
Entah apa yang ada di benak Mas Dodi,sampai tega melukai hatiku.
Entah dos apa yang aku perbuat padanya.
Berulang kali aku menghubunginya lewat gaway tapi selalu di abaikan pnggilan dariku.
"Mba,apa kabar?", pesan singkat entah dari siapa sampai ke gawaiku.
" Siapa ini?",balasku
"Aku Desti mba!",
Seketika hatiku rasanya hancur bercampur aduk,
berani benar iya menyapaku begitu,tidak ada rasa malaukah di benaknya karena sudah menghancurkan rumah tanggaku.
" Aku cuma mau bilang,makasih ya mba,buat buah tangannya yang di titipkan ke Mas Dodi!".
"Dasar wanita ****** !!",umpatku dalam hati.
Esok hari Mas Dodi kembali untuk menemuiku dan Fatih.
" Dek!!",
Aku hanya diam,sudah muak aku sekarang bahkan tambah muak aku terhadap suamiku.
"Sebenarnya,Mas begini gara-gara adek juga",
" Hah,jelas dia yang salah justru sekarang menyalahkan aku!",gumamku dalam hati.
"Mas ,sayang sama adek,Mas mau kita rukun lagi dek!,biarkan Mas menyelesaikan masalah Mas sama Desti dulu ya?!",
" Mas,salah karena waktu kopi darat sama teman-teman,Mas anter Desti pulang tapi tidak sampai rumahnya,di tengah jalan pulang Desti kecelakaan,dia mengalami pendarahan di otak".
"Bagus,kenapa gak mati aja sekalian!", ya Allah mungkin aku berdosa mendoakan buruk,tapi sakit hatiku sudah terlampau perih.
" Mas ,tau pasti kamu akan mendoakan Desti mati atau apapun itu".
Seakan Mas Dodi sudah tau jalan pikiranku.
"Mas,cuma ingin tanggung jawab atas apa yang menimpa Desti,karena semua salah Mas,Dek!",
__ADS_1
" Mas juga tau Mas sudah menyakiti banyak orang di sini,termasuk suami Desti!",
"Apa,sebegitunya cinta buta mereka,karena sudah menyengsarakan banyak orang,orang-orang yang justru pernah mereka kasihi",
" Desti,kemarin kepalanya sakit,dia hanya mau di antar oleh Mas kerumah sakit",
"Memang dasar wanita gatal,perusak rumah tangga orang?", umpatku dalam hati.
" Mas ,sekarang sadar,karena ini semua harusnya tidak pernah terjadi,karena Mas butuh teman cerita,dan tidak sengaja bertemu Desti,yang sama-sama mengalami masalah dalam rumah tangganya",
"Apa Mas bilang,masalah,masalah apa maksud kamu Mas??!!", teriaku.
" Mas yang selingkuh,diam-diam menusukku dari belakang,sekarang Mas menyalahkan aku!!",
"Aku selalu turuti semua perintah Mas,Aku patuh pada Mas,apa karena aku tidak lahir dari orang terpandang,apa karena aku bukan dari kluarga kaya,atau apa karena aku yang sudah meninggalkan pekerjaanku dengan jabatan yang sudah baik untukmu Mas!"emosiku semakin tak terkontrol.
Mas Dodi hanya mendengarkan tanpa membantah sedikitpun,Ia hanya menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Terisak sangat aku saat itu,yang aku pikir menuruti semua imam rumah tanggaku adalah kewajibanku,ternyata aku salah,ya aku salah karena mencintai orang yang salah.
" Kamu jangan begitu ,Dek!",
"Apa kamu lupa,kamu menikah dengan Mas,kamu juga sudah tidak perawan".
Padahal dari awal sebelum menikah,aku ceritakan semua,aku jujur sejujur-jujurnya.
karena,aku tidak mau ada kebohongan antara aku dan Mas Dodi sebelum menikah.
Tapi Mas Dodi justdu yang meyakinkanku kalau dia berbeda dengan mantan pacarku,yang justru merusak masa depanku.
Dan hari ini terjawab sudah,tak akan ada suami yang tidak akan mengungkit keburukanmu kelak,saat ada masalah.
Aku sudah pasrah ya, mungkin semua memang salahku,salah karena punya masa lalu yang kelam,salah karena mempunyai pasangan hidup yang salah.
" Aku...aku pasrah Mas,kalaupun kita sudah tidak ada jodoh lagi!".
"Gak,Dek,Mas akan tetap mempertahankan pernikahan kita".
Ya Allah apa sebenarnya yang ada di hatinya Mas Dodi.
" Besok kita pulang ya kekampung,Mas juga mau berpikir,dan merenungi kesalahan Mas!",ajak Mas Dodi.
__ADS_1
Aku hanya mengangguk dalam diam.
Esoknya aku mulai mengemasi barang-barang yang aku bawa,sorenya kita berangkat kekampung dengan menggunakan bis,ya bis yang benar dengan tujuannya.
Pagi hari sekitar pukul 07.00 kami tiba.
Entah karena malu atau apa,tapi yang jelas orang satu kampung sudah tau perselingkuhan Mas Dodi yang viral,karena Desti yang mempoating semuanya di Media sosialku yang di bajak olehnya.
Mas Dodi berjalan menuju rumah dengan memutar lewat jalan belakang,agar tidak ada yang melihat mungkin pikirnya.
tapi,justru dia bertemu dengan temannya sendiri,yang langsung menyapanya.
Aku sedikit tersenyum,karena misi Mas Dodi untuk menghindar justru gagal.
Sudah tiga hari di rumah,tapi kami selalu tidur terpisah,ku biarkan itu,mungkin perlu waktu untuk menenangkan pikiran kami masing-masing.
Saat Mas Dodi tertidur ku buka gawaynya,dan betapa lagi-lagi aku di bohongi oleh Mas Dodi.
Ia justru menyimpan foto wanita itu di Ponsel,bahkan di dalam dompetnya.
Lagi-lagi menetes air mataku dan lagi-lagi tanpa aku yang suruh.
"Kamu kenapa ,Dek!", tanya Mas Dodi yang seakan-akan seperti orang bodoh.
Aku tak menjawab hanya ku perlihatkan apa yang telah aku liat.
" Dek,tolong kamu jangan buka-buka gaway Mas dulu ya,nanti kamu tambah sakit hatinya,biarkan Mas menyelesaikan masalah Mas dulu.
Aku langsung lari kekamarku,tapi sebelum sampai di pintu kamar justru aku terkulai lemas.
Saat aku sadar aku sudah berada di kamar dengan Fatih.Kuingat lagi apa yang terjadi,dan lagi- lagi tetesan air mata jatuh di pipiku.
Ingin rasanya aku masa bodoh dengan semua ini,tapi aku tidak bisa.
"Kenapa aku selalu di sakiti justru oleh orang yang aku cinta",keluhku.
Setiap hari Mas Dodi meyakinkanku dengan semua kata manisnya lagi,ya kata manis yang membuat luka menganga di hatiku.
Setelah satu bulan berada di kampung halaman,Mas Dodi meminta ijin padaku untuk kembali ke Jakarta,untuk menyelesaikan masalahnya.
Ya semua masalah ,tentu dengan si wanita perusak itu.
__ADS_1
Sampai di jakarta,Mas Dodi memberi kabar padaku kalau ia sudah sampai di sana.