
"Kamu yakin mau nunggu disini, ini sudah larut loh apa sebaiknya aku antar aja?" tanya Wendi, kepada Alica yang kala itu sedang menunggu di terminal depan kantor mereka. Pada saat itu jam sudah menunjukkan pukul 10.00 malam.
"Tidak apa-apa Wen, aku nunggu kak Rika aja, lagi pula kita tidak searah takut merepotkan kamu. " Jawab Alica dengan penuh keyakinan.
"Kamu ngomong apa sih, mana ada aku repot sudah sini biar aku antar." Ucap Wendi sedikit memaksa.
"Nggak usah bestie, bentar lagi kak Rika pasti datang jadi kamu duluan aja deh." Alica bersih keras menolak.
"Ya sudah kalau kamu tetap kekeh, kalau begitu aku pergi yah." Ucap Wendi berpamitan pada sahabatnya itu, lalu ia pun berlalu dengan mobilnya meninggal Alica yang masih menunggu jemputan dari kakaknya.
10 menit berlalu namun Rika tak kunjung muncul. Dingin malam semakin menusuk hingga membuat Alica sesekali menggigil karena kedinginan.
"Kakak mana sih katanya tadi udah dekat tapi sampai sekarang belum muncul juga." Celotehnya agak kesal.
Alica lalu merogoh tas jinjingnya mengambil handphone dari dalam sana karena ingin menghubungi sang kakak
"Aiss... nomornya nggak aktif lagi, kemana sih dia!" dirinya semakin kesal kala telpon sang kakak justru tidak aktif.
Sekali lagi dia mencoba tapi entah kenapa telpon Rika mendadak tidak aktif. Rasa takut dan cemas mulai di rasakan oleh Alica, dalam hati dia merasa agak menyesal menolak tawaran Wendi tadi.
"Kalau tau gini, aku nggak bakal nolak tawaran Wendi tadi. Aduh... kak Rika mana sih."
"Arghh... mana di sini sepi lagi, nggak mungkin kan jam segini masih ada taxi." Alica tidak henti-henti mengoceh sambil melihat jalan berharap kakaknya datang atau setidaknya ada mobil yang lewat agar dia bisa minta bantuan.
Lama dia menunggu namun tak ada tanda-tanda kendaraan yang akan melintas di jalan itu. Karena sudah tidak tahan gadis itu memutuskan untuk berjalan meninggalkan terminal. Perasaannya campur aduk antara takut, sedih dan kesal apalagi jalan yang gelap dan sunyi membuat bulu kuduknya merinding.
__ADS_1
"Awas saja kau kak." ucap lirih sambil mempercepat langkahnya.
Setelahnya berjalan cukup jauh, Alica menemukan Pangkalan ojek di mana masih ada beberapa orang di sana. Perasaannya seketika lega dan segera berlari ke arah pangkalan itu karena mengira dia bisa menyewa ojek untuk mengantarnya pulang.
"Ngojek bang?" tanya Alica to the poin.
Alhasil orang-orang itu spontan menatap ke arah Alica dengan ekspresi kaget. Kemudian satu pria bangkit dan mendekatinya.
"Neng ngapain berkeliaran larut malam gini?" tanya pria itu sambil memandangi Alica dengan tatapan aneh, namun sayangnya Alica tidak menyadari itu sebab yang ia pikirkan adalah segera pulang.
Alica lalu menceritakan segalanya dan tak lupa dia juga minta tolong agar dirinya di antarkan pulang oleh salah satu dari mereka. Pada saat itu Alica mengira jika mereka adalah tukang ojek.
"Tolong antarkan saya pulang, berapa pun biayanya saya akan bayar." Ucapnya.
Mereka yang melihat Alica memohon seperti itu saling menatap seolah memberikan sinyal.
"Iya neng kami akan mengantar neng cantik pulang." Timpal satu orang lagi dengan tatapan menggoda. Namun lagi-lagi Alica tidak mengerti maksud di balik ucapan itu.
Tanpa basa basi mereka akhirnya berangkat, Alica sedikit heran saat rekan tukang ojek itu mengikuti mereka. Tapi Alica tetap tidak menyadari keanehan tersebut, sampai akhirnya dia mulai panik saat tahu jika jalan yang mereka lalui bukanlah jalan ke menujuh rumahnya.
"Loh bang kita salah jalan ini." Alica menepuk pundak si pria untuk menginformasi tapi tidak ada respon sama sekali.
"Bang...bang..." Alica terus mendesak tapi tak ada respon dari pria yang memboncengnya itu. Bahkan dia semakin takut saat pria tersebut justru tertawa aneh.
"H-hentikan motornya saya mau turun disini!" Alica yang merasa ada yang salah meminta agar dirinya di turunkan dan berusaha melompat dari atas motor.
__ADS_1
"Jangan macam-macam kamu yah!" Ancam pria itu sambil berusaha menjaga keseimbangan motornya.
"Tidak turunkan aku!!!" Alica berteriak dan terus memberontak hingga akhir motor itu oleng dan jatuh.
"Arghh... Alica meringis kesakitan karena lutut dan sikunya terluka sebab tergores aspal.
Lima motor yang mengikuti mereka juga langsung menghentikan kendaraan mereka lalu bekerja sama membantu rekannya. Alica pun mengambil kesempatan itu untuk kabur tak peduli dengan rasa sakit yang ia rasakan. Tetapi, karena terluka dia berhasil tertangkap.
"Kyaa.... lepaskan aku!!!" Alica memberontak tapi kekuatannya tidak mampu membandingi dengan pria yang mendekapnya.
"Heyy, cepat bawakan tapi." Pria itu pun berteriak kepada rekannya.
Dalam hitungan detik saja tangan serta kaki Alica di ikat dan mulutnya juga di sumpal dengan sapu tangan. Terlihat para pria itu tertawa penuh kemenangan melihat gadis cantik di hadapan mereka. Lalu beberapa saat kemudian datanglah sebuah mobil dan mereka pun memasukkan Alica kedalamnya dan pergi entah kemana.
Alica tidak tahu pasti berapa lama mereka menempuh perjalanan, tapi yang pastinya mobil itu mengarah ke sebuah hutan yang kemudian berhenti di tengah hutan belantara. Alica di angkut keluar dari mobil dan betapa terkejutnya dia saat melihat ada sekitar 15 pria mengelilinginya.
"Siapa kalian dan apa yang akan kalian lakukan padaku?" Alice bertanya sambil berteriak penuh amarah.
"Tidak perlu takut neng, cukup diam dan nikmat apa yang akan kami lakukan padamu, hahaha." seorang pria mendekat sambil membelai pipi Alica.
"Cuih... jangan berani-berani menyatukan ku." Alica yang emosi langsung meludahi pria itu dan terlihat wajahnya memerah menahan amarah
"Plakk... kurang ajar, ikat gadis ini di pohon dan mari kita berpesta." Satu tampar melayang di pipi Alica dengan sangat keras hingga membuat gadis itu merasa pening untuk beberapa saat.
Setelahnya tubuh Alica seret untuk di ikat di sebuah pohon kemudian mereka melucuti pakaiannya lalu menggilir gadis itu. Bukan hanya itu selain di perk*sa, mereka juga menyiksanya hingga membuat Alica tak sadarkan diri karena tidak tahan dengan kekerasan dari ke 15 pria bejat itu.
__ADS_1
Setelah puas melakukan aksi bejat meraka, tubuh Alica di masukan lagi ke mobil lalu dibawanya ke tapi jalan dan membuang tubuh Alica begitu saja ke selokan dengan keadaan tubuh tanpa busana sebab mereka mengira jika dia sudah tidak bernyawa.
Dengan kondisi tubuh yang penuh luka gadis itu terapung di selokan, hingga pagi menjelang dia baru di temukan oleh seorang wanita yang membersihkan jalan di sekitar tempat itu.