
Hari-hari di pesantren dengan kegiatan-kegiatannya kini membuat aku tidak tahan dan jenuh. Hingga aku berpikir untuk pinda dari pesantren ke sekolah lain. Hingga sesampainya aku di kampung bapak dan ibu bingung aku pulang gak ngasih kabar. karena biasanya aku selalu ngasih kabar jika pulang kampung.
Malam nya bapak bertanya;
Bapak : Kenapa pulang begitu mendadak nak?, apa kamu punya masalah di pesantren mu?.
Aku : Tidak pak, aku hanya merasa bosan saja di pesantren ku. aku berniat untuk pindah sekolah pak.
Bapak : Oh,,, emang kamu mau pindah ke mana?
Aku : Aku pengen ke sekolah negeri pak.
Bapak : Maksudmu ke SMP gitu?
Aku : Iya pak
Bapak : Apa kamu tidak merasa kasihan sama bapak jika kamu pinda ke SMP?, nanti bapak mati yang sholatin siapa?, apa kamu kira bapak akan sehat terus?, dan terus-terusan bisa memberi mu uang jajan yang banyak...!
(dengan pertanyaan dan kata-kata bapak membuat aku diam membisu)
Bapak : Baliklah ke pesantren mu nak, belajarlah dengan tekun. Bapak tidak mungkin sehat terus, bapak juga manusia. Pasti akan mati juga, bapak berharap nanti jika bapak mati kamu bisa sholatin bapak.
Aku : Tidak pak, aku mau pindah
(Dengan rasa kecewa, bapak meninggalkan ku lalu pergi keluar)
Di saat itu, dengan hati keras juga membantah, aku tetap di kampung dan tidak mau balik ke pesantren. Hari-hari ku hanya bermain dan tidak menghiraukan semuanya. Yang hingga akhirnya terikut-ikut dengan kelakuan nakal kawan-kawan di kampung. Hingga bapak merasa kasihan denganku, kemudian memanggilku lagi;
Bapak : Nak sini dulu...!
Aku : Iya pak
__ADS_1
(Aku pun duduk dekat bapak)
Bapak : Jika memang kamu tidak mau lagi balik ke pondok silahkan, tapi bapak mohon biar kamu tetap sekolah. Silahkan pilih sekolah yang kamu mau, tapi tolong kasihani bapak, kamu jangan ke sekolah negeri, tetap lah berada di jalan pesantren mu. silahkan pilih pesantren lain jika kamu tidak lagi mau ke pesantren lama mu.
Aku : Terserah bapak lah, tapi aku tidak lagi ke pesantren ku.
Bapak : Iyalah nak, biar bapak cari dulu sekolah untuk kamu. Mandi dulu sana, siap-siap untuk sholat.
Aku : Iya pak, aku mandi dulu.
Sejak itu bapak mulai mencari sekolah lain untukku, sedangkan aku hanya tahu main hingga tidak tahu waktu balik ke rumah. Hari-hari bapak mencarikan sekolah untukku, akhirnya dapat juga.
Bapak : Nak,, sini dulu...!
Aku : Iya pak..!
Bapak : Bapak sudah menemukan sekolah untuk mu, dan besok bapak akan mengantarmu ke sana. Malam ini kamu siap-siap ya.
Aku : Iya pak.
Sesampai di pesantren ku yang baru, bapak pun menitipkan aku ke pak kiyai. Sebelum bapak pergi masih sempat berkata kepadaku, "Nak,,,, Sekarang kamu sekolah di sini, dan inilah tempatmu yang baru. Jika pesantren mu dulu membuatmu tidak betah, mudah-mudahan di sini kamu betah dan bertahan". Setelah mengatakan itu, bapak pun beranjak meninggalkan ku.
Sekolah baru serta suasana baru membuat aku sering terdiam dan terpaku. Guru serta kawan-kawan di sana pun selalu melihatku dengan tatapan asing. Biasalah, namnya juga murid baru. Hari-haruku berlalu juga, biarpun dengan rasa yang kurang nyaman itu aku tetap bertahan. Seiring dengan berjalannya waktu, aku pun terbiasa dengan guru, kawan dan juga lingkungan ku.
Pelajaran demi pelajaran aku tekuni, demikian dengan kegiatan-kegiatan juga aku ikuti. Tambah lagi, para guru dan santri lainnya sudah mengenaliku, hingga aku tidak lagi merasa jenuh di pesantren itu. Karena wajah ku yang sedikit ganteng dan cara bicaraku juga sedikit lembut pandai merayu, aku mendapat julukan baru di sana. yaitu paly boy cap gayung. Setiap orang sudah mengenaliku dengan nama itu, ya maksudnya playboy cap gayung gitu. Sedangkan nama asli ku tersembunyi di sana, karena playboy cap gayung tadi.
Oh iya,,,,, Setiap malam biasanya kami ada kegiatan, bermacam-macam kegiatan. Ya tergantung malamnya juga sih. Sama seperti pesantren ku yang pertama. Bicara tentang pesantren ku yang dulu, aku juga masih terus-terusan merenung memikirkan si dia, maksudnya anak kiyai itu. Teringat, terbayang dan masih membayangi ku.
Memang sih,,,, kami sudah terhalang jarak, dia di sana dan aku di sini. Terkadang aku juga kepikir, masihkah dia mengharapkan kedatanganku?. kalaulah aku masih di beri kesempatan untuk bertemu, tidak akan lagi aku meninggalkannya. Heeee,,,,, Perkataan buaya darat.
Lanjut cerita, Pas di waktu belajar malam, aku terlambat masuk ruangan. Hingga guru yang masuk memberikan hukuman kepada ku, Rasanya sangat malu ketika dapat hukuman di depan orang rame. Selesai hukuman, guru menyuruh ku duduk. Akupun mencari tempat duduk yang kosong baru duduk. Kebetulan bangku yang aku ambil berdekatan dengan seorang santriwati yang begitu elok dan menawan, dia menyapaku dengan suara lembutnya, hingga aku tidak karuan di buatnya.
__ADS_1
Kegiatan pun usai dan kami di suruh balik ke kamar masing-masing. Sesampai di kamar, aku bersiap-siap untuk tidur. Namun malam itu aku susah tidur karena terpikir dengan santriwati yang di sampingku tadi. "Seandainya malam ini lebih di lama-lamakan untuk kegiatan, aku akan tetap berada di sampingnya", Akhirnya aku tertidur juga.
Esok harinya waktu apel pagi, aku langsung mencari muncung hidungnya yang pesek itu. Hingga akhirnya aku menemukannya dan melirik sedik kepadanya. Sebenarnya kami satu ruangan dan sering jumpa dalam ruangan, Namun baru malam itu aku melihat ke anggunan nya. Sehabis apel kami masuk ruangan masing-masing. Dalam ruangan aku mulai melirik-lirik wajah anggun nya, hingga dia sadar kalau aku memperhatikan dia.
Tanpa sengaja waktu mempertemukan kami, waktu istirahat di kantin. Oh iya,,, Namanya Putri Amelia panggilan Putri.
Putri : Tadi kamu memperhatikan aku ya?
Aku : Tidak, aku tidak memperhatikanmu
(Dengan muka cemas aku mengelak)
Putri : Bohong,,,, kamu pasti melihat aku tadi
Aku : Tidak, aku cuma melihat kawan-kawan kok
Putri : Terserah kamu saja lah
(Pergi meninggalkan ku dengan muka kesal)
Tanpa berselang lama bel berbunyi, semua santri menuju ruangan masing-masing. Setelah masuk ruangan, dia sudah duduk di kursiku. Aku nyuruh dia pindah tapi dia tidak mau.
Aku : kamu kok di sini?, pindah sana ke bangkumu,,,,!
Putri : Gah ah,,,,, aku mau di sini saja sama kamu, biar kamu tidak capek melihat ke sana lagi.
Aku : Astaga put,,,, sebentar lagi guru masuk, nanti kita kena marahi.
Putri : Gak papa asal sama kamu
Aku : Astaga,,,,, Ya sudah, geser sana
__ADS_1
Akupun duduk bersampingan satu bangku sama dia, hingga dia nyerah sendiri dan kembali ke bangkunya.