With Love Cosmo

With Love Cosmo
Chapter 2


__ADS_3

ini chapter 2 yak.. smoga aja masih ada.. yang nungguin..


"Tak selamanya langit selalu cerah, akan ada masa nya ia bersedih, biarlah hujannya turun. Mewakili luka karena tak dapat bertemu sang mentari"


- Putri -


Title: With Love Cosmo


Genre: Romace


Rate: T+


Author: Putri Dwinata S


happy reading...


Suasana perpus masih seperti biasanaya, keadaan Himmel juga tak jauh berbeda dengan kebosanan yang semakin parah.


Ditambah pertemuan nya dengan sosok Ciel, membuat Himmel merasa jika ada yang sedang tidak beres, perasaannya seolah mengatakan akan ada kejadian besar yang menantinya.


Tidak mungkin kan tiba tiba si tukan bully itu mendadak melepaskan kesempatan didepan matanya untuk tidak menganggu Himmel, bahkan tanpa ada sarkasme dalam kata katanya, dikarenakan memang Ciel yang hanya menatapnya tanpa sepatah kata pun.


"Fil, loe udah selesai belum, lama amat sih belajar loe. Bosen gue makin parah nih". Himmel kembali mengoceh ini itu tentang kebosanan nya


Akhirnya Filius menutup buku bacaan nya dan mengembalikan nya ketempatnya semula, serta merapikan buku catatan nya yang penuh dengan tulisan hasil membacanya selama beberapa jam.


Melihat hal itu sontak Himmel langsung mengikuti kegiatan Filus dan mereka berdua berjalan kepintu keluar, namun ditengah jalan Himmel memutuskan untuk menceritakan apa yang baru saja dialami nya bersama Ciel.


Bukan rahasia umun lagi, permusuhan antara Himmel dan Ciel memang sudah diketahui banyak orang, walaupun hanya seputaran mahasiswa fakultas teknik dan sastra bahasa. mendengar apa yang Himmel ceritakan membuat Filius mengerutkan kening nya, seolah berfikir keras untuk mencari jawaban. Akhirnya ia memutuskan untuk menjawab.


"Mungkin ia sedang dalam mode serius, gue dengar nilainya juga menurun. Gue rasa efek ketemu adek gue, buat dia befikir ribuan kali untuk langsung memperbaiki nilainya".


Jawaban itu tentu saja membuat Himmel smakin penasaran dengan sosok 'adek' yang Filius maksudkan.


"Jadi, Fil kapan gue bisa ketemu sama 'adek' loe ini, sumpah ya makin penasaran gue, secara gila aja, Ciel bisa takluk gitu".


Terang saja Himmel membenci sifatnya yang satu ini, rasa penasaran yang tinggi. Terkadang rasa penasaran nya membuat posisinya sering tidak dalam keberuntungan. Namun disatu sisi ia juga menyukainya, tentu saja untuk bagian ini memperluas pengetahuan nya akan bahasa. (autor: dasar plin plan )


"Pan kapan deh, adek gue itu juga susah banget ngeluangin waktu nya, sok sibuk tuh bocah kadang kadang, apalagi buat gue, masa gue sebagai abang walpun ga kandung harus buat janji dulu kalo mau ketemu sama dia dari jauh jauh hari." keluh Filius


Malas berkomentar membuat Himmel lebih memilih untuk diam saja. Setelah ini ia akan pulang dan tidur sampai waktu makan malam tiba, memikirkannya membuat Himmel merasa seperti di surga.


Jangan memandang aneh, Himmel termasuk salah satu kaum rebahan, apapun yang ia lakukan, jika itu dikamar ia akan melakukannya sambil berbaring, dari mulai makan, baca buku, mengerjakan tugas, sampai hal yang mungkin orang awam tak bisa lakukan saat sedang rebahan.

__ADS_1


Tapi sekalinya rajin, ia bahkan bisa membersihkan seluruh ruang kelas beserta halaman yang ada difakultasnya.


"Fil, gue balik duluan ya. Thanks buat nemenin kegabutan gue". tanpa menunggu jawaban dari Filius, Himmel langsung melangkahkan kaki nya menuju parkiran tempat mobil nya berada


Memandang sekitar dan melihat disebelah mobil sport kesayangan nya terparkir mobil yang tak pernah Himmel lihat selama ia ada difakultas, sebuah mobil jeep berwarna hijau bercorak coklat, mobil jeep itu terlihat sanagt keren dimatanya. mungkin lain kali ia akan meminta orang tua nya membelikannya sebuah mobil seperti itu.


Bayangan untuk pulang dan melakukan aktifitas 'wajib' nya pupus sudah, karena kini Himmel mulai penasaran dengan pemilik mobil keren itu.


Setelahnya Himmel lebih memilih menunggu sipemilik mobil. Siapa tau jika ternyata pemiliknya adalah mahasiswa laki laki tertampan dan terkeren yang belum pernah ia lihat.


Menit pun berlalu, pada akhirnya menyerah karena rasa bosan. Membuat Himmel memutuskan untuk masuk kedalam mobilnya dan segera tancap gas langsung pulang. Namun belum sempat Himmel menginjak pedal gas kegiatannya terhenti karena melihat seseorang, lebih tepatnya seorang gadis.


Gadis itu kelihatan manis, jika saja wajah nya tidak sedatar papan strikaan baju yang biasa digunakan untuk menyetrika pakaian nya agar selalu rapi dan wangi.


Penampilan gadis itu juga tergolong tidak biasa, rambut pendek nya diikat longgar ditutup bucket hat. Sebuah jaket armi yang memeluk erat tubuh yang kelihatan mungil namun berisi itu. ditambah celana training berwarna hitam terlihat begitu sexy membungkus kaki ramping nya, lengkap dengan sepatu sport berwarna putih bersih.


Himmel tidak pernah melihat gadis itu, begitu manis, mungkin jika Himmel tidak terpukau terlalu lama, ia akan sadar jika gadis itu mengendarai mobil jeep yang sedari tadi ia tunggu tunggu pemiliknya, dan melaju pergi meninggalkan parkiran membiarkan Himnel yang masih terpaku dengan wajah merona.


"Damn..!, i think i'm fall in love". umpatnya


Mencoba menormalkan wajah nya agar tidak terlalu merah, Himmel kemudian melajukan kendaraannya keluar parkiran dan berencana pulang. Namun ditengah jalan ia menerima telfon dari ibu nya, menerima panggilan melalui sambungan bluetooth headset.


"Hallo ya Mum..?". sapa Himmel dengan suara yang lembut


" Ahh.., baiklah, tidak apa apa Mum, Himmel susah besar. Berhati hatilah dalam perjalanan, sampaikan salam ku pada Daddy".


" .... ".


"Bye Mum, luf yu".


Sambungan telfon itu berakhir, menghela nafas sebentar. Dikarenakan Himmel ditinggal orang tua nya pergi keluar negeri untuk seminggu penuh.


Sebenarnya Himmel sudah terbiasa dengan hal ini, walalupun ia memiliki seorang kakak laki laki, namun ia tak pernah benar benar memilikinya. Maksudnya sedari Himmel kecil, ia tak pernah melihat sosok kakak laki laki nya. Orang tua nya hanya mengatakan jika kakak laki laki Himmel harus tinggal dengan nenek dan kakek nya yang berada di luar negeri.


Banyak pertanyaan yang berputar di kepala Himmel, seperti, kenapa kakak laki lakinya harus tinggal bersama kakek nenek nya, kenapa tidak tinggal bersama mereka dirumah. Apa kakak laki lakinya itu sedang sakit atau apa?.


Namun pemikiran itu segera ia tepis jauh jauh. Himmel hanya berharap kakak laki lakinya baik baik saja dan suatu saat dapat bertemu dengan nya.


Sesampainya di rumah, setelah memarkirkan mobil sport kesayangan nya. Himmel langsung menuju kamar nya. Keadaan rumah nya sudah kosong karena orang tua nya sudah berangkat dari tadi.


Merasa badannya sedikit lengket membuat Himmel memutuskan untuk membersihkan diri, dan mengerjakan tugasnya sebelum makan malam.


Setelah selesai mandi Himmel langsung berpakaian, hanya kaos oblong putih dan celana panjang berwarna hitam. Membuat nya terlihat lebih segar, setelah merasa rapi Himmel langsung turun menuju ruang makan. Dimeja makan tersedia beberapa macam makanan yang mengundang selera, asisten rumah tangga pilihan ibunya memang benar benar seorang juru masak yang handal.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Himmel kemudian kembali menuju kamar nya. Mengerjakan tugasnya hingga pukul 10 malam. Setelah selesai ia merapikan bukunya dan berniat langsung menuju kekasih abadinya ( read : tempat tidur ).


Namun pada saat akan memejamkan mata nya, smartphone mahal nya berdering menandakan ada yang menelfon. Dengan malas ia mengangkat panggilan itu.


"Hallo..?". tanya Himmel dengan suara serak menahan kantuk


" .... ".


" Oh loe, kenapa Rash..?".


" .... ".


"Okay, boleh aja, sama siapa..?".


" .... ".


"El sama Ice..?, yakin loe mereka mau..?".


".... ".


"Oke besok ya, gue tidur dulu dah ngantuk soalnya".


Dan panggilan itu terputus. Himmel mulai menyerah pada rasa kantuk nya yang semakin tidak tertahankan. Perlahan kelopak matanya memberat, menutup dan menyembunyikan manik sekelam langit malam tanpa bintang itu.


Tertidur lelap menuju alam mimpi, berdoa semoga ia memimpikan gadis manis berambut pendek yang telah memikat hati nya untuk pertama kali.


.


.


.


.


.


TBC...


*hope you like it..


see y'll in next chap..*


silahkan tinggalkan keripik pedasnya..

__ADS_1


luf y'll... 💚


__ADS_2