Yang Tersakiti

Yang Tersakiti
Menunggu Untukmu


__ADS_3

“Hatiku sakit melihatmu bahagia dengannya… saat dulu engkau memberi harapan yang indah ku bahagia tapi harapan itu tak bisa jadi kenyataan karena itu semua hanya mimpi bagiku…” gumam Ica dalam hati.


Pagi ini Ica berangkat ke sekolah untuk belajar. Kebetulan hari ini hari senin jadinya Ica harus mengikuti Upacara Penaikan Bendera. Tiba-tiba Ica melihat orang yang dia sayangi beberapa bulan ini. Jantungnya serasa berdetak sangat kencang… “Ya Allah, apa yang terjadi denganku saat ini?” gumamnya dalam hati. Selesai upacara Ica tak melihatnya lagi. Sewaktu di kelas, semua orang memandang Ica dengan tatapan aneh. Ica yang hanya berdiri di dekat pintu kelasnya jadi keheranan karena tatapan temannya. “Cie, Cie, Cie, kalian jadian yah?” gumam Ira sahabat Ica yang tukang gossip. “Ha? Apaan sih…! Siapa yang jadian?” jawab Ica heran dan bingung “kalian… kamu dan Ivan… benarkan?” tukas Ira dengan berteriak “Hah…! Jadian sama Ivan? Aku tidak pacaran dengannya…”. Namun di benak Ica berkata “kapan yah Ivan punya rasa yang sama denganku?”.


Bel pulang pun berbunyi siswa-siswi SMP N. 5 Tangerang berhamburan untuk pulang. Tiba-tiba “aduh… Hati-hati kalo jalan pakai mata jangan pakai buku, jadi nabrakkan!” tukas ivan seketika “Maaf-maaf, aku tadi keasyikkan baca buku jadi tidak lihat jalan deh… hehehe” jawab Ica dengan nada mengalah dan gemetaran… Ivan hanya membalasnya dengan senyuman. Ica berkata dalam hati “Ya Allah… dia senyum padaku… akankah dia menyukaiku?”.


Keesokan harinya, seperti biasa Ica berangkat ke sekolah. Saat ica jalan depan lorong sekolah, tiba-tiba Ivan muncul dari belakang. Ica senang sekali bisa lihat Ivan pagi-pagi… “Wah… Ivan baru datang juga kebetulan sekali…” Ica bicara sendiridan tanpa disadarinya Ivan mendengarnya diapun berbalik dan menjawab pembicaraan Ica “Apa tadi yg kamu bilang? ko’ sebut-sebut namaku?” Ica tersentak kaget setengah mati mendengar tanggapan Ivan. Ica hanya bisa menunduk malu karena itu.


***


Tambah lama rahasia Ica semakin banyak yg tahu kalau Ica sayang sama Ivan. Saat kabar-kabar inilah Ivan menjauhi Ica… Bicarapun tak pernah… Hanya sakit hati yang Ica rasakan… Sungguh mimpi buruk yg ditimpanya saat ini. Kini yang ada di mata Ivan Cuma kesalahan-kesalahan yang di lakukan olehnya.

__ADS_1


“kenapa kamu berubah? Kenapa? Mana Ivan yang dulu aku kenal? Mana?” Ica berkata sambil menangis dalam hati di kelasnya. Ica hanya bisa memikirkan semua yang terjadi. Dia mengharapkan ini Cuma mimpi dan jika dia bangun semuanya akan kembali seperti dulu, tetapi Ica tak bisa pungkiri kalau ini semua kenyataan.


“ku pertahankan rasa ini untukmu biarkan ku menunggumu walau akhirnya menyakitkan”


Ica hanya bisa mengenang masa lalunya bersama Ivan… canda tawa Ivan… sifat menyebalkan Ivan dan hal-hal yang dia alami bersama Ivan.


Beberapa hari kemudian, Ica mendengar dari temannya kalau Ivan punya pacar. Hati Ica hancur. Ia sangat ingin menangis karena ia tahu kalau ia sedang berada di sekolah. Peljaran-pelajaranyang dituangkan hari ini tidak ada sedikitpun yang masuk di otaknya.. ia hanya memikirkan betapa bodohnya dia menyukai sorang Ivan yang jelas-jelas tidak menyukanya. Ivan yang dulu dikenalnya kini menjalin hubungan dengan teman dekat Ica. Ia pun tak tahu kalau Ivan pacaran dengan Rini.


Sebulan berlalu… Icapun merasa hubungan Ivan & Rini merenggang… tak ada lagi canda tawa yang menghiasi kisah mereka, tak ada lagi kemesraan di antara mereka berdua. Setiap mereka bertemu pasti hanya ada keributan dan pertengkaran.. Sampai-sampai Icapun bosan melihat mereka berdua. Sempat ketika Ica dan Ira pergi ke kantin. Tiba-tiba mereka melihat Ivan dan Rini bertengkar hebat di sana.. “kenapa sih kamu berubah? mana Rini yang ku kenal dulu? Yang baik, periang, ramah dan setia? Mana? Kenapa cepat sekali kamu berubah?” bentak ivan dengan wajah kecewa. “Aku tidak berubah! aku tetap Rini kamu tuh yang berubah! Sampai-sampai tak ada lagi waktu buat aku!” jawab Rini dengan wajah sok cueknya. “apa? Aku berubah? Kamu harusnya ngertiin aku.. aku sedang sibuk belakangan ini jadi tidak sempat buat ketemu denganmu.. yah kalau kamu tetap egois begini mending kita udahin hubungan kita sekarang! Ok!” perkataan Ivan yang tak sengaja terucap dan membuat hati Rini rapuh. “Ok! Jadi sekarang kita putus dan tak ada lagi hubungan di antara kita.” Ucap Rini dengan terpaksa. Kini Ica merasa bingung.. Ia harus merasa sedih atau senang? Di lain sisi Ica senang karena Ivan sudah putus dengan Rini, di sisi lain Ica sedih karena melihat hati Rini rapuh kayak begitu.


Tak terasa kini telah ulangan semester 2 dan sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional. Ica masih ingin di sekolah ini… ia tak mau berpasah dengan teman-teman dan gurunya. “Andai saja engkau tahu aku masih menjaga hati ini untukmu… tak ada yang mampu menggantikanmu sampai kapanpun!” Ica berkata dalam hati. Tiba-tiba di hadapannya terlihat Ivan sambil berbincang-bincang dengan temannya. “ya allah… tambah lama aku semakin mengaguminya begitu sempurnanyakah ciptaanmu ini tuhan…” kata ica dalam hati.

__ADS_1


Ica melamun memandang Ivan. Ivan pun heran kenapa Ica melamun sambil memandangnya. “ca’, Ica, kamu tidak apa-apa?” seru Ivan membangunkan lamunan Ica. “Eh… iya aku tidak apa-apa” jawab Ica kaget. “sekarang kamu mau ke mana?” Tanya Ivan. “Biasa, ke T4 Favorit aku!” jawab Ica dengan senyum termanisnya. “Boleh aku ikut? Bosan naih di rumah terus” kata Ivan memohon. “OK! Deh” jawab Ica singkat sambil mengedipkan matanya.


2 jam kemudian, “kita di mana?” Tanya Ivan. “di T4 Favoritku” jawab Ica sangkat. “inikan toko buku!” tukas Ivan dengan nada keheranan. “Memang ini toko buku… inilah T4 Favorit aku, Asikkan?” jawab Ica tersenyum… Ivan hanya mengangguk.


Lama-kelamaan Ivan tambah kagum dengan Ica karena Ica lebih suka ke T4-T4 yang berilmu dan bermanfaat daripada jalan-jalan yang tidak ada manfaatnya. Ica juga selalu jadi juara kelas.


Acara perpisahanpun di adakan, Ivan berencana akan menyatakan perasaannya kepada Ica. Tepat pukul 10.00 semua siswa sudah siap berangkat ke salah satu puncak. Kebetulan Ivan tahu banyak tentang kawasan ini. Tanpa sadar Ivan memotret Ica yang lagi menikmati pemandangan di puncak ini. “Ica…” teriak Ivan. “Iya… ada apa Van?” tanya Ica heran. Kebetulan kali ini mereka hanya berdua. “Ca, aku mau bicara serius denganmu?” ucap Ivan serius. “bicara saja” jawab Ica penasaran. “Ca, kamu berbeda dengan cewek lainnya… kamu baik, pintar, cerdas, dan cantik. Aku kagum denganmu!” kata Ivan memuji Ica. Dalam hati Ica berkata, “apa aku tak salah dengar? Ivan kagum padaku… ya allah terima kasih atas semua ini…”. “makasih atas pujiannya” jawab Ica sambil tersenyum. Ivan membalasnya dengan senyuman juga. “Ica… sebenarnya rasa kagumku ini membuat perasanku jadi indah…” ucap Ivan sambil menatap Ica. “apa maksudmu Van?” jawab ica penasaran sekali. “Ica… Aku sayang sama kamu… Maukah kamu jadi kekasih hatiku? Aku janji tak akan manyakitimu… Aku janji!” ucap Ivan meyakinkan Ica. “ya allah… Ivan menyukaiku…Dari dulu ini yang ku harapkan makasih tuhan” ucap Ica dalam hati. Ica hanya mengangguk lalu tersenyum.


“Awal yang menyakitkan tapi akhir yang indah” “Penantian selama berbulan-bulan ternyata menjadi kenyataan”


..I WILL WAITING FOR YOU IN MY HEART..

__ADS_1


__ADS_2