Young Married

Young Married
Chapter 37


__ADS_3

"Radit kamu enggak apa apa kannn ayukk aku antar ke UKS bersihin luka kamu.Ucapku sambil membantunya berdiri ."



"Udahh enggak usah sasya aku bisa sendiri.Ucap Radit lalu memegang sudut bibirnya yang perih akibat pukulan farhan."



"Udah jangan ngeyel tuhhh luka kamu parahh banget malah bilang enggak apa apa ini juga kan kesalahan aku kalau aja tadi kamu nurut enggak bantu aku pasti hal kayak gini enggak akan terjadi.Ucapku sambil memapah tubuh Radit menuju ruang UKS."



"Iyahhh dehhh kalau kamu maksa.Ucap Radit tetapi dalam hati dia sangat bahagia bisa sedekat ini sama sasya dan enggak nyangka sasya sangat perduli serta perhatian kepadaku coba aja dari dulu aku nunjukin perasaan aku ke sasya aku yakin saat ini yang akan menjadi pacarnya itu aku bukan si cowok brengsek kayak farhan ."



"Tasya aku izin yah kalau ada guru selanjutnya bilang jagain Radit di uks yang lagi sakit.Ucapku ke sahabatku."



"Iyahhh sya tenang aja semuanya aman terkendali.Ucap Tasya."



Di sepanjang perjalanan menuju ruang UKS Radit selalu memanfaatkanya untuk semakin dekat dengan sasya misalnya saja pura pura kakinya sakit biar terus terusan meluk sasya.



"Awwwwww... Jerit Radit saat naik di atas tempat tidur yang di sediakan di ruangan UKS."



"Hati hati dit ...Ucap sasya lalu jalan ke arah lemari mencari kotak P3K."



Setelah menemukan kotaknya aku langsung kembali ke tempat Radit baring lalu membantunya duduk biar gampang ngobatinya,aku juga ikut duduk di hadapanya.



"Siniii maju dikit dit biar gampang aku bersihin dara di bibir aku.Ucapku sambil memegang kepalanya lalu membersihkan darah di bibirnya lalu muka dan bagian yang lain."



"Tahannnn yahh ini lumayan perihh banget.Ucapku sambil ngolesi saleb di bagian yang luka."

__ADS_1



"Awwwwww perihh..Ucap Radit yang fokus liatin sasya dengan telaten ngobatin lukanya,aku ikas luka setiap hari kalau sasya yang ngobatin hehe."



"Fooooo...ffff ....Sini dekat dikit aku tiupin biar hilang perihnya.Ucapku sambil tiup luka di muka Radit sedangkan radit malah memejamkan mata menikmati setiap setuhan sasya di wajahnya."



Setelah lukanya kering aku lalu menempelkan salep di bagian yang luka terus nyuruh radit baringan buat istrahat.



"Kamu tidur aja dulu aku mau keluar sebentar.Ucapku yang tiba tiba ingat kalau farhan juga luka sebagai istri yang baik seharusnya aku ngobatin dia."



"Jangan pergi sya aku masih butuh kamu di samping aku.Ucap Radit menarik tanganku yang hendak pergi ."



Iyahhh dit aku keluar bentar doang terus balik ke sini lagi jadinya kamu enggak boleh kemana mana.Ucapku lalu pergi meninggalkan radit menari keberadaan farhan.




Farhan sangat tidak menyangka dengan kelakuan sasya untuk melampiaskan kemarahanya dia terus terusan menghisap batang rokok sampai habis tidak menyisahkan sebatang pun....sebenarnya dia sudah lama berhenti merokok,berhenti ke club namun ketika fikiranya sedang kacau maka rokok jadi pelampiasan.



"Kamu liat farhan nggak?.Tanya sasya ke siswa lain namun mereka tidak melihatnya."



"Kamu dimana sihh farhan jangan buat aku khawatir aku enggak ada niatan buat nyakitin kamu.Ucapku sambil duduk karena udah cari farhan kemana mana tapi enggak ketemu."



"Ehhh sasya ngapain duduk sendiri gitu?..Tanya cowok cowok nakal di sekolah tetapi sebenarnya mereka baik kok cuman cara pakaian mereka aja yang mirip anak berandalan."



"Kalian ngeliat farhan nggak????? aku udah nyariin kemana mana tapi enggak ketemu kalau pulang pasti mobilnya dibawa ini mobilnta ada di parkiran pasti dia masih ada di sekolah ini.Ucapku panjang lebar ke mereka ber tiga."

__ADS_1



"Owhhh yang anak baru itu tadi kami mau main di rooftop sekolah tetapi di sana kami liat dia mukulin tembok sampai tanganya berdarah jadinya kami enggak jadi ke sana takut di pukulin.Ucap mereka."



Makasihh yahhh infonya..Ucapku lalu lari meninggalkan mereka dengan tatapan bingung yang ada di fikiranku saat ini hanya kondisi farhan.



"Farhannnnn stopppppppp hikksss stoooopppo..Teriakku saat menyaksikan dengan mata aku sendiri dia terus terusan mukul tembok walaupun tanganya udah berdarah darah."



"Kamu ngapain disini udah sana urusih aja tuhh sih Radit enggak usah perduliaan suami kamu sendiri.Ucap farhan dengan menekan kata radit lalu memukul tembok berkali kali."



Aku jalan ke arah farhan sambil nangis lalu memeluknya dengan eratt ,aku enggak mau liat dia terluka.



"Plisss sayang stoppp hikkksss udahh mukulnya aku minta maaf .Ucapku menangis di pelukanya."



"Kenapa harus minta maaf kannn Radit lebih penting dari pada aku.Ucap farhan tanpa memperdulikan aku."



Aku melepaskan pelukanku lalu jalan meraih tanganya yang luka .....



"Kamu gila yahh sampai ngelakuin hal bodoh kayak gini .Ucapku dengan suara meninggi sambil nangis."



"Ini enggak sebanding dengan yang kamu lakuin dengan radit di hadapanku.Ucap farhan lalu memalingkan wajahnya ke arah lain."




__ADS_1


__ADS_2