WANITA PILIHAN TUAN MUDA CEO

WANITA PILIHAN TUAN MUDA CEO
15.KEGADUHAN DI DALAM KAMAR HOTEL


__ADS_3

HALLO SEMUANYA!!!!!


ANNYEONG HASEYO ❤️❤️


DAJIA HAO🥰


***Apa kabar kalian semuanya? 👋👋


Aku doakan semuanya baik dan sehat selalu ya..


dan sekilas info untuk jadwal update cerita aku


Untuk yang "WANITA PILIHAN TUAN MUDA CEO"


update setiap hari jam 3 sore ya,aku bakal usahakan buat update setiap hari dan on time.


Jangan lupa mampir ke cerita kedua aku ya judul nya


"MY MOMMY!!!"


Aku tunggu kalian ngeramein lapakku juga disana ya,aku buat berbeda sama yang disini...


...****************...


...****************...


...❤️HAPPY READING❤️***...


AUTHOR POV


El dan Milly berjalan menuju kamar yang akan mereka tempati,terasa canggung disana dan Milly terlihat gugup sekali,terlihat dari mimik mukanya yang sangat tegang,sesaat kemudian El dan Milly sudah sampai didepan pintu kamar mereka,El yang membuka handle pintu karena dia lah yang membawa kunci, El mempersilahkan masuk untuk Milly setelah dia meletakkan kartu dibelakang pintu untuk menyalakan lampu yang sebelumnya gelap sekarang sudah menjadi terang benderang.


Semakin keras detak jantung Milly saat dia menginjakkan kakinya menuju ke dalam kamar,dia menyeret koper dan meletakkan disamping sofa kemudian dia duduk di sofa sambil terdiam melamun.


"Milly kamu tidak apa apa kan?".tanya El


"Sss...sa..saya tidak apa apa pak". ucap Milly dengan sedikit kegugupan.


"Mau mandi dulu atau istirahat dulu?."


"Kalau mau istirahat dulu gapapa kamu istirahat biar saya yang mandi dulu".


"Silahkan bapak duluan,biar saya yang menyiapkan baju untuk bapak dan mengeluarkan baju baju dari koper".


"Baiklah,kalau capek kamu istirahat saja,biar saya yang menyiapkannya sendiri".


"Tidak apa apa pak,bapak silahkan mandi saja".


"Baiklah,terimakasih Milly."ucap El dengan sedikit senyuman diwajahnya.


Sepeninggalan El yang menuju kamar mandi,Milly menghela nafas panjang untuk menetralisir kegugupannya,mencoba teknik tarik nafas hembuskan berulang ulang kali dan itu sangat ampuh untuknya.


Milly membuka koper Milik El dan menyiapkan baju untuk dikenakan olehnya, saat menyiapkan ****** ***** milik El dia otomatis sangat merona,dia merasa sangat malu, Dia juga lupa kalau menyiapkan baju otomatis juga menyiapkan pakaian dalam pria itu.Spontan dia menerawang dan berpikir ulang,


Dia berpikir kalau El mandi tidak membawa baju kedalam kamar mandi,itu akan otomatis dia keluar akan memakai handuk saja, huhh dia memikirkan itu membuat dia semakin merona saja dan dia bingung apa yang dia lakukan agar dia tidak melihat itu semua, apa dia dia pura pura tertidur saja atau apa hah dia sangat bingung sekali saat ini.


Tidak terasa disaat Milly masih memikirkan apa yang akan dia lakukan ketika El keluar nanti, Ditengah antara sadar tidak sadarnya ada sebelah tangan yang memegang pundaknya yang membuat Milly memeking kaget.


"Agkhh...."kagetnya dengan otomatis menoleh


"Oh maafkan aku,aku tadi sudah memanggil manggilmu tapi kamu tidak menyahut,maafkan aku sudah megejutkanmu."balas El


Disaat menoleh dia dikejutkan dengan wajah El yang penuh dengan air dan rambut yang basah dia memandangnya dengan sedikit terpesona dan pandangannya otomatis menuju ke bawah dan alangkah terkejutnya dia langsung teriak dan menutup matanya.


"Aaaaaaa....." teriak Milly

__ADS_1


Belum juga reda terkejutannya tapi malah disuguhkan dengan pemandangan yang seperti itu, apa tadi yang dia lihat, putih,bidang dan kotak kotak, hahhhh kenapa dia malah memikirkan hal kotor seperti itu,dia berpikir sudah sangat gila saat ini.


"Maafkan saya Milly,sayq tidak bawa baju ke kamar mandi jadi saya hanya memakai handuk,karena hanya handuk yang tersedia dan tidak ada bathrobe di sana, maafkan aku."


"Tii..tidak ap..a apa pak,sebaiknya anda pakai baju dulu,baju nya sudah saya siapkan diatas kasur".


"Baiklah kamu bisa membuka mata kamu,saya akan ganti baju di kamar mandi".


Pintu kamar mandi terdengar sudah tertutup,itu membuat tangan dan mata Milly spontan terbuka, dia menghembuskan nafas panjang demi menetralisirkan detak jantungnya, dia sungguh sungguh tidak bisa mengendalikan ini,dia terus terus terbayang bayang akan pemandangan yang dilihatnya,hah pikiran apa ini,sepertinya dia butuh mandi dan berendam untuk menghilangkan pikiran kotor ini,


dengan kecepatan kilat dia menyiapkan baju,sudah bersiap untuk mandi.


Setelah El sudah selesai bergantu pakaian dan keluar dari kamar mandi Milly langsung menyerobotnya dan langsung bergantian masuk,El yang terkejut pun hanya terkikik saja karena tadi sempat melihat pipi merona Milly,dia pikir itu sangat menggemaskan buatnya.


El sudah selesai mandi dan mendudukan dirinya dipinggiran kasur sambil mengecek beberapa email di ponselnya,tiba tiba terdengar suara teriakan dan grasak grusuk dari dalam kamar mandi,El dengan tergopoh gopoh menghampiri dan mengetuk pintu kamar mandi.


*tok tok tok...


"Milly apa terjadi sesuatu,Kenapa kamu berteriak?."


"Tidak pak,hanya sedikit masalah saja disini".


"Benarkah,apa kamu tidak butuh bantuan."


"Tidak pak."


"Ehh pak tapi saya bisa minta tolong."ucap milly lagi.


"Iya apa yang kamu butuhkan,bilang sama saya."


"Bisa bapak bersembunyi dulu, saya mau keluar dari kamar mandi, saya malu karena saya hanya memakai handuk saja."


"O...oohh itu,baiklah kamu bisa keluar saya akan menutup mata,kalau kamu terjadi sesuatu tinggal teriak saja nanti".


Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka,terlihat punggung El dan benar saya dia menghadap memunggunginya dan menuruti kemauannya.


pelan pelan dia melangkah tapi karena banyaknya tetesan air dari rambutnya dia terpeleset dan jatuh,


suara jeritan Milly pun terdengar dibarengi dengan suara khas orang terjatuh


"Milly apa yang terjadi?apa kamu terjatuh?."


"Akh... ii...iya pak,saya terpeleset".


"Hah kok bisa,apa kamu bisa berdiri,apa saya bisa membantumu?."


"S...sebentar pak jangan menghadap kesini,saya akan mencoba untuk berdiri dulu."


Milly mencoba beberapa kali untuk berdiri tapi kakinya amat terasa sakit sekali,terasa seperti terkilir dan dia tidak mampu untuk berdiri,suara ringisan ringisan yang keluar dari mulut Milly terdengar oleh El.


"Milly apa kamu sudah bisa, jangan membuat saya khawatir."


"Saya tidak bisa pak,kaki saya sangat sakit bahkan untuk merangkak saya juga tidak mampu,tapi kalau bapak kesini melihat keadaan saya seperti ini saya tidak bisa pak."


"Begini saja,biar saya matikan dulu lampu lampunya bagaimana?."


"ii...iya begitu juga bisa pak."


Setelah El mematikan lampu dia langsung menghampiri milly dengan keadaan yang gelap gulita ini,dia mengangkat Milly dan menaruhnya di atas kamar tidur,dia tau dari sentu hannya tadi kalau Milly hanya mengenakan handuk saja,dia kemudian menggapai selimut disana dan menyelimuti tubuh Milly.setelah sudah dia menyalakan kembali lampu itu.


"Apa yang terjadi selama di kamar mandi,dan selama saya tidak melihatmu,dan bukannya tadi kamu pergi ke kamar mandi sudah membawa pakaian ganti? tapi ini kenapa kamu seperti itu?."


"bbb...begini pak,benar saya tadi sudah membawa baju ganti,tapi saya menjatuhkannya sehingga pakaian saya kotor dan tidak bisa dipakai lagi,kemudian saya keluar dengan keadaan rambut saya basah kemudian membasahi lantai dan saya terpeleset pak karena tetesan air itu."


"Astaga Milly kenapa kamu tidak bilang kalau kamu butuh pakaian,saya bisa mengambilkannya untuk kamu,jadi kamu juga tidam perlu sampai seperti ini."

__ADS_1


"Maaf pak,saya sebenarnya merasa tidak enak dengan bapak,saya merasa sungkan dengan bapak,tapi setelah kejadian ini saya lebih sungkan lagi dengan bapak karena malah semain merepotkan Anda".


"Kalau kamu perlu bantuan kamu cukup bilang saja,daripada akhirnya kamu seperti ini,besok kita juga ada meeting dengan keadaan kamu seperti ini bagaimana."bentak El


Milly tampak terlihat diam,dia merasa sangat bersalah dengan El karena dengan kecerobohannya dia membuat masalah pada saat dia akan menghadiri acara penting besok,dia menundukkan kepalanya karena semakin merasa bersalah,tapi itu membuat El seakan melihat kalau Milly ketakutan karena bentakannya."


"Maafkan saya,bukan maksud saya untuk membentak kamu".


"Tidak apa apa pak,memang saya yang salah karena kecerobohan saya ini Anda merasa dirugikan oleh saya."


"Tidak,tidak seperti itu,sama tidak merasa dirugikan saya sangat khawatir melihatmu seperti ini,kamu juga jadi tanggung jawab saya Milly karena kamu kesini hanya dengan saya,jadi saya mau kalau kamu merasa membutuhkan sesuatu jangan sungkan untuk bilang sama saya."


"Terimakasih pak,Maaf sudah merepotkan."


"Jangan bilang seperti itu,kamu tidak merepotkan sama sekali,Maafkan saya karena tadi membentakmu,saya tidak bermaksut untuk itu."


"Baiklah saya akan mengambilkan baju buat kamu,dan setelahnya kita bisa mengobati kaki kamu terlebih dahulu."


Setelah berpakaian Milly dengan posisi setengah rebahan dan El menenteng p3k nya,untung saja dia siap siaga membawanya kemana mana, dia menyemprotkan etil klorida ke arah kaki Milly yang terkilir lalu meminta izin kepada Milly untuk menyembuhkan kakinya, Milly dengan spontan mengangguk dan bersiap siap,tidak lama terdengar bunyi teriakan dan gesekan tulang teriakan itu berasal dari milly dan tulang tulang milly.


Selesai dengan kehebohan itu milly berusaha menggoyang goyangkan kakinya ternyata memang sudah tidak terlalu sakit dan sudah bisa digerakkan.


"Hahh sudah bisa digerakkan pak,terimakasih pak."


"Syukurlah,ya sudah kalau gitu kamu tidurlah."


"Biar saya tidur disofa pak."


"Tidak perlu biar saya yang tidur disofa,kamu juga dalam kondisi cedera seperti itu,pasti susah tidur disofa."ucap El seraya membawa bantal menuju sofa.


Tidak banyak bicara Mereka menempati posisi masing masing,tapi tidak lama kemudian mereka berdua masih saling tidak bisa tidur, Milly merasa kasihan dengan atasannya itu jadi dia memutuskan untuk memanggilnya.


"Pak,Anda bisa tidur disini saya lihat bapak tidak tidur dengan nyaman dengan sofa yang hanya sebesar itu,


biar nanti tidur kita diberi jarak oleh bantal ini,berhubung bantal disini ada 3 jadi 1 nya diletakkan ditengah tenggah."


"Apa kamu tidak masalah dengan itu."


"Tidak pak."


El segera bangkit dan menempati posisinya,mereka berdua sudah mematikan lampu dalam kamar dan hanya menyisakan lampu tidur diatas meja nakas.


tidak ada yang berbicara tapi debaran dari masing masing merekaa membuat keduanya masih sama sama terjaga...


Bersambung......


...****************...


...****************...


Gimana nihh menurut kalian?????


Nantikan kelanjutan ceritanya ya...


Jangan lupa komen,like dan follow akun aku😚


Terimakasih buat yang suka dan selalu dukung cerita aku,aku bukan apa apa kalau bukan karena dukungan kalian.....🙏🙏


Sampai jumpa di next part


Dadahh....


salam dari otor nihhh❤️❤️❤️❤️


by:Bakpaopao_

__ADS_1


__ADS_2