
Sejak kami pindah disini sudah kali ketiga kami mendapatkan kiriman hadiah tanpa nama, dan semua kejadiannya sama ,dikirim tengah malam dengan hanya di geletakkan tepat di depan rumah kami.Entah siapa yang mengirimkan nya dan dengan tujuan apa kami tidak tahu.
Hadiah tersebut berbentuk kotak ,ukuran nya tidak terlalu besar, dibungkus kertas kado berwarna hitam polos dan di ikat dengan menggunakan tali pita berwarna putih, anehnya lagi semua nya sama persis ,hanya saja kami tidak tau apa isi dari ke tiga kiriman itu karena sampai sekarang kami belum pernah membukanya.
" Buang saja semua kiriman itu , apa nggak takut kalau isinya barang barang berbahaya " kata umi' sambil menyerngitkan dahi.
" Jangan dulu mi' ,siapa tau orangnya salah kirim,
soalnya nggak belum tau kalau rumah ini sudah dijual" sahut ku.
Fikiranku terus berputar memikirkan bagaimana cara agar bisa mengetahui siapa sebenarnya pengirim dari semua hadiah itu,sambil ku bolak balikkan hadiah itu berharap ada petunjuk. Aku berjalan menuju lantai atas ke kamar tidur ku hendak menyimpan barang tersebut .
Aku duduk di depan meja belajar ku , dan kutaruh hadiah itu diatas meja tersebut .Kuraih ponselku dari dalam tas yang ku gantungkan di dinding sebelah meja belajar ini.Dengan segera ,Aku mencari kontak kakakku yang sekarang sedang berkuliah di universitas Ummul Quro , Arab Saudi.
" hallo,assalamualaikum " ucapku mengawali pembicaraan.
" waalaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh,ada apa dek kok tumben pagi pagi udah telvon " jawab Nya
" kaifa haluk bang? adek ngganggu nggak ,"
" Alhamdulillah ,bi khoir , nggak ngganggu kok ini lagi jam istirahat .ada apa dek? "
" Alhamdulilah ,deh kalo abang sehat sehat aja,gini bang adek mau cerita , tadi pagi kita dapet kiriman aneh lagi ,ini udah ke tiga kalinya apa kita perlu bilang polisi ,atau kita buang aja semua kirimannya , menurut abang gimana?"
" hah lagi, " jawab bang Ramdan kaget.
" Begini aja dek,coba malam ini kamu begadang sama adek mu ,Faisal ,siapa tau malam ini orangnya ngirim lagi "
" ceritanya jadi mata mata nih, oke lah nanti malam aku coba "......
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"eh , kok belum pada tidur , ini sudah jam 10 " ujar abi ketika melihat aku dan Faisal yang masih duduk di ruang tamu .
" Belum bi, masih ada tugas yang belum selesai " jawabku sambil tersenyum .
Aku sengaja tidak memberi tahu umi' dan abi tentang ide dari bang Ramdan, karena abang melarang kami untuk mengatakan kepada mereka.
Faisal yang duduk disebelahku tiba tiba menyenggol tanganku dengan bahunya,
" nggak bilang aja kak ke abi?", ujarnya berbisik
" syutt,,tadi abang bilang jangan dulu" balas ku dengan berbisik juga .
Jam terus berputar hingga menunjukkan pukul 00 : 15 wib ,tapi belum ada tanda tanda apa pun . Rasa kantuk terus menyerang , agar aku bisa melawan nya aku berjalan mondar mandir didepan pintu ,sedang kan adek ku sibuk main game di ponsel ku. Tak lama waktu berselang tiba tiba terdengar suara sepeda motor yang berhenti di depan rumah kami, aku pun segera mengintipnya lewat jendela.
" syut ..syut dek sini," ucapku sangat lirih kepada Faisal.
"sudah datang kak orangnya?," tanya Faisal yang sudah berdiri dibelakang ku.
" bismillah ....", ucap ku lirih.
ku putar gagang pintu dengan perlahan agar tidak menimbulkan bunyi dan dengan cepat aku membukanya .
" siapa anda, ?" tanyaku singkat tapi tajam.
Sontak pria tadi langsung kaget setelah melihatku dan berusaha berlari meninggalkan rumah kami. Adik ku sempat menahan nya dengan menarik tangannya,tapi tidak berhasil ,si pria tersebut melakukan perlawanan sehingga dapat lolos.
" Kakak lihat ini ?," ujar Faisa sambil membuka genggaman tangan nya dan menunjukkan sesuatu kepadaku .
" gelang tangan ??,"
__ADS_1
...****************...
Ada banyak pertanyaan yang berkecamuk didalam fikiranku .Pertama ,siapa sebenarnya pria tadi malam , Kedua ,mengapa mereka seperti ketakutan ketika melihat kami, kemudian apa maksud mereka dengan semua itu,apakah ini sebuah rencana kejahatan. Sementara aku sibuk dengan fikiranku datanglah seorang wanita memakai pakaian serba hitam menghampiri ku.
" Husnah, kenapa antum?"
" eh ,kak Sabrina bikin kaget aja, aku nggak apa apa kok," jawabku sambil ku lempar senyuman kepadanya.
" Tapi aku perhatikan dari tadi ngelamun terus"
" Beneran kak ,aku nggak apa - apa" ujarku mencoba meyakinkan kak Sabrina.
" Ngomong ngomong , bagaimana kondisi ustadz Hamid ?,aku dengar kemarin beliau sakit "
" Alhamdulillah ,sudah baikan ,Abah kemarin cuman kecapean aja, soalnya banyak hal yang harus diselesaikan di yayasan "
Ustadz Hamid adalah pimpinan yayasan Darul Hikmah , tempat aku mengajar .Sedangkan kak Sabrina adalah putri semata wayangnya , kebetulan dia juga kakak tingkat ku saat di Ma'had . Dulu kami sangat sering berdiskusi tentang pelajaran sehingga hubungan kami sangat dekat, bahkan ada yang bilang kalau kami ini mirip.
Suasana yang sejuk dan pemandangan yang indah membuat siapapun yang duduk disini enggan untuk pergi .Ditaman ini terdapat pohon besar yang usianya sama seperti usia kak Sabrina ,katanya dulu pohon ini ditanam saat usia kak Sabrina masih 2 bulan. Dan pohon inilah yang membuat taman ini menjadi lebih teduh.
" kebetulan ketemu antum disini, ada yang mau aku bicarakan " ujar kak Sabrina sambil memegang bahu ku agar aku menoleh kepada nya.
"Apa kak ?" tanyaku penasaran.
"Ana kan punya temen di Bogor ,dia ngajar disana , Katanya disana mau ngadain Daurah Al Qur'an bersanad,Matan Syatibiyah 1 pekan.Kalau mau ikut nanti kita bisa nginep di asrama nya . Gimana, tertarik?"
"Mau banget ,kapan Daurah nya dimulai ?
" 3 hari lagi ,tapi kita harus sudah ada disana 1 hari sebelumnya ,jadi kemungkinan lusa berangkat ke Bogor nya"
"oke ,oke, nanti mau pamit abi ,sama umi dulu"
__ADS_1
" ya udah aku mau ngajar dulu ya, inget jangan suka ngelamun !" ujar ka Sabrina sambil mencolek hidungku.
Tiba tiba aku teringat sesuatu ,dan keluarkan sebuah gelang tangan dari dalam sling bag ku yang berwarna maron .Ku pandang sejenak barang itu ,kemudian ku genggam erat dengan tangan kananku.