Wanita Berdarah Biru

Wanita Berdarah Biru
Draft


__ADS_3

Iis tidak bertanya kepada ibu nya kenapa iya harus pergi mencari ayah nya,,, sebab iis sudah sering di suruh ibunya,,, mencari ayah nya,,


Ketika iis akan pergi,, iis bertemu dengan Beni yang ingin berangkat kerja,


"mau ke mana is...?" tanya beni


" aku mau pergi ke rumah kakek dari ayah ben" kata iis


"kamu mau ke sana naik apa is...?"


"aku ke sana jalan ben" kata iis sambil tersenyum.


"ya udah kalau gitu jalan bareng aja yuk, q juga mau berangkat kerja" ajak beni


"bukan nya biasanya kamu kalau berangkat kerja naik angkutan kot ya ben..?" tanya iis.


"Enggak kok is,,, kadang aku juga jalan kaki" elak Beni sambil tersenyum kaku,,


"oh, Ya udah, ayok kita berangkat" ajak iis

__ADS_1


"ayok" jawab Beni bersemangat,


Rumah kakek iis lumayan jauh dari rumah nya yang sekarang,, sekitar 45 menitan kalau berjalan kaki,, sedangkan tempat kerja Beni hanya berjarak 25 menit dari rumah nya,, tapi jalan yang mereka tempuh se arah,, kalau tempat beni kerja di pusat pasar,,, jika rumah kakek iis masih lumayan jauh dari pasar... Saat di perjalanan, mereka hanya saling diam,, mereka berdua bingung mau membicarakan apa,, Beni pun memberanikan diri bertanya puasa iis..


" kamu ngapain ke tempat kakek mu is..?" tanya beni


"aku mau nyusulin ayah aku ben" jawab iis sedih


"memang nya kenapa ayah kamu di susulin is..?" tanya beni lgi.


"ayah udah satu minggu enggk pulang ben, ibu aku udah enggak punya uang kata nya ben."


"lumayan si ben,, sekitar 20 menitan" jawab iis


"kenapa kamu enggak naik angkutan kota aja is...?" Tanya beni penasaran


"aku enggak ada uang buat naik angkutan kota ben" jawab iis jujur.


"ya udah, kamu pake uang aku aja nih is buat naik angkutan kota" karena tidak tega kepada iis,,, Beni pun memberikan uang nya..

__ADS_1


"enggak usah ben,, aku masih bisa jalan kok, aku gak mau ngerepotin kamu" tolak iis dengan lembut..


"enggak apa - apa kok si,,, aku enggak merasa di repotin kok is,,, udah kamu ambil aja uang ini buat ongkos kamu." paksa beni


iis pun mengalah,, iis pun mengambil uang pemberian beni dengan berat hati tapi tak lupa iis mengucapkan terima kasih..


"ya udah aku terima ya ben,, tapi lain kali aku bakalan ganti ya ben,,, terima kasih ya ben" kata iis


"sama - sama is,, enggak perlu di ganti kok is,, gak apa - apa aku ikhlas kok bantuin kamu" kata Beni sambil tersenyum.


Iis tidak tahu harus berkata apa lagi kepada Beni,,, mungkin kalau iya mengatakan satu patah kata lagi iis mungkin akan menangis, sebab mata nya sudah berkaca - kaca,,


Iis pun menjadi dia dan tidak berbicara lagi selama perjalanan,, tidak terasa mereka sudah sampai di pasar, di mana tempat kerja Beni berada,, Beni pun segera berpamitan kepada iis,,,


"aku duluan ya is,, tempat kerja aku udah sampai" kata Beni.


"iya ben, makasih ya ben uang nya" kata iis.


"iya is, sama - sama,,, kamu hati - hati di jalan nya ya is, dah", Beni pun segera berlari menuju tempat kerjanya..

__ADS_1


__ADS_2