
Aku memasukkan beberapa gamis dan beberapa perlengkapan lainnya ke dalam tas ransel hitam yang kumiliki.Tak lupa juga ku bawa mushaf kecil berwarna ungu dengan sedikit bordiran hitam di sudutnya, hadiah dari kakakku 6 tahun yang lalu ,saat aku ulang tahun ke 18 . Selesai berkemas aku segera menghubungi kak Sabrina .
" assalamualaikum"
" waalaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh, bagaimana,sudah siap ? "
" iya kak sudah , aku otw ke rumah antum ya"
" oke,ditunggu "
Untuk berangkat ke Bogor kami akan menggunakan kereta api.Tapi karena jarak stasiun dan rumah rumayan jauh jadi kami akan diantar oleh Abi ke stasiun dengan menggunakan mobil . Dan untuk tiket kereta api kami memilih kelas ekonomi karena kami ingin meminimalisir pengeluaran .Meskipun kami tau fasilitas nya tidak akan maksimal ,tapi itu tidak masalah bagi kami ,asalkan kami bisa sampai ke tujuan dengan selamat .
" alhamdulilah,sudah sampai juga " ujarku.
" ya udah jaga diri ya,nanti kalau sudah sampai langsung kabari " kata Abi sambil menoleh ke tempat duduk belakang ke arah kami.
" baik Abi " jawab kami hampir bersamaan.
Kak Sabrina bukan hanya dekat dengan ku saja,ia juga dekat dengan keluarga ku . Saking dekatnya Abi ku sudah menganggap ia seperti anak nya sendiri ,begitu pula kak Sabrina .Menurutnya orang tua ku adalah orang tuanya juga.
Kami segera turun dari mobil, suasana di stasiun saat itu cukup ramai ,banyak orang yang berlalu lalang.Rasanya karena ini adalah kali pertama aku naik kereta api aku sangat tidak sabar untuk segera berangkat. Kamipun bergegas memasuki area stasiun.
"bruk..." tiba tiba dari arah berlawanan ada seorang pemuda yang yang menabrakku hingga membuat ku terjatuh.
" agh...," rintih ku menahan sakit.
" maaf,maaf " ujarnya sambil membungkuk badan dan mengulurkan tangannya hendak membantu ku.
" nggak usah mas ,nggak usah dibantu saya bisa sendiri "
Ketika aku hendak berusaha berdiri ,aku tidak sengaja melihat wajah nya dan seketika aku tertegun dengan sosok yang berada di depan ku itu ,pandangan kami beradu untuk beberapa saat.
Wajah itu sangat familiar bagiku , tapi aku masih merasa ragu dengan ingatan samar ku ini.
__ADS_1
" mas lain kali kalau jalan hati hati ya,jangan sampai nabrak orang kayak gini lagi " ujar kak Sabrina pada pemuda itu sambil ia membantuku untuk berdiri.
" iya mbak, saya minta maaf "
Pemuda itu kemudian berlalu meninggalkan kami,aku yang masih penasaran mencoba menoleh ke arah nya yang sudah menjauh itu.Tanpa disadari ternyata dari kejauhan si pemuda tadi juga sedang melihat ku , akhirnya pandangan kami bertemu kembali . Aku yang tersadar langsung mengalihkan pandangan dan melanjutkan langkah ku mengikuti kak Sabrina yang sudah berjalan lebih dahulu.
Dalam benak ku timbul pertanyaan ,apakah dia juga mengenalku , jika dia mengenali ku berarti apakah benar dia Yusril teman ku dulu.
"ayo Husnah ,nanti kita terlambat " ajak kak Sabrina sambil menarik tangan kiri ku agar aku berjalan lebih cepat.
...****************...
Kami duduk bersebelahan ,aku mengambil posisi di pinggir jendela ,karena ini memang permintaan ku kepada kak Sabrina agar aku bisa melihat pemandangan dari luar jendela.
Kereta api sudah mulai berjalan perlahan ,tiba tiba muncullah 2 pemuda yang memakai baju Koko berwarna putih dengan sedikit bordiran di bagian dadanya ,dan baju putih itu di rangkap dengan jas berwarna hitam ,yang dipadukan dengan celana panjang berwarna hitam mendekati tempat duduk kami.
" Afwan ,boleh kami ikut duduk disini" ujar salah seorang dari mereka.
" iya ,silahkan " sahutku ramah.
Selama perjalanan menuju Bogor , aku habiskan dengan membaca buku yang ku bawa dari rumah. Aku memang sangat suka membaca dan hobi ini aku dapat dari Abi ku . Jadi tidak heran kalau di rumah ada berpuluh puluh buku yang kami miliki. Diwaktu yang sama seorang pemuda dihadapan kami sedang melantunkan bacaan Al Qur'an, dengan mata tertutup dan tangan kanan nya membawa mushaf kecil .Aku rasa dia adalah seorang hafidz Qur'an , suaranya lirih tapi masih terdengar oleh ku suara indahnya itu.
Tiba tiba polpen ku dan bolpen pemuda tersebut terjatuh secara bersamaan ,bolpen ku terjatuh di dekat sepatu pemuda itu dan bolpen nya terjatuh di dekat ku. Dengan segera kami mencoba mengambil bolpen tersebut.
" Dag.." tak disangka kepala kami saling berbenturan.
" agh.." rintihku sambil mengelus elus kepala ku yang terasa sedikit sakit.
" Afwan ukhti,saya tidak sengaja " ujarnya dengan raut wajah merasa bersalah.
" nggak usah minta maaf , kan nggak ada yang salah , juga kan sama sama sakitnya ,jadi imbang " candaku sambil tersenyum.
Setelah mendengar jawaban ku ,si pemuda tadi hanya tersenyum. Dan kejadian itu berhasil membuat suasana yang tadi nya canggung berubah menjadi lebih hangat.
" afwan ,kalau boleh tau ,ukhti ini ke Bogor ada urusan apa ya?" ujarnya mencoba memulai pembicaraan.
__ADS_1
" Kami ke Bogor mau ikut Daurah Qur'an yang diadakan disana "
" nama lembaganya apa ya ? "
" Kalau tidak salah yayasan Madinatul Qur'an "
" oh disana .... "
" antum tau tempat nya ? "
" Iya,saya pernah kesana ,bagus kalau begitu"
" iya ,kami juga nggak sabar untuk mulai pembelajaran nya , karena kata teman saya pemateri nya keren, penyampaian mudah dimengerti ,dan wawasan luas" sahut kak Sabrina.
" Masyaallah, semoga kami juga bisa berkunjung kesana "
" Afwan ,kalau boleh tau nama mas mas ini siapa ya? kita dari tadi ngobrol tapi belum tau namanya" tanyaku kepada mereka.
" saya Gustiar ,dan ini teman saya Fauzan "
" kalau mas Gustiar sama mas Fauzan ini mau ke Bogor ada urusan apa?"
" kami juga mau belajar disana ,mau cari ilmu"
jawab pemuda yang bernama Gustiar tadi.
Dari perbincangan yang singkat itu , aku bisa melihat bahwa mereka adalah pemuda yang sangat baik. Dari tutur katanya dan cara mereka menjaga pandangan, membuat ku sangat kagum kepada mereka. Sungguh beruntung jika aku bisa dipertemukan dengan jodoh seperti mereka.
Pandangan ku tertuju keluar jendela dan sosok pemuda yang menabrakku di stasiun ,terbayang lagi dalam fikiranku.Dalam benak ku berkata ,jika benar dia Yusril yang ku kenal ,lantas apa yang dilakukan nya disini.
" Husnah , aku ngerasa kamu seperti nya kenal dengan pemuda di stasiun tadi.Soalnya dari tatapan kalian berdua tadi , seperti sudah saling kenal " tanya kak Sabrina mendadak
" nggak kenal kok kak, aku cuman agak kaget aja tadi, soalnya dia mirip banget sama temen SMA ku" Jawabku sambil menoleh ke arahnya.
Tiba tiba memori 7 tahun yang lalu hadir lagi dalam ingatanku.......
__ADS_1
...****************...