Wasiat Bapak

Wasiat Bapak
CINTA MONYET


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu, tanpa terasa semua berubah begitu saja. Yang kecil jadi besar, yang tampan semakin ganteng, yang buruk menjadi cantik, tapi yang tua malah semakin tua. Ada umurnya yang bertambah dan ada juga yang berkurang.


Kehidupan di pesantren sudah sangat terbiasa bagiku, Semua terasa biasa-biasa saja. Namun ketika si dia mengirim kan sepucuk surat untukku, yang dulunya pandangan ku terhadap dia hanya sekedar kawan. kini dia berubah menjadi bidadari yang berselendang panjang, dan menyelimuti tidurku. Sehingga mimpiku terbawa terbang olehnya.


Dia adalah anak dari pak kiyai, yang memiliki wajah anggun juga menawan. Selain itu, dia juga bintang di kelas kami. ketika dia mengirimkan surat untuk ku. Yang membuat aku malu dan merasa tak pantas. Isi suratnya hanya sedikit, tapi maknanya sangat menakutkan.


oh iya,,, Namanya ZAINAB. Isi suratnya begini;


"Wahai engkau yang ada di sana, seseorang yang telah berhasil meluluhkan hati yang keras ini. Ini adalah rasa yang belum pernah aku rasakan, kini engkau telah membuatku merasakannya. Seandainya aku bisa berandai-andai, Engkau lah orang yang menemaniku hingga tua nanti. Andai engkau tahu, aku tidak bisa tidur karena mu. Bayanganmu selalu hadir di benak ku, Wajahmu selalu muncul di pandangan ku dan mimpiku selalu terisi dengan kehadiranmu. Bersediakah engkau menjadi imamku?."


Dari ZAINAB


Tolong di BALAS....!


Setelah membaca surat ini aku bingung harus jawab apa. Di malam hari aku masih terfikir untuk membalas suratnya, hingga aku nekat mengayunkan pena di atas kertas putih itu.


"Aku bukan lah seorang pujangga yang bisa merangkai kata-kata indah, dan bukan juga Superman yang bisa membawa mu terbang kemana engkau mau. Aku hanya manusia biasa, yang tidak luput dari salah dan lupa. Jika engkau memang betul-betul mendambakan ku, nantikan aku menghalalkan mu."


Surat demi surat meluncur, akhirnya waktu mempertemukan kami ngobrol berdua di dalam ruangan kelas. Aku adalah ketua kelas, sedangkan dia adalah wakil ketua. Awalnya kami ingin berbincang tentang peraturan kelas, tapi malah berbincang tentang hubungan berdua.


Aku : Apa peraturan yang ingin kamu usulkan?


Zainab : Terserah kamu saja


Aku : Kok malah aku sih?, kan kita yang berunding..!


Zainab : Apakah kamu serius mencintaiku?, ataukah kamu hanya ingin bermain-main denganku?


Aku : Kok malah kesitu?


Zainab : Jawab.....!


Aku : Apakah kamu pernah menunggu bintang di malam hari?, apakah kamu pernah merasakan kehilangan bulan di kala malam?.


Zainab : Maksudnya?


Aku : Dulu aku sering menunggu bintan di malam hari, tapi setelah mengenalmu tidak lagi. Dan aku sering kehilangan bulan di kala malam, tapi sekarang tidak lagi.

__ADS_1


Zainab : Apaan sih?, maksudnya apa coba?


Aku : Untuk apa aku menunggu bintang jika malam tiba, di siang hari aku sudah bersama bintang yang menghiasi hariku. Dan untuk apa aku kehilangan bulan di waktu malam, sedangkan bulan yang bersamaku ini sudah menerangi hidupku.


Zainab : Hmmmmm, masa iya?


Aku : Iya sayang...!


CENG....CENG ....CENG


(Bunyi bell tiga kali tandanya masuk kelas)


Aku : Bel sudah bunyi, aku ke sana ya !


Zainab : Jangan, masih kangen


Aku. : Kangen apaan?, tiap hari ketemu kok


(kawan-kawan pada masuk kelas)


Pelajaran pun berlanjut, setiap pelajaran beliau biasanya kami banyak hafalan. Mulai dari MATAN AL-JURUMIYAH sampai dengan kaidah-kaidah NAHWU. Saya selalu serius dikala pelajaran ini tiba, di karenakan guru kami mengatakan bahwa ini adalah kunci dari segala kitab.


Pelajaran pun usai berlalu, ketika saya hendak keluar dan mau pulang ke pondok, saya pun di segat sama si dia yang tadi. Dianya menyuruhku duduk dan tidak memperbolehkan ku keluar.


Zainab : Jangan keluar dulu, aku masih mau ngobrol sama kamu


(sambil ngomong dengan wajah manjanya)


Aku : Waktu besok kan masih ada


Zainab : Waktu besok akan terus ada, tapi untuk waktu sekarang ini tidak akan aku dapat lagi. Andai kamu tahu bagaimana rasanya di siksa batin sendiri, sungguh sangat menyakitkan. Tidur gak nyenyak, makan gak kenyang hanya karena fikiran ku sudah penuh dengan bayanganmu.


Aku : Jika kamu melihat batu besar, kamu pasti berpikir kalau itu berat. Tapi karena kamu hanya melihatnya saja, kamu tidak akan menanggung beratnya, terkecuali kamu pikul baru terasa berat.


Zainab : Aku tidak pernah memikul baru itu, tapi batu itulah yang selalu menimpa ku. Serasa dia sudah terikat di leher ini. Seandainya aku bisa aku bisa menyuruh dia pergi, aku akan menyuruhnya. Namun sayangnya, dia sudah terasa menjadi bahagian dari hidupku dan dengan terpaksa aku harus mengembannya.


Aku : Aku pamit ya, mau ke mesjid dulu, sholat Dzuhur.

__ADS_1


Zainab : Kenapa kamu selalu menghindar dariku?, apakah kamu tidak menghiraukan ku?. Ataukah kamu memang tidak punya rasa cinta terhadapku?, tolong jawab...!


(berkata dengan muka merahnya)


Aku : Bukan aku tak cinta, bukan juga tak sayang. Aku hanya tidak mau saja menjadi beban dalam pikiran mu.Untuk apa aku menjadi seseorang yang berarti di hatimu? jika hanya menjadi beban dalam hidupmu.


Zainab : Jika memang beban itu yang membuat aku bahagia gimana?, apakah kamu tidak mau menjadi bahagian dari kebahagiaan ku?.


Aku : Maaf,,,, aku harus pergi, waktu sholat sudah mulai habis. As-salamu'alaikum.


Dengan rasa berat, akupun beranjak meninggalkan dia. Namun yang tidak aku sangka, dia berlari mengejar ku dan langsung memeluk ku. Sambil meneteskan air mata dia berkata "Tolong jangan sia-siakan aku". Akupun melepaskan pelukannya dan beranjak pergi tanpa kata. Sesampainya di pondok, aku langsung baring dan tidur. Berharap biar aku tidak kepikiran sama dia tadi


Waktu berjalan terus, dan kami menjalani hari seperti biasanya. Oh iya, teringat tentang hubungan kami sudah tergantung entah di mana. Tapi dengan diam-diam aku selalu memperhatikan dia dari jauh, Ternyata tanpa aku sadari dia juga selalu memperhatikan ku. Sesaat kemudian waktu mempertemukan kami lagi, di tempat yang sama tapi waktu yang berbeda.


Zainab : Lama sudah kita tidak duduk bersama


Aku : Sepertinya iya


Zainab : Aku selalu memperhatikan mu dari jauh


Aku : Aku juga selalu memperhatikan mu


Zainab : Menurutmu hubungan kita ini bisa bertahan gak sih?


Aku : Aku selalu mendambakan kehadiran mu di sini, dan aku sangat menginginkan kehidupan bersamamu. Tapi aku harus selalu menahan diri untuk kebaikan mu dan aku. Jika kamu berkehendak, tunggulah aku untuk menghalalkan mu.


Zainab : Aku akan menunggu kedatangan mu, sampai kamu siap untuk menjemput ku.


Aku : Ya sudah, aku pergi dulu. I LOVE YOU.


Zainab : LOVE YOU TO


Semenjak itu kami tidak pernah lagi ngobrol berdua, dan kami menjalani hidup seperti kawan-kawan lainnya. Hanya berharap kami di pertemuka di kehidupan cinta.


SELESAI ......


Karya AR. HASIBUAN

__ADS_1


__ADS_2