
Pernahkah kamu merasa terkurung dan terkekang? Terkurung dalam kehidupan yang tidak kamu miliki seutuhnya? Dan terkekang dengan aturan yang mengikat mati secara keseluruhan atas pilihan yang ingin kamu jalani?
Segala sesuatu yang akan terjadi sudah diatur sedemikian rupa hingga kamu tidak memiliki pilihan selain mengikutinya. Jalan yang harus ditempuh tanpa perlu kamu bayangkan dan prediksikan akan seperti apa rupanya. Semua yang kamu lakukan di masa lalu, masa sekarang dan masa depan sudah diatur berurutan dalam alur yang sudah ditentukan. Bahkan, kamu tidak perlu khawatir besok akan jadi seperti apa. Yang cukup kamu lakukan adalah menerimanya mau tidak mau. Tidak ada pilihan. Tidak ada pembantahan. Tidak boleh ada penolakan. Apa yang orang lain katakan, itulah yang menjadi aturan hidupmu. Apa yang orang lain pikirkan, itulah yang menjadi landasanmu. Dan apa yang orang lain berikan, itulah yang menjadi santapanmu. Dulu, sekarang, dan selamanya, kamu hanya akan menjadi seseorang yang hidup atas impian dan harapan orang lain. Bukan untuk dirimu sendiri. Seakan - akan hidupmu bukanlah milikmu. Seakan - akan kamu ini hidup hanya untuk bernafas dan menjadi boneka milik yang lain. Boneka yang sesuka hati dimainkan dan diarahkan kemanapun oleh orang yang menggerakkannya. Kamu hanya perlu diam dan ikuti saja alurnya mengalir sesuai yang mereka harapkan. Kamu hanya perlu melihat dan melihat, selagi mereka menyiapkan segala sesuatu untukmu. Kamu hanya cukup menuruti segala kemauan mereka dan menunggu balasan dari mereka.
Aku sedang membicarakan tentang diriku. Iya, benar diriku yang lemah dan rapuh ini. Aku yang selalu berusaha lepas dari cengkeraman mereka. Aku yang selalu merindukan kebebasan. Namun apa yang terjadi. Aku malah semakin terperangkap dalam gigi dan taring mereka yang mengigitku tanpa ampunan. Mereka memasukkan aku ke dalam sebuah gua yang sangat gelap yang hanya menyisahkan bayangan yang aku sendiri tidak tahu wujud sebenarnya. Bahkan, tanpa memberikan celah sedikitpun untuk melarikan diri. Seakan mendoktrin agar aku terus bergantung pada mereka. Aku hanya boleh mengikuti sumber cahaya yang mereka ciptakan untuk menuntunku pada tujuan mereka. Aku tidak berdaya. Aku tidak bisa bermimpi tentang masa depanku sendiri.
__ADS_1
Mereka mengikat dan memborgolku hingga membuat aku tidak bisa pergi kemanapun. Mereka berusaha menutup semua impian dan harapanku agar tidak terlihat nyata melainkan hanya sesuatu yang tidak berarti sama sekali. Mereka membatasi hidupku dan menjadikanku tahanan mereka.
Keadaanku yang sekarang seperti burung di dalam sangkar. Aku ingin terbang bebas ke angkasa. Aku ingin melakukan semua yang ingin kulakukan. Aku ingin menikmati semua yang aku rindukan. Namun, semua harapan itu terkunci sepenuhnya bersamaku di balik gelapnya sangkar ini. Rasanya sesak di dalam sini, di dalam hatiku ini. Aku harap seseorang bersedia mendengarkan sejenak rintihan ini. Ya, seorang saja. Aku tidak akan berharap lebih dari itu. Seseorang yang bisa mengeluarkan aku dari sangkar itu. Membebaskan aku dari penjara ilusi yang mereka ciptakan. Memberikan cahaya untukku dan membiarkan aku sendiri yang akan menjadi nahkodanya. Kurasa itu sesuatu yang mungkin terjadi, hanya saja sulit dipercaya bahkan oleh diriku sendiri bahwa semua itu akan menjadi sebuah kenyataan. Benar - benar sulit untuk dipercaya. Setidaknya, aku bersyukur harapan itu masih ada di dalam diriku. Tidak sepenuhnya menghilang dan menguap ke angkasa. Meski harus dipendam tapi setidaknya masih ada harapan itu.
Iya, benar harapan itu. Aku kemudian kembali berpikir sejenak. Mengapa harus menunggu orang lain untuk mewujudkan harapanku yang tersisa? Padahal sudah ada diriku yang tahu benar tentang harapan itu? Aku begitu bodoh sampai - sampai aku tidak menyadarinya. Apakah karena fatamorgana yang mereka ciptakan untuk mengelabuiku? Mungkin sebenarnya harapan itu masih bisa terwujud. Hanya saja mereka selalu mengatakan bahwa itu hanya ilusi belaka. Tidak nyata. Tidak pernah ada. Tidak akan pernah terwujud. Dan aku mulai menyadarinya sekarang. Yang harus aku lakukan sekarang adalah melarikan diri. Aku harus melarikan diri dari skenario yang mereka karang untukku. Aku harus berusaha meninggalkannya bagaimanapun caranya. Meski tubuhku harus berlumuran darah sekalipun. Aku tidak perduli. Ini hidupku dan aku mempunyai hak penuh atas pilihan yang ingin kujalani. Aku ingin hidup berdasarkan apa yang aku ucapkan, inginkan dan dambakan. Aku tidak ingin seorang pun mengusikku. Tak seorang pun yang boleh menghalangiku. Akan kutinggalkan segala yang pernah menjadi milikku demi kehidupan yang aku dambakan selama ini.
__ADS_1
Semua berawal pada suatu malam di musim panas yang hangat. Ketika aku membuka jendela kamarku, sesuatu terlintas di mataku. Tampak sebuah bintang di langit hitam pekat, bersinar sangat terang dan berkilau. Bintang ini jauh lebih terang daripada bintang lainnya, membuatku tak bisa berpaling darinya.
Sejak malam itu, aku akan naik ke ranjangku dan melihat ke langit ketika bintang kecilku berkelip hanya untukku. Aku sangat menyukainya. Aku bersumpah akan menjadi seperti dia ketika besar nanti: cantik, bersinar, dengan cahaya yang lebih terang daripada segala hal di sekitarnya. Aku akan menjadi terang dengan caraku. Aku akan menjadi bintang dalam hidupku ini. Bintang yang bebas bersinar sesuka hatinya tanpa ragu dan cemas. Bintang yang penuh percaya diri.
Aku akan menyambut dunia yang begitu luas ini dengan segenap jiwa dan ragaku. Aku akan menebarkan benih ambisi yang sempat terpendam dulu dan kini akan kubagikan secara terang - terangan. Semuanya akan kujalani dengan senang hati. Aku akan bertekad dalam hati. Akan kutunjukkan siapa sebenarnya diriku ini hingga semua orang yang pernah mencekikku dulu hanya bisa terbelalak dalam kekecewaan dan kegagalannya. Aku akan membuat mata mereka terbuka lebar bahwa tidak selamanya hidup ini bisa selalu mereka kekang. Ada saatnya mereka mulai menyadari bahwa yang mereka lakukan itu salah dan mulai menyesalinya. Dengan begitu, sedikit demi sedikit aku akan mencapai visi orisinalku yang selalu kurindukan, kehidupan manis-ku. Ya, aku akan selalu menanti - nantikannya. Aku yakin itu akan terjadi dalam hidupku cepat atau lambat. Tentu aku akan berusaha hingga detik terakhir yang tersisa di hidupku ini.
__ADS_1
"Aku lahir untuk menjadi diriku yang apa adanya, bukan untuk menjadi sempurna. Aku hanya ingin menjadi diriku dan hanya aku."
--- Vanetta Cerelia (Umur 15 tahun) ---