
Hari ini genap seminggu Farhan pergi dan enggak ada kabar sama sekali, aku udah coba hubungin berkali kali namun nomornya enggak aktif lagiπ£ Aku mulai terbiasa tanpa dia , aku setiap harinya berusaha menyibukan diri mulai dari memasak beberapa cake kesukaaku.
"Pagi non, gimana tidurnya nyenyak nggak..Sapa bi yani."
"Pagi juga bi alhamdulilah. Ucapku tersenyum."
"Wahhh tumben bibi buat makanan banyak banget pagi ini emang ada acara apa?. Tanyaku yang bingung dengan sikap bi yani."
"Enggak ada apa apa sih non kan hari ini jadwal non harus cek ke dokter jadinya harus sarapan yang bergizi biar bayinya sehat sehat.Balas bibi sambil tersenyum ke arahku."
"Makasih banget bi udah perhatian sama sasya, sasya aja sampai lupa loh kalau hari ini harus ke cek ke dokter. Balasku sambil duduk dan menyantap sarapan dengan lahap."
Setelah selesai sarapan aku langsung kembali ke kamar , entah kenapa aku merasa semakin kesini udah enggak ngerasain sakit yang berlebihan mungkin bayi aku ngerti kondisi aku saat ini.
Berhubung aku udah mandi jadinya ganti baju aja terus jalan jalanπ ke rumah sakit. Berhubung supir pribadi aku lagi pulang kampung karena ada keluarganya yang berduka jadi hari ini terpaksa aku pesan Grab car aja , ingat sya enggak boleh manja.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya supir grab nya datang juga.
"Mba sasya ya. Tanya supir grabnya."
__ADS_1
"Iyah mas ....."
"Silahkan masuk, hati hati ya mba .Ucap mas grabnya."
Aku hanya terdiam sambil melihat di sekeliling jalan dan berpikir andai aja farhan enggak pergi pasti kita bisa pergi cek ke dokter sama sama .
"Udah sampai mba. Ucap supir grab yang membuyarkan lamunanku."
"Iyaa iya mas makasih. Ucapku sambil membayar sewa grabnya dan turun dari mobil."
Saat sedang asik jalan menuju ruang pemeriksaan ibu hamil, aku ngerasa kayak ada yang manggil.
Saat sasya keluar dari mobil ...... Randy sudah memperhatikanya sejak awal.
Namun dahi Randy berkerut saat melihat kok mobil yang ngatarin sasya pergi begitu saja , sasya kesini sendiri? Terus suaminya mana kok nggak ngantarin? banyak hal yang ingin Randy tanyakan akhirnya dia berlari mengikuti arah sasya berjalan.
"Sasyaaaa.... syaa... tunggu.Teriak Randy sambil ngos ngosan kayak abis di kejar maling."
"Randy.... kamu ngapain lari lari sumpah kayak anak kecil aja . Ucapku tersenyum melihat kelakuanya yang enggak pernah berubah."
__ADS_1
"Abisnyaa kamu sihh cepat banget jalanya. Balas Randy sambil cemberut."
"Ehhh ngomong ngomong kamu ngapain disini? mau cek kehamilan?. Tanyaku penasaaran."
"Kalau kamu kenapa datang sendiri? mana suami kamu kenapa dia biarin kamu cek sendiri kan seharuanya dia nemanin kamu?. Tanya Randy bertubi tubi yang membuatku bingung harus jawab apa."
"Aku nanya duluannn tau kok kamu malah balik nanya. Balasku kesal melihat tingkah randy."
"Yaudah kamu jawab dulu pertanyaan aku, baru aku jawan pertanyaan kamu.Balas randy yang enggak mau kalah."
"Dasar curang kamu yahhh..... yaudah yaudah aku ngalah , aku datang sendiri karena aku pengen mandiri enggak bergantung sama suami kamu dan dia kebetulan lagi sibuk kerja jadi enggak bisa nemanin aku buat cek ke dokter. Ucapku panjang lebar sambil tersenyum biar Randy enggak curiga kalau aku bohong."
"Ohhhhhhhhhhhhhhh... Balas Randy."
"Biasa aja bibirnyaa enggak usah monyong gitu jelek banget..... terus kamu ngapain disini. Tanyaku penasaran."
Biasa lagi cari calon istri ehhh ketemunya istri orang. Balas Randy sambil tertawa.
πππππππππ
__ADS_1