Yang Tersakiti

Yang Tersakiti
Dia


__ADS_3

Malam ini entah mengapa mataku begitu sulit tuk mengatup. Dalam pikiranku hanya penat dengan 1000 macam masalah yang tak berakar. Akhirnya ku bangun dan mengambil buku harian. Ku buka lembaran demi lembaran yang telah penuh dengan tulisan masa silam sambil sesekali ku baca untuk mengenang.

__ADS_1


Aku bingung akan perasaan yang aku rasa malam ini mengapa tiba-tiba terlintas wajah seseorang dalam pikiranku. Akupun bertanya dalam diriku sendiri dan tak menghiraukan rasa heranku, “Apa ini yang aku pikirkan hingga tak bisa tidur?”. Aku sedikit bingung kenapa harus dia yang aku pikirkan. Sebut saja dia Rafa, cowok yang sudah 3 bulan’an ini jadi pacarku. Baru kali ini aku ingat dia. Sejujurnya dari awal jadian nggak pernah aku pikirin dia, malah aku emang nggak mau mikirin dia. Aku nggak pernah mau tahu sedikitpun tentang dia dan emang nggak pernah nyari tahu tentang dia karena dia extra lebay dan sebenarnya aku nggak pernah suka sama dia walaupun sudah 3 tahun dia suka sama aku.

__ADS_1


Hubungan kita ada tanpa rencana hanya saja saat itu dia kembali hadir pada waktu yang tepat pada waktu aku butuh seseorang untuk bikin mantanku yang resek itu jadi panas dan nggak enak makan juga. Abisnya semenjak putus dia sering gebet cewek teman sekelasku yang otomatis tiap hari donk aku lihat dia. Keinginankupun tercapai buat bikin mantanku jealous tapi sekarang aku malah bingung caranya buat pisah sama si Rafa yang extra lebay dan begitu cintanya sama aku. Dia terlalu baik buat aku malah dia lebih baik dari mantanku. Dia baik banget, perhatian, selalu ada, selalu bisa, setia, pengertian dll, pokoknya semua serba lebih dari mantanku tapi itu pun nggak pernah bikin aku suka sama dia.

__ADS_1


Udah 1 minggu kita SMA, 1 minggu pula kita nggak saling tukar kabar dan nggak bisa ketemu kaya’ dulu karena kita beda sekolah. Awalnya aku biarin dan ngerasa biasa aja tapi makin hari aku malah kepikiran dia karena baru sekarang dia gini. Walaupun gengsi akhirnya aku hubungi dia duluan tapi responsnya nihil. Aku bingung juga sih. Tapi lama-lama aku capek jadinya aku biarin deh sampai 1 minggu lamanya dan sampai 6 bulan ini. Aku udah hubungi dia tapi nggak bisa-bisa, nyari tahu tentang dia keteman-teman SMPnya, teman-teman lesnya sampai keteman-teman SMAnya tapi itu belum bisa juga bikin aku ketemu dia.

__ADS_1


Dan kemarin tepat di hari ultahku dia datang, aku lihat dia di depan sekolah. Betapa girangnya hati. Teman-temanku udah pada olok-olok aku dengan sebutan Rafa dan berfikir seperti yang aku kira. Aku kira dia datang sebagai kado terindah di hari ultahku seperti tahun lalu dia datang dengan misteri yang mengesankan. Tapi kenyataan berkata lain, dia datang bukan buat aku tapi buat cewek lain yang nggak lain teman 1 sekolahku. Tahukah dia bahwa saat ini aku begitu mencintainya dan aku benar ngerasa sakit melihat kejadian itu.

__ADS_1


__ADS_2