
Didesa KUZA tepatnya dikediaman KLAN XIAN
Ada seorang anak laki-laki berumur 14 tahun bernama Zan Xian.
Pagi ini ia sedang berlatih sendirian,saat sedang berlatih ayah Zan Xian datang bersama empat prajurit KLAN XIAN di belakangnya.
"Anakku Kemarilah" Ucap ayah Zan Xian
"Baik ayah" Jawab Zan Xian kepada ayahnya
"Ayo ikut ayah" ajak ayah Zan Xian
Mereka pun pergi dan saat diperjalan menuju ke tempat tujuan mereka Zan Xian bertanya kepada ayahnya,
"Ayah kita akan pergi kemana?"
"Kita akan keluar desa lalu pergi ke Hutan pinus,disana ayah akan melatihmu" Ucap Ayah Zan Xian
"Akhirnya ayah mau melatihku,aku janji tidak akan mengecewakan ayah" Ucap Zan Xian bersemangat
Sekitar 20 menit mereka berjalan menuju ke hutan pinus akhirnya mereka pun sampai.
"Zan Xian ayah akan mengajarkanmu ilmu singa petir biru,agar bisa menguasai ilmu ini kamu harus memperkuat kekuatan fisikmu,kemudian kamu harus melatih kecepatanmu dan kelenturan tubuhmu" Ucap ayah Zan Xian.
"Baik ayah" Jawab Zan Xian
"Oke ayo kita mulai latihannya" Ucap ayah Zan Xian
6 jam kemudian setelah Zan Xian berlatih,tak terasa hari pun sudah mulai gelap,
"Hari sudah mulai gelap ayo kita kembali ke desa" Ucap Ayah Zan Xian
"Hoos,hooos,hooos baik ayah" Jawab Zan Xian sambil mengatur pernafasannya
Mereka pun berjalan pulang ke desa KUZA,sesampainya mereka di desa KUZA di rumah kediaman KLAN XIAN ayah Zan Xian berkata,
"Zan Xian istirahatlah besok kita akan melanjutkan pelatihan"
"Baik ayah" jawab Zan Xian
Pagi hari kemudian dihutan pinus,
__ADS_1
Di perlihatkan Zan Xian sedang berlatih bersama ayahnya dan di kawal oleh beberapa prajurit KLAN XIAN.
"Zan Xian kamu harus menghindari batu-batu ini untuk melatih respon dan kecepatan tubuhmu,bersiaplah" Ucap ayah Zan Xian.
"baik ayah" Jawab Zan Xian mempersiapkan dirinya untuk menghindari batu.
Ayah Zan Xian pun melemparkan batu pertama ke arah kepala Zan Xian,batu itu dengan cepat melesat ke arah kepala Zan Xian.
"Apa cepat sekali" Ucap Zan Xian
Pruuuk..., suara batu itu mengenai kepala Zan Xian,ia merasa pusing akibat terkena serangan itu,dan Zan Xian pun jatuh tergeletak di tanah dan pingsan.Dua jam kemudian ia terbangun.
"Aduuuh,sakit sekali" Ucap Zan Xian
"Zan Xian bersiaplah,musuh tidak akan berbelas kasihan kepadamu" Ucap Ayah Zan Xian
kemudian Ayah Zan Xian melempar lima buah batu sekaligus Kepada Zan Xian,melihat itu Zan Xian melindungi kepalanya dengan menggunakan kedua tangannya,dua dari kelima batu itu mengenai perut dan dada Zan Xian,Zan Xian pun jatuh tergeletak di tanah.
Melihat itu ayah Zan Xian berkata,
"Zan Xian ingat musuh tidak akan mengasihanimu".
Ia pun langsung melemparkan lagi satu buah batu ke arah Zan Xian yang sedang tergeletak ditanah dan menahan rasa sakit,Zan Xian pun langsung berdiri dan melompat menghindari batu itu,melihat Zan Xian berhasil menghindari batu itu ayah Zan Xian berkata:
Ayah Zan Xian pun langsung melempari batu lagi ke arah Zan Xian tetapi kali ini dia melemparkan batu secara beruntun,Melihat itu Zan Xian mencoba menghidari batu-batu itu,ia berhasil menghindari batu pertama tapi nahas batu-batu berikutnya tidak dapat dihindarinya,Zan Xian pun pingsan dan ia terluka lumayan parah.
Melihat kondisi anaknya ayah Zan Xian memerintahkan prajurit yang sedang mengawal mereka di hutan pinus untuk membawa pulang Zan Xian ke desa KUZA dan membawanya kepada tabib agar di obati.
Dirumah kediaman KLAN XIAN tabib yang sedang mengobati Zan Xian berkata,
"Dia baik-baik saja hanya perlu banyak istirahat,dalam waktu satu minggu saya yakin Tuan muda pasti sudah pulih kembali"
"Oh iya baguslah kalau begitu" jawab salah satu prajurit yang membawah Zan Xian dari hutan pinus
"Baiklah tugasku sudah selesai,saya pamit pulang" Ucap tabib itu
"Oh iya terima kasih yah,tuan tabib" jawab salah satu prajurit yang membawah Zan Xian.
Tabib itu pun kembali ke rumahnya.
1 Minggu kemudian dipagi hari,
__ADS_1
Di perlihatkan Zan Xian yang sudah pulih sedang berdiri memperhatikan langit,
"Sepertinya cuaca hari ini bagus untuk latihan" Gumam Zan Xian.
Zan Xian pun pergi keluar desa lalu menuju ke hutan pinus sendirian,saat di perjalanan ia melihat seorang anak gadis sedang di kejar beberapa orang yang memakai topeng hitam dan jubah berwarna hitam sambil memegang sebuah pedang,melihat itu Zan Xian dengan cepat bersembunyi di semak-semak dan mengintip.
"Tolong.....,tolong aku" Teriak Gadis itu
Saat gadis itu sedang berlari tiba-tiba munculah salah satu orang yang memakai topeng hitam itu di depannya,
"Mau lari kemana lagi kau bocaaah" Ucap salah satu orang yang memakai topeng hitam itu
"Tolong,tolong..." Teriak gadis itu ketakutan
Melihat gadis itu telah terkepung oleh orang-orang bertopeng hitam itu,Zan Xian pun keluar dari semak-semak,
"Jangan ganggu dia atau kalian akan ku habisi" Teriak Zan Xian
Mendengar suara teriakan Zan Xian orang-orang bertopeng hitam itu mengalihkan pandangan mereka kepada Zan Xian,
"Hahaha hey bocah bisa apa kau?" Ucap salah satu Orang bertopeng hitam itu sambil tertawa
"Bisa menghabisi kalian semua" jawab Zan Xian dengan berani
"Dasar bocah kurang ajar" Teriak salah satu orang bertopeng hitam itu
Kemudian Salah satu orang bertopeng itu pun maju menyerang Zan Xian dengan menggunakan pedangnya,
" Hiiiiyaaaaaaah rasakan ini,dasar bocah sialan " Teriak orang yang mau menyerang Zan Xian
Zan Xian pun menghindari serangan tersebut,lalu ia menyerang balik dengan memukul wajah orang bertopeng hitam itu,
"BRUUUK"
"Rasakan itu orang jahat" Ucap Zan Xian dengan semangat.
salah satu orang yang memakai topeng hitam itu pun tergeletak di tanah akibat diserang oleh Zan Xian,melihat itu orang-orang yang memakai topeng hitam lainya marah.
"Dasar bocah sialah,Ayo kita beri pelajaran pada bocah ini" Ucap Salah satu orang yang memakai topeng hitam itu.
Orang-orang bertopeng hitam itu pun maju menyerang Zan Xian,melihat orang-orang bertopeng hitam itu maju menyerangnya,Zan Xian tidak tinggal diam saja tanpa pikir panjang ia pun maju menyerang mereka.
__ADS_1
"HYAAAAAA"
Zan Xian pun meloncat dan menendang kepala salah satu orang bertopeng hitam itu,orang yang ditendang kepalanya oleh Zan Xian langsung terjatuh pingsan,tetapi pada saat bersamaan Zan Xian juga terkena tebasan dari belakang oleh salah satu orang bertopeng hitam lainnya.