsel.. Jika sudah begini akan sangat malu ketika berhadapan dengan senior Brian selanjutnya.. Aaaaaaaaa dasar Monna idiot. Bagaimana jika besok berpapasan dengan senior Brian??!! Apa yang harus aku katakan, atau aku berpura-pura saja seolah tidak ada yang terjadi.. Tapi melihat sikap senior dikantin tadi aku yakin dia tidak akan tidak peduli begitu saja, dia pasti akan menertawaiku... Mamaaaa.. Rasanya anakmu ini ingin pulang saja... Tunggu, jika dilihat-lihat lagi.. Senior Brian mirip dengan laki-laki yang aku temui didalam lorong waktu itu. Apa mungkin itu senior Brian?!! Ah, tidak mungkin, tidak mungkin senior Brian adalah monster kan.. Senior terlalu Elegan untuk menjadi seorang monster. Daripada memikirkan yang tidak-tidak lebih baik aku tidur.. "ucap Monna


" *D**rrrttt.. Drrtttt.. Drttt*.. " suara getar Ponsel Monna.


"Haiyah, siapa malam-malam begini menelpon??!! Mengganggu mimpi indahku saja.." ucap Monna sambil mengambil ponsel miliknya.


"Halo, siapa..?" tanya Monna

__ADS_1


"Monna ini aku, Lylia"


"Oh, ada apa malam-malam menelponku, jangan bilang kau tidak berani ke kamar mandi lagi?!!"


"Omong apa kamu, aku didepan pintu rumahmu, cepat bukain pintu!!"


Monna langsung menuruni tangga dan segera membukakan pintu untuk Lylia


"Apa kau tidak membayar kos lagi, sampai diusir oleh ibu kosmu??!" tanya Monna


"Aku akan ceritain nanti didalam kamarmu, bantu aku mebawa barang-barangku keatas!!"


"Cih kau pikir aku pelayan di hotel apa..."


"Buruan Monna..." jawab Lylia sambil berlari ke atas


" Sekarang jelasin kenapa kau datang malam-malam dengan barang-barangmu ini, aku tidak menyediakan kos untukmu ya.." Ucap Monna


"Monna ijinkan aku tinggal ditempatmu ya.. Pliisss.."


"Aku sudah bilang, aku tidak menyediakan kos untukmu..


" Kumohon.. Aku akan membayar untuk makannya juga," pinta Lylia dengan wajah memelas.


" Baiklah, kau paling tau kalau aku tidak tega melihatmu memelas dengan mata kucingmu itu.. "


" Monna aku mencintaimu okay..." jawab Lylia.

__ADS_1


"Sekarang bisakah kau jelaskan ada apa??!"


"Tadi sewaktu aku pulang dari supermarket, aku tidak sengaja mendengar suara isak seseorang. Aku mencari sumber suara, lalu aku menemukan bayang-bayang laki-laki dan perempuan di gang buntu, aku pikir mereka sedang enak-enak, kupikir jika aku mengintip sedikit tidak masalahkan.. Waktu aku mengintip mereka aku melihat laki-laki itu menggigit leher si wanita. Laki-laki itu menyadari keberadaanku dan langsung menoleh ke arahku.. Aku melihat mulutnya penuh dengan darah dan gigi taringnya panjang, memiliki warna mata merah gelap. Tanpa pikir panjang aku langsung lari ke kosan ku, untung saja dikosanku ada acara jadi ramai orang. Karna aku takut makhluk itu mencari sampai kosanku, aku segera mengemasi pakaianku dan pergi kemari. Untung saja makhluk itu tidak mengejarku.." jelas Lylia


" Itulah akibat jika kau jadi orang yang terlalu kepo.. "


" Monna, responmu terlalu biasa.. "


" Lantas apa aku harus beteriak histeris??!"


" Apa jangan-jangan kau sudah pernah mengalaminya? "


" Ya, waktu Leo menemukanku sebenarnya sebelum itu aku melihat kejadian yang sama denganmu. Tapi anehnya dia mengenakan seragam kampus kita, dia memiliki tampilan seperti senior Brian, hanya saja dia memiliki taring yang tajam. Aku sempat mengira itu senior, tapi senior terlalu elegan untuk jadi monster seperti itu... " Jelas Monna


"Ayoyo Monna, kenapa jadi begini.. Aku ingin pulang saja. Disini terlalu bahaya untukku yang imut ini.."


"Cih.. Imut dari mana, dahlah cepat tidur." ucap Monna


"Monna, apa mungkin di Kota ini ada klan Vampir ya??!!"


"Kau pikir kita main film apa,, ini dunia nyata, mana ada hal begituan.. Hanya orang bodoh yang mempercayai hal seperti itu."


"Semoga saja kau benar Monna.. Selamat malam."


"Emmn"


...

__ADS_1


__ADS_2