Wanita Pembunuh

Wanita Pembunuh
04 Amnesia


__ADS_3

Dokter Ririn datang bersama Rika, kemudian mulai mengecek kondisi Alica yang masih terlihat kebingungan.


"Syukurlah kondisi Alica sudah berangsur membaik, setelah ini jangan banyak bergerak dulu dan rutin minum obatnya agar bisa sembuh." Ucap Dokter dengan ekspresi lega.


Rika pun merasa sangat senang mendengarnya sehingga ia langsung memeluk Alica. Dokter Ririn pun pamit pergi meninggalkan kakak beradik itu.


"Hiks... kakak sangat senang dek, akhirnya kamu sadar juga." Rika kembali memeluknya penuh haru.


"Tunggu kak, apa yang sebenarnya terjadi padaku sehingga aku ada di rumah sakit begini?" tanya Alica, menatap sang kakak bingung.


Rika terkejut mendengar pertanyaan adiknya, Rika kemudian menatap sang adik tak percaya jika dia bisa melupakan kejadian itu.


"Kenapa kau bertanya begitu dek, kakak tau pasti kamu sangat trauma tapi tenang saja semua pelakunya sudah di tangkap dan akan segara di eksekusi setelah nanti kau memberikan keterangan." Jawab Rika.


Alica terlihat kebingungan dan tidak mengerti ucap sang kakak. Wajahnya kebingungan seolah lupa tentang apa yang sudah terjadi padanya.


"Kakak ini bicara apa, pelaku apa aku sungguh tidak paham." Ucap Alica.


Rika khawatir mengapa adiknya seperti ini, kembali ia berlari keluar ruangan mencari Dokter Ririn, beberapa saat kemudian mereka akhirnya datang lagi.


"Alica, coba kamu rileks dulu dan coba ingat-ingat lagi tentang kejadian terakhir yang kamu ingat." Dokter Ririn memberi instruksi.


Alica melakukan apa yang dikatakannya kemudian mulai menceritakan kejadian terakhir yang ia ingat.


"Kakak membawah ku interview di perusahaan Amora group setelah itu kami merayakannya karena aku di terima kerja." Ucap Alica dengan fasih.


Dokter Ririn dan Rika saling menatap tidak percaya karena kejadian yang Alica ceritakan itu sudah terjadi dua tahun yang lalu.


"Baiklah Alica, kamu istirahat dulu aku dan kakak mu mau bicara." Ucap Dokter kemudian meminta Rika ikut bersamanya.


Di ruangnya, dokter Ririn mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Rika.


"Alica mengalami amnesia separuh waktu atau dalam dunia medis di sebut anterograde, kondisi ini membuat pasien kehilangan memori akan suatu hal yang baru saja terjadi akan tetapi pasien dapat mengingat kejadian beberapa tahun sebelumnya.". Jelas Dokter Ririn.

__ADS_1


"Apa dokter, tapi kenapa dia bisa begitu dan apakah itu akan berbahaya?"


Sebagian orang awam dalam dunia kedokteran, jelas Rika cemas setelah mengetahuinya.


"Ini tidak berbahaya, hanya saja Alica akan kesulitan beradaptasi dengan orang-orang yang ia kenal setelah kejadian yang ia ceritakan tadi. Kondisi ini memang sering terjadi kepada pasien yang mengalami koma lebih dari Tiga hari dan biasanya ini tidak akan berlangsung lama selama kita bisa membuatnya mengingat separuh ingatnya lagi namun dalam tanda kutip tidak boleh memaksa karena akan semakin merusak jaringan otak." Jawab Dokter Ririn lagi.


Penjelasan dokter Ririn tidak membuat Rika sepenuhnya lega, dia khawatir jika Alica tidak kunjung mengingat separuh ingatnya otomatis Alica tidak bisa memberikan keterangan dan para pelaku bisa bebas dari hukuman.


Setelah dari ruangan dokter Ririn, Rika kembali ke kamar Alica dengan bimbang sambil terus mengingat kata-kata dokter Ririn.


"Kakak, ada apa kenapa kau terlihat cemas apa yang dokter katakan?" melihat Rika, Alica yang penasaran bertanya.


"Dek, kamu yakin tidak mengingatnya?" bukannya menjawab Rika justru balik bertanya.


"Ingat apa kak, apa yang sebenarnya terjadi." Jawab Alica makin bingung.


"Tidak apa-apa, jangan pikirkan lagi, kamu banyak-banyak istirahat agar cepat sembuh." Jawab Rika mengalihkan pembicaraan.


*****


"Selamat sore dok, bisakah kita bicara sebentar?" Ucap Tom meminta waktu.


"Sore pak, tentu saja." Jawab Dokter Ririn menyetujui.


"Aku datang untuk meminta keterangan pada Alica, apakah aku bisa menemuinya sekarang?" tanya Tom.


Dokter Ririn sejenak terdiam mengingat kondisi Alica sekarang ini.


"Bagiamana Dok?" Tom kembali bertanya.


"Mohon maaf sebelumnya pak, akan tetapi pasien tidak bisa memberikan keterangan tentang kasus tersebut, karena Pasien mengalami separuh amnesia dimana memorinya lupa akan kejadian waktu tertentu termasuk kejadian yang menimpanya hari itu." jelas Dokter Ririn.


Mendengarnya selain terkejut, Tom tidak bisa lagi berkomentar apa-apa selain pasrah. Ia kemudian ijin pamit untuk menemui Rika.

__ADS_1


Setelah bertemu Rika.....


"Lalu apa yang akan terjadi pada ke 15 pelakunya pak?" tanya Rika.


"Meraka akan bebas jika Alica tidak memberikan keterangan, sebab bukti kunci ada padanya." Jawab Tom tanpa basa basi.


"Tidak, aku tidak akan rela apakah tidak ada cara lain pak?" Rika memohon.


"Satu-satunya cara hanya pada pernyataan Alica, mereka mungkin akan di hukum tapi hanya di sel penjara dan bisa saja mereka di bebaskan secara bersyarat oleh keluarga mereka." Jawab Tom.


Rika hanya terdiam lemas, tak tahu akan apa lagi. Haruskan dia mengikhlaskan para pelaku di bebaskan.


Setelah Tom pamit pulang, Rika terduduk lemas tak menyangka ini akan terjadi. Tapi mau bagaimana lagi Alica Benar-benar lupa dan tidak mungkin bisa memberikan pernyataannya.


******


Satu Minggu kemudian, Alica akhirnya di izinkan pulang. Untuk saat ini Rika bersama Wendi bekerja sama untuk bisa mengembalikan ingat Alica dengan cara-cara mereka.


Di sisi lain, pada pelaku akhirnya bebas oleh ketua mereka yang merupakan seorang gangster yang juga merupakan orang yang terlibat pada kasus Alica juga, hanya saja di di gantikan oleh anak buahnya saat penangkapan.


Pablo, seorang ketua gangster yang dikenal licik, jahat dan kejam. Sudah banyak korban yang seperti Alica yang rata-rata dari korbannya itu mati sebelum ada yang menemukan mereka. Polisi bahkan tidak bisa melakukan apa-apa terhadap gangsternya sebab Pablo cerdik dan bisa mengelabui mereka.


Malam itu Pablo bersama para anak buahnya merayakan kebebasan mereka. Pablo merasa puas setelah korban mereka gagal menjadi saksi sehingga para anak buahnya gagal di hukum.


"Mari kita bersulang dengan keberuntungan ini." Ucap Pablo mengangkat segelas Winenya.


Meskipun mereka lolos dari hukuman, tapi itu tidak membuat Pablo merasa aman sepenuhnya. Karena Alica sang korban masih hidup dan sewaktu-waktu dapat memberi pernyataan yang akan membuat kelompoknya terancam. Maka dari itu mereka menyusun strategi untuk menghabiskan gadis itu agar mereka bisa aman selamanya. Tetapi mereka semua tidak tahu bahaya apa yang akan mereka hadapi kedepannya.


*****


Malam kian larut dan Alica masih terjaga di dalam kamarnya yang redup sambil duduk sambil memang pisau kecil yang bisa di gunakan untuk memotong buah. Alica Terlihat sedang memainkan pisau itu dengan tatapan tajam.


Sejenak ia memejamkan mata dan ingatan kejadian malam itu terlihat jelas dalam otaknya. Alica membuka mata dengan bercucuran keringat dan nafas tergengah-engah serta mata yang melotot tajam.

__ADS_1


"Mati kalian semua, mati!!!" pisau yang ia pegang ia tancap ke sofa dengan penuh amarah dan dendam.


__ADS_2