
"Astaghfirullah... tolong... tolong!!" wanita pembersih jalan itu berteriak meminta bantuan.
Tak lama beberapa orang mendekatinya untuk mencari tahu dan betapa terkejutnya mereka saat melihat pemandangan di depan mata.
"Mayat... cepat panggil ambulance!"
Beberapa saat kemudian, area itu langsung di amankan oleh polisi dan tubuh Alica di evakuasi ke dalam ambulance. Dokter mulai memeriksanya yang kemudian terkejut karena ternyata Alica masih bernafas walaupun denyut nadinya sangat lemah.
"Dia masih hidup, cepat segera ke rumah sakit." Perintah sang dokter.
****
Di sisi lain, Rika dengan cemas mencari keberadaan adiknya yang semalaman hilang. Semalam dia telat datang menjemput Alica karena ternyata mobilnya mogok dan harus di bengkel terlebih dahulu di tambah lagi handphonenya mati jadi dia tidak bisa memberi kabar pada sang adik.
Flashback....
"Loh Alica, mana kok nggak ada?" Rika heran saat tiba di terminal dan tidak menemukan adiknya ada di sana.
"Apa dia sudah pulang yah, mungkin saja!" duganya lalu memutuskan untuk pulang juga.
Akan tetapi setelah tiba di rumah dia tidak melihat adiknya dan pintu rumah juga terkunci. Diketahui, meraka hanya tinggal berdua sebab beberapa tahun lalu kedua orang tua mereka bercerai dan pergi dengan pasangannya masing-masing.
"Kok masih terkunci, apa Alica tidak pulang?" tanya Rika penuh heran.
Segara ia masuk dan langsung mencharge handphonenya untuk memeriksa. Dia terkejut melihat 20 Miss call dari sang adik. Perasaan Rika menjadi tidak karuan saat itu juga, ia kemudian mencoba untuk menghubungi Alica tapi tidak ada jawaban walaupun ponselnya aktif.
"Kemana anak ini, kenapa dia tidak mengangkat teleponku." Rika dengan camas mondar mandir sambil terus berusaha menelpon adiknya.
Karena tak kunjung mendapatkan respon, Rika memutuskan untuk pergi mencari adiknya dengan menelusuri jalan ke kantor sang adik. Hingga pagi menjelang Rika terbangun di dalam mobilnya yang terparkir di tepi jalan sebab karena kelelahan dia ketiduran di mobilnya.
*****
"Ya tuhan sudah pagi, Alica." Rika terkejut lalu mengambil handphonenya lagi berniat menelpon adiknya tatapi tetap sama.
__ADS_1
Wiuu...wiuuu... Rika tertegun ketika tiba-tiba saja ada ambulance yang melintas. Hati kembali resah dan pikirannya langsung tertuju pada Alica, dia tidak mengetahui jika di dalam ambulance itu ada adiknya.
"Ada apa ini, kenapa tiba-tiba aku gelisah?" batinnya.
Kegelisahannya mendorong Rika mengikuti ambulance tersebut hingga akhirnya tibalah mereka di rumah sakit dan segera para perawat membawa Alica masuk pada saat itu Rika tetap mengikuti kemana mereka membawa Alica tanpa dia ketahui jika itu adalah sang adik.
Alica dibawah ke ruang operasi dan beberapa dokter dan perawat berlalu lalang keluar masuk dari ruangan itu. Segera Rika mencegat salah satu suster untuk bertanya tentang pasien yang sedang di tangani itu.
"Permisi sus, boleh saya bertanya pasien di ruangan operasi itu kenapa yah?"
"Pasiennya seorang wanita korban kekerasan yang ditemukan di selokan tanpa busana tadi pagi nyonya."
"Kekerasan, kalau boleh tau apakah identitasnya sudah dikenali?" Rika makin penasaran.
"Untuk saat ini kami belum tahu siapa pasien itu, ada apa apakah pasien didalam ada hubungan keluarga dengan anda?" Suster itu balik bertanya.
Rika tak bergeming seolah bibirnya kaku untuk menjawab pertanyaan itu. Tak tahu mengapa dia merasa jika yang dimaksud adalah Alica.
"B-bukan suster hanya saja, saudara perempuan ku sejak tadi malam menghilang dan aku yakin pasien itu bukanlah adikku." Jawab Rika begitu sangat berat.
"Aku yakin Alica pasti baik-baik saja, akan ku cari dia di tempat teman-temannya kemungkinan dia menginap." Ucap Rika meyakinkan diri lalu pergi dengan mobilnya.
****
"Pasien sangat Kristi kita membutuhkan banyak darah cepat ambil darah lalu tes golongannya setelah itu pergi ke bank darah untuk mencari yang cocok." Perintah dokter yang menangani Alice kepada asistennya.
"Baik dokter."
Kondisi Alica memang sangat mengerikan, apalagi pada alat vitalnya yang terus mengeluarkan darah. seluruh tubuh lebam dan banyak sekali bekas cakaran di wajah serta punggungnya.
Setelah hampir lima jam operasi dilaluinya, dokter merasa sedikit lega karena semua pendarahan akhirnya berhenti. banyak sekali alat yang terpasang di tubuh gadis malang itu untuk membuatnya tetap hidup.
Beberapa polisi datang untuk mencari tahu kondisinya yang kemudian mereka bertemu dengan dokter. Ternyata polisi telah mengetahui identitasnya setelah mereka menemukan id card saat melakukan investigasi di lokasi ditemukannya Alica. karena memang saat Alica di lecehkan para pria itu tidak melepaskan id card nya sampai akhirnya mereka membuang gadis itu ke selokan yang mana pada saat itu putus karena tersangkut di batu.
__ADS_1
"Pasien bernama Alica Norin, seorang karyawan di perusahaan Ambora group, usia 26 tahun, bagiamana kondisinya dokter." Tanya Tom ketua polisi yang ditugaskan menangani kasus tersebut.
"Kondisi pasien sangat mengerikan, sepertinya dia telah di perk*sa lebih dari satu orang." jawab Airin selaku dokter yang mengoperasi Alica.
"Sudah kuduga, baiklah dokter kami pergi dulu tolong berikan kabar jika pasien sudah siuman dan bisa memberikan pernyataannya, Kami akan menemui keluarganya." Ucap Tom lalu bergegas pergi.
******
Singkat cerita....
Bel rumah berbunyi, Alica yang sudah kembali satu jam lalu buru-buru membuka pintu berharap itu adalah Alica, tapi nyatanya hanya beberapa polisi.
"Apa benar ini tempat tinggal Alica Norin?" tanya Tom pada Rika.
"Benar dia adikku, ada apa pak kenapa anda mencarinya?" Rika balik bertanya.
"Mohon maaf sebelumnya nona, tapi saat ini adik anda sedang di rumah sakit karena telah menjadi korban pelecahan seksual." Tom mulai menjelaskan dengan pelan.
Rika membeku setelah mendengar pernyataan polisi tentang sang adik, beberapa detik kemudian ia pun jatuh pingsan mungkin tidak sanggup menerima kenyataan itu. Tom panik lalu meminta anak buahnya membopong Rika menuju ruang tamu.
"Cepat ambilkan air!" perintah Tom.
"Siap pak."
Anak buahnya bergegas ke dapur mengambil air yang kemudian air itu di percikkan ke wajah Rika agar sadar.
"Alica... hiks hiks, pak bagiamana keadaan adik ku!" Rika terbangun dengan histeris sambil menangis.
"Adik Nona sudah di operasi dan kata dokter masa kritis sudah berlalu." Jawab Tom.
"Aku akan ke rumah sakit sekarang..." Rika tidak peduli lagi dengan keberadaan para polisi dan langsung berlari menuju mobilnya, bahkan rumahnya pun lupa ia kunci saking terburu-buru.
"Kamu tunggu disini sampai nona itu pulang, jaga rumahnya jangan sampai ada yang masuk dan mencuri."
__ADS_1
Terpaksa salah satu anak buah Tom, di perintahkan untuk tinggal menjaga rumah tersebut. Sedangkan Tom dan satu anak buahnya lagi menyusul Rika.