
Milly POV
Beberapa saat setelah aku duduk dikursi yang disediakan Aku terfokus dengan suara seseorang sesaat setelah pintu masuk dibuka,aku seperti mengenal suara itu, Aku dengan otomatis mengarahkan pandanganku kesuara itu,dia terlihat melotot memandangku,aku langsung mengarahkan pandanganku ke arah apapun selain tatapan orang yang tatapannya mengarah padaku itu.
Terlihat dari sudut mataku dan suara sepatu yang semakin mendekat,tarikan kursi dan keberadaan orang yang ada disampingku,tidak salah lagi itulah orang yang memberikanku tafapan intimidasi iku,tidak lama dia yang ada disebelahku berbisik lirih ditelingaku.
"Apa yang kamu lakukan disini adik kecil, apa kau ingin bermain main disini, kamu salah kalau ingin bermain main di tempat ini".ucapnya.
"Hahhh, nanti akan ku jelaskan padaku kalau meeting sudah selesai".
"Aku tunggu penjelasanmu".ucapnya dengan senyuman.
Aku merasa tidak nyaman, karena kedua orang disampingku ini terus saja memperhatikanku, aku tau kalau bosku juga menaruh curiga kepada orang yang berada disamping kiriku yang tidak lain tidak bukan adalah kakakku
Aku merasa ini sangan complicated, kenapa aku sebelum kesini tidak menanyakan kepada Asisten Bosnya yaitu Arka siapa saja orang yang ikut serta dalam rapat hari ini, Aku juga lupa aku disini juga masih satu negara dengan keluargaku terutama kakakku yang memegang perusahaan milik keluargaku itu,
Baiklah aku perkenalkan dulu, orang yang berada disampingku itu benar kakakku, oh sungguh berlebihan kalau aku panggil dia kakak, karena kita lahir bersamaan hanya beda beberapa menit saja, Dia bernama Millo Axelio Walker dan biasa dipanggil Lio atau Axel, jangan coba coba memanggilnya Millo karena pasti dia akan sangat marah,karena merasa nama itu sangat pasaran sekali,bahkan sering dibuat untuk nama kucing,hewan menggemaskan yang sangat sangat dia benci itu.
Aku memang berasal dari keluarga Walker, keluarga yang bahkan bukan dari kalangan biasa, kalau dibandingkan dengan keluarga Maxwell mungkin setara, Tapi menjadi anak perempuan kesayangan keluarga Walker aku selalu dimanja dari kecil, tidak sama sekali dibebaskan untuk berkembang karena hanya ingin aku berpendidikan tinggi itu sudah cukup, tidak perlu bekerja karena orang tuaku merasa sangat sangat mampu menghidupinya bahkan sampai 7 turunannya tak akan ada habisnya, itulah yang dikatakan kedua orang tuanya sepertinya berlebihan tetapi itulah kenyataannya.
Jadi jika ada yang bertanya kenapa aku bisa berada disini,bekerja menjadi seorang sekretaris bahkan bukan berada dilingkungan keluarga Walker,
Aku berpikir aku merasa ingin sedikit kebebasan, Aku ingin juga membuktikan kepada kedua orang tuaku kalau aku juga bisa bekerja, Aku masuk perusahaan Maxwel's Company juga tanpa nama Walker dibelakang namaku, Aku tidak ingin diketahui banyak orang, aku ingin hidup seperti orang biasa, ingin punya teman juga yang benar benar memandangku sebagai Milly bukan sebagai seorang Milly Walker.
Aku sedikit merubah sedikit penampilanku,dari yang bisa mengurai rambut ini aku selalu menguncir rambutku dan selalu memberi sedikit banyak make up yang cenderung memberikan kesan dewasa pada raut wajahku, itu Aku lakukan karena selain aku dari keluarga terkenal aku juga seorang selebram yang tidak sedikit yang mengenalku disini, walaupun aku selama ini aku bukan tinggal dinegara ini tapi tetap saja aku merasa khawatir.
Yahh back to topic ya kawan, Ini aku melanjutkan sesi meeting dengan serius aku mencatat bagian bagian penting isi dari meeting itu, aku sedikit merasa mengantuk karena biasanya dijam jam segini aku tertidur siang, apalagi ini sedang berada dalam lingkup orang orang yang membicarakan hal hal yang benar benar menjenuhkan tapi aku harus kuat dan bertahan sampai akhir.
Setelah rapat ditutup hanya ada 4 orang dalam ruangan ini, disaat aku menata berkas berkas dan ingin segera pergi dengan cara cepat keluar agar terhindar dari laki laki yang berada di samping kiriku itu,tetapi sebelum melancarkan aksiku itu sudab terdengar suara mengintrupsi ku.
"Nona Milly Apa bisa bicara sebentar? Ada sedikit yang akan saya sampaikan kepada Anda".Ucap Kakakku itu
__ADS_1
Sebelum aku menjawab pertanyaannya aku melihat kepada bosku terlebih dahulu untuk meminta izin kepadanya dengan kode mata dan tatapanku,dia seolah mengerti dan langsung menganggukkan kepala menyetujuinya dan dibarengi dengan kalimat,
"Baiklah maximal 10 menit ya,Saya tunggu disini dan setelah itu kita kembali ke Kantor." ucapnya.
Setelah meminta izin aku keluar bersamaan dengan kakakku dan seorang perempuan yang aku tahu adalah sekretaris sekaligus kekasih dari kakakku itu,setelah berada ditempat yang dirasa nyaman aku ditinggalkan berdua dengan kakakku sedangkan kekasih kakakku menunggu didalam mobil untuk membebaskan kami berdua untuk mengobrol.
"Ada yang akan kamu jelaskan?".tanyanya dengan tatapan mengintimidasi.
Aku masih diam mematung didepannya dan dia seperti sedikit jengah dengan keterdiamanku.
"Milly cepat jelaskan dengan singkat dan jelas,apa kamu lupa kamu hanya diberi waktu 10 menit". ucapnya lagi.
"Baiklah,begini kak aku beberapa hari lalu melakukan interview di perusahaan Maxwel's Company, Aku mencoba melamar sebagai sekretaris CEO dan sorenya aku diberitahu kalau aku keterima menjadi sekretaris CEO dan besoknya aku langsung kerja,aku baru saja kerja 2 hari kak, Tolomg jangan batasi aku kak,aku juga ingin bekerja, ingin juga mencari teman yang benar benar teman."
"Apakah secepat itu proses rekrut sekretaris?"tanyanya bingung
"Aku juga tidak tahu kak".
"Tentu saja tidak kak,tujuanku bekerja itu mencari teman yang tidak memandangku sebagai salah satu anggota keluarga Walker,Aku ingin menjadi diriku sendiri disini,jadi aku memituskan untuk menutupi identitas ku untuk sementara waktu."jawabku
"Dan aku mohon kak jangan beritahu ini kepada kedua orang tua kita,coba rahasiakan untuk sementara waktu aku tidak mau mereka akan memaksaku untuk keluar dari perusahaan tempaku bekerja sebelum aku benar benar punya teman, dan aku merasa seperti dikurung dirumah tanpa punya teman dan aku bahkan tidak bisa sering sering mengganggu mu untuk menemaniku berpergian karena selain sibuk kamu juga sudah punya kekasih kak,Aku mohon mengertilah",jelasku selanjutnya.
"kalau kamu merasa kesepian aku tidak merasa keberatan untuk menemanimu kemana saja akan sebisa mungkin aku luangkan waktuku untukmu, atau kamu bisa keluar dengan Zea kalau kamu butuh teman." ucapnya
"Tolonglah kak aku minta yang satu ini tolong turuti kemauanku,aku berjanji akan menjaga diriku sendiri dan tidak merepotkan siapa siapa".
"Baiklah baiklah, tapi berjanjilah kalau ada apa apa segera hubungi aku, jangan buat aku selalu khawatir,dan sesekali pulang ke rumag utama,agar orang tua kita tidak curiga nantinya."
"Aaaa terimalah kakakku sayang".Ucapku sambil memeluk kakakku itu
"Yasudah kalau gitu aku pamit dulu,kasihan Zea sudah menunggu lama,kamu juga segera kembali kasihan seorang CEO MAXWEL'S menunggu karyawan yang tidak penting sepertimu".ucapnya sambil terkikik
__ADS_1
"Enak saja,yasudah aku masuk dulu kak,nyetir yang hati hati dan titip salam buat Zea".
Setelah itu aku berlalu pergi dengan sedikit berlari menuju ruangan meeting tadi untuk menemui Pak El kembali.
"Mohon maaf pak menunggu lama,saya sudah selesai mari kita kembali ke kantor".ucapku
"Apa ada masalah?". tanyanya kepadaku dengan raut muka penasaran.
"Tidak pak hanya masalah kecil,sudah saya atasi".balasku dengan senyuman.
"Baiklah ayo kita kembali ke kantor".
"Baik pak".
Untung saja Pak El tidak bertanya lebih lanjut jadi aku merasa aman,setelah itu kami berdua kembali ke kantor yang tepat berada didepan resto ini..
...****************...
...****************...
HALLO GAES BERTEMU LAGI DENGAN AUTHOR
"BAKPAOPAO"
SELAMAT DATANG DIKARYA PERTAMAKU YA,
DIMOHON JANGAN LUPA KOMEN,LIKE DAN FOLLOW AKUN AKU YA,KALAU ADA SALAH KATA DAN PENULISAN ATAU ADA YANG TIDAK DIMENGERTI DENGAN ALURNYA MOHON DIKOREKSI YA GAES.
SELALU DUKUNG AKU YA,AKU BUTUH BANGET SUPPORT KALIAN🥺
HAPPY READING!!!!!!❤️❤️❤️
__ADS_1