Wasiat Bapak

Wasiat Bapak
Bapak mengantarku ke pesantren


__ADS_3

Di pagi hari yang begitu sejuk, yaitu dimana hari bapak akan mengantarku ke pesantren. Dengan hati berat aku melangkahkan kaki meninggalkan rumah. Aku terus melangkah bersama dengan bapak menuju jalan tempat perhentian bus.


ketika bus telah tiba, aku dan bapak pun masuk ke dalam bus itu. Selama perjalanan, aku selalu menatap wajah bapak yang begitu tegang. sesampainya kami di pesantren, bapak menitipkan ku ke pak kiyai dan langsung beranjak begitu saja. Seketika itu air mataku mengalir melihat bapak melangkah pulang meninggalkanku.


Hari demi hari aku lalui di pesantren, mengikuti pembelajaran yang ada dan berinteraksi dengan lingkungan pesantren. kegiatan di pesantren yang begitu banyak, sehingga membuat aku jenuh dan lelah. Melihat kawan-kawan yang bermain di halaman pondok, membuat aku rindu terhadap kampung halamanku.


Kerinduan itu membuatku menangis, sehingga kawan-kawan mengejekku dengan sebutan anak mami. Di saat itu juga salah seorang kakak senior mendatangiku. beliau berkata "kamu begitu kuat, tidak seperti mereka. setiap orang yang baru masuk pesantren pasti merasakan hal yang sama, seperti yang kamu rasakan saat ini. Percayalah, semakin lama kamu hidup di sini. Maka semakin betah dan semakin cinta kamu terhadap pesantren ini. **B**ahkan kamu bakalan lebih betah di sini kala di bandingkan dengan kampungmu sendiri."


Setelah mengatan itu, sang kakak pun menepuk pundak ku lalu beranjak pergi. Seketika itu akupun terdiam dan berjanji, aku pasti bisa dan aku harus bisa. aku harus membuktikan kepada semua orang bahwa aku bisa.


Di sore hari ketika kami sedang bermain bola di halaman pondok, seorang teman memanggilku " ya Rohakki, pak kiyai memanggilmu" sahut teman itu. Dengan rasa takut, aku cepat-cepat memakai pakaian dengan rapi dan mengahadap kepada pak kiyai.


Sesampai di tempat kiyai akupun bersalam, Wa'alaikumussalam masuklah nak sahut pak kiyai. dengan kaki yang ketar-ketir karena takut itu akupun masuk. Pak kiyai langsung memberikan Hp kepada saya, ternyata telepon dari bapak aku.


Aku : As-salamu'alaikum


Bapak : Wa'alaikumussalam nak, apa kabar kamu?


Aku : Bapak.....!


Al-hamdulillah baik pak, bapak gimana kabarnya?


Di situ air mataku mengalir lagi, langsung tersentak ketika aku mendengar suara telepon dari bapak.


Bapak : Al-hamdulillah baik nak, kamu yang rajin ya belajarnya, biar kelak hidupmu lebih cerah. Biar tidak seperti bapakmu ini, kerja berat pontang-panting banting tulang karena tidak punya sekolah!


Aku : Iya pak...!

__ADS_1


Mama apa kabar pak?


aku sangat merindukan bapak sama mama, kakak, Abang, pokoknya semuanya deh.....!


Bapak : kami semua sehat nak, kamu harus jaga kesehatan ya, biar sekolah nya tidak ketinggalan. belajar yang giat. Do'akan bapak dapat rezeki, biar bisa memberikan biaya sekolahmu.


Aku : Iya pak, aku do'ain kok


Bapak : Ya sudah, bapak lanjut kerja dulu, bentar lagi mau magrib, soalnya bapak masih di ladang.


Aku : Iya pak


Bapak : As-salamu'alaikum


Aku : Wa'alaikumussalam


Aku : Terima kasih kiyai


Kiyai : Sama-sama nak


Aku. : Aku pamit ke-pondon kiyai


As-salamu'alaikum


Kiyai : Wa'alaikumussalam


(Akupun keluar menuju pondok)

__ADS_1


Sesampainya di pondok, aku langsung mandi dan bersiap-siap untuk melaksanakan sholat magrib. Setelah selesai mandi aku langsung menuju mesjid. Sambilan menunggu waktu, aku mengaji Al-Qur'an sesuai dengan kebiasaan kami di pesantren. Tanpa berselang lama, waktu magrib pun tiba.


Sehabis magrib kami tidak di perkenankan balik ke pondok, akan tetapi kami belajar ngaji dan tajwid di mesjid sampai waktu isya'. Para kakak senior akan membagi tugas masing-masing, yaitu untuk mengayomi dan mengajari kami.


Waktu isya' pun berlalu, kakak senior memberikan waktu istirahat dan bersiap-siap untuk acara malam (Tablig). Waktu istirahat pun telah habis dan kakak-kakak mulai menghimbau agar memasuki AULA.


Setelah memasuki AULA, para santri mengambil tempat duduk masing-masing. Kemudian kakak senior pun ikut masuk. Acara akan di mulai, salah seorang kakak senior akan berdiri untuk membuka acara. Selesai pembukaan, kakak senior akan membacakan tertib untuk acara dan pembawa acara malam itu.


Di situ aku langsung terkejut, ketika sang kakak menyebut nama aku sebagai pembawa pidato. Acara demi acara berlangsung dengan lancar, setibanya di pidato namaku di panggil. karena takut malu, aku maju mengambil microfon dan mulai dari muqoddimah dengan suara lantang. Sehingga membuat satu ruangan itu tegang dan di penuhi dengan tepuk tangan.


Setelah selesai muqoddimah aku terdiam, karena aku tidak memiliki persiapan untuk isi pidato aku. Sehingga dengan terpaksa aku menutup pidatonya, dan kakak senior pun tertawa dan menyuruhku berdiri di hadapan orang rame itu. Aku berdiri sambil menundukkan kepala karena malu.Acara demi acara pun berlalu, kami pun pulang ke pondok masing-masing. Sesuai kebiasaan, setiap habis kegiatan kami berwuduk dulu kemudian tidur.


Keesokan harinya seperti biasa kami masuk sekolah. Setelah bell berbunyi, para santri memasuki kelasnya masing-masing. Dalam kelasku, aku di unjuk sebagai ketua kelas. Oleh sebab itu aku selalu semena-mena terhadap kawan-kawan sekelasku. Semuanya selalu nurut terhadap ku, karena aku sedikit ganteng sih hehe.


Berketepatan di hari itu wali kelas kami masuk, dia selalu memarahi aku. Karena menurut dia aku adalah murid paling bodoh di kelas kami, padahal menurut guru lain tidak. Wali kelas kami membawakan pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), pantasan saja menurut dia aku bodoh.


Sedikit yang aku ketahui tentang IPA. Yaitu, HERBIVORA, KARNIVORA DAN OMNIVORA. HERBIVORA adalah hewan pemakan tumbuhan, sedangkan KARNIVORA hewan pemakan daging. Akan tetapi saya tidak tahu kalau OMNIVORA itu apa?. Memang sepantasnya dia mengatakan aku bodoh.


Wali kelas kami itu cewek dan agak langsing dikit, Maqsud saya kebalikannya. Sebab itu ketika dia sudah dekat dan mau masuk kelas, pasti langkah kakinya terdengar. Suaranya agak DUG DAG DUG DEG DOG gitu. Biasanya sebelum melanjutkan pelajaran, dia selalu mengulangi pelajaran sebelumnya. Namun syukurnya yang sering terjadi, sebelum menambah pelajaran waktu sudah terkuras habis, sebab mengulang pelajaran tadi.


Mata pelajaran dia dia pun habis dan ganti pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam). Pelajaran ini sangat kami sukai, karena gurunya sangat gaul hehe. Guru SKI ini kami sebut USTAZDAH CANTIK, sebabnya ustazdah tersebut selalu memakai pakaian cerah dan cukup satu warna. Mirip dikit kayak artis-artis gitu.


Ketika pelajaran berlangsung beliau sempat menjelaskan begini "Menurut DARWIN, Manusia berasal dari kerak". Sehingga salah seorang dari kawan kami menjawab, "Manusia itu adalah anak beranak dari keturunan Nabi ADAM dan HAWA ustazdah". "Iya itu kan menurut agama" jawab sang ustazdah cantik. kemudian sang kawan pun tidak tinggal diam "Kitakan lagi belajar agama ustazdah?". Sehingga membuat ustazdah marah dan keluar kelas. karena masalah inipun kami di marahi sama kiyai, dan semenjak itu kami tidak lagi pernah bermain-main dengan guru-guru terutama ustazdah ustazah SKI tadi.


SELESAI........


Karya AR. HASIBUAN

__ADS_1


__ADS_2