
“Sejak pertemuan itu ada sesuatu yang berbeda dalam hati ini, tak tau apa yang sedang membuat hati ini beda, apakah aku suka dia? tapi itu tak akan mungkin!” Reno memikirkan seseorang, yang tiada lain yaitu Reina. Seseorang yang pernah dia kenal sejak dia masih kelas 7 smp.
Seketika itu kulihat Reina sedang duduk di bawah pohon yang hijau, dalam hati ini ingin sekali kalau aku ada di sampingnya menemaninya, tapi rasa malu, gugup tertancap di hati ini. Sungguh sulit melangkahkan kaki ini untuk berjalan menemuinya.
Tapi, pada akhirnya kulangkahkan kaki dengan di dertai bacaan basmalah, kulangkahkan kaki ini tuk menemuinya.
“Hy Reina, sedang apa kamu disini sendirian?” Reno duduk di samping Reina.
“Hy, lihatlah di sekitarmu, begitu indah bukan? pemandangan di sini begitu indah sejuk pula” Rupanya Reina setiap sorenya selalu menghabiskan waktunya di sini sampai metahari terbenam.
“Iya di sini memang indah, dan sangat sejuk.”
“Reno, coba kamu lihat matahari itu terbenam begitu indah” Reina menunjuk ke arah matahari, dimana matahari itu terbenam begitu indah.
“Ya memang tapi ada lagi yang paling indah yaitu tiada lain melihat mu bahagia.” Dalam hati Reno.
Sempat terlintas dipikiranku untuk mengungkapkan perasaan ini kepada Reina, tapi betapa susah lidah ini untuk mengatakan I LOVE YOU, mungkin saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaanku, pikirku.
__ADS_1
Setelah lama berbincang-bincang, tak terasa hari mulai larut malam, karena itu kami bergegas untuk meninggalkan tempat itu.
Di malam ini, rasanya sulit sekali untuk menutup mata ini untuk tidur. Dalam hati ini masih teringat seseorang, yang tiada lain adalah Reina.
“Andai kau tau isi hati ini!” Reno dalam hatinya.
Tak terasa malam berganti pagi, Reno segera bersiap untuk ke sekolahnya.
Keadaan sekolahku ini masih sangat sepi, ya memang karena hari ini aku berangkat lebih cepat dari biasanya. Ketika kulihat ada seseorang di kelas yang sedang duduk sambil menundukkan kepalanya, dan terdengar sepertinya dia sedang menangis. Kucoba mendekatinya, kucoba tanya siapa namanya.
tiba-tiba dia mengangkat kepalanya dari meja tempat dia menundukkan kepalanya. Begitu kaget ternyata dia adalah Reina.
“Kenapa kamu menangis?” Reno mengusap air mata Reina yang ada di pipinya.
“Aku tidak bisa menceritakannya kepadamu, karena ini masalah keluargaku!” Reina.
“Aku mengerti. Kamu jangan bersedih lagi masih ada aku di sini.” Reno
__ADS_1
“Makasih kamu memang sahabat aku yang paling baik.” Reina.
“Reina, sebenarnya sudah lama aku ingin mengatakan ini…” Reno, ucapannya terpotong.
“Mengatakan apa?” Reina.
“Sebenarnya aku itu sudah menyukaimu sejak kita bertemu. Aku suka sama kamu. kamu mau menjadi kekasihku?” Reno menatap Reina.
“Maaf Reno, tapi ini terlalu cepat” Reina meninggalkan Reno sendiri.
Betapa hancur hatiku saat itu, mendengar ucapan Reina tadi.
Hari-hari berikutnya Reno terlihat agak berbeda, setelah kejadian kemarin kini Reno selalu menyendiri, mungkin karena masih terpikir ucapan Reina menolak cintanya. Hingga Suatu hari ketika pulang sekolah, Reno melintas jalan raya dengan wajah sedih dan pucat.
“Aaaaaaaaahhhh..” Reno terjatuh tertabrak motor yang sangat melaju cepat. kepala Reno terbentur keras sehingga dia pendarahan yang banyak, Reno segera dilarikan ke rumah sakit terdekat namun nyawanya tidak tertolong lagi.
“Reno maafkan aku seharusnya dulu aku menerima cinta mu. maafkan aku Reno, aku menyesal telah menyia-nyiakan kamu.” Reina menangis di atas batu nisan Reno. Tapi semua telah terlanjur terjadi.
__ADS_1