Wanita Berdarah Biru

Wanita Berdarah Biru
Tak seperti anak lain


__ADS_3

Iis tidak pergi ke kantin,, iya kembali ke kelas nya untuk mengambil air putih yang iya bawa dari rumah,, karena iis tidak ada uang untuk jajan di kantin,, walaupun begitu iis tidak pernah mengeluh, setelah pulang sekolah iis langsung pulang ke rumah untuk mengganti seragam nya dengan pakaian biasa,, iis ingin pergi bermain dengan anak - anak di sekitar rumah nya,, tapi karena iis mempunyai dua adik kecil,, iis tidak bisa main, karena ibu iis menyuruh ny untuk membantu menjaga adik - adik nya,, iis pun menuruti ibu nya,, karena Vijay dan Gara sedang aktif - aktif nya,


Semenjak pindah rumah ayah iis jadi jarang pulang dan tidak memberikan uang, ibu iis kualahan karena di rumah sendirian,, ibu iis bingung memikirkan untuk kebutuhan sehari - hari,, maka nya iis jarang mendapat uang jajan ketika sekolah,,


Kadang ayah iis sampai seminggu tidak pulang ke rumah,, karena kerjaan ayah iis yang tidak menentu seperti menjadi perantara jual beli tanah dan lain - lain,, memang kalau sampai terjual komisi yang di hasilkan dari penjualan itu lumayan besar,,, tapi pekerjaan itu tidak menentu,, tidak selalu mendapat orang yang ingin membeli tanah,,, tapi karna masih ada kakek ayah masih bisa datang dan bercerita tentang kehidupan nya sekarang,,,

__ADS_1


Ibu iis termasuk perempuan yang sabar dalam menghadapi suami nya,, ibu iis tidak pernah menyerah demi untuk membesarkan anak - anak nya,, hari - hari terus berjalan seperti itu hingga,


Pada saat kenaikan kelas iis untuk naik ke kelas 6, iis sangat bingung karena guru iis menyuruh semua anak muridnya memakai baju putih dan hijab ****** bagi yang mengenakan hijab,, tapi iis tidak punya hijab putih,, sehingga iis meminjam ke tetangga dekat rumah nya, tapi sayang hijab nya terlalu besar untuk iis,,, tapi karena terpaksa tidak ada hijab yang lain lagi,, iis pun memakainya,,, hari itu adalah hari yang kacau untuk iis,, karena apa yang iya kenakan membuat iya menjadi kurang percaya diri,,, tapi iis tetap memaksakan untuk naik ke atas panggung dengan teman - teman yang lain..


Libur sekolah pun tiba,, iis hanya tinggal di rumah,, sedangkan teman - teman iis yang lain sedang liburan bersama orang tua nya, termasuk tasya,

__ADS_1


Iis kadang hanya bermain di depan rumah nya sambil menjaga adik - adik nya,, walaupun ada banyak saudara ibu iis di sekitar rumah itu,, tapi mereka terlalu sibuk dengan urusan mereka masing masih,, jadi tidak bisa membantu ibu iis,,


Walaupun keluarga iis kekurangan, iis dan keluarga tidak pernah mau merepotkan orang lain, kadang saking ibu iis tidak punya uang,, ibu iis membujuk iis untuk berpuasa,,


Ibu iis membujuk dengan berbicara yang lembut dengan iis,,, ibu berkata "iis besok kamu puasa dulu ya nak,,, ibu gak ada uang untuk jajan kamu",, dan itu kadang berulang setiap hari senin dan kamis,, sekalian melakukan puasa sunnah..

__ADS_1


__ADS_2