
"kok bisa kamu babak belur kayak gini dek?"
ucap ku dengan mata terbelalak.
Wajah nya yang membiru , karena bekas pukulan serta kaki dan tangan nya yang penuh dengan bekas luka dan darah , membuat ku merasa kasihan melihat nya. Adek ku Faisal usai di kroyok oleh sekelompok laki laki berseragam putih abu - abu tidak tau pasti mereka dari SMA mana ,yang jelas mereka telah berbuat tidak sepatutnya dan harus mendapatkan hukuman.
Faisal masih terduduk di atas sofa dengan lemas , aku dan umi' mencoba untuk membersihkan dan mengobati luka lukanya.
" kalau umi sudah tau pelakunya ,nggak akan umi maafkan dia " gumam umi kesal
" sabar umi " ucapku menenangkan sambil mengelus bahunya.
" kalau sudah begini ,udah nggak bisa disabarin lagi ,na "
" umi, Abi dimana ya" sambil aku menoleh ke sekililing rumah.
" abimu lagi ngelapor polisi " tukas umi
" oh begitu, semoga aja cepet ketemu pelakunya"
" untung aja tadi ada warga yang tau ,kalau nggak, umi nggak tau lagi nasib Faisal nanti gimana "
Faisal sudah beristirahat dikamar tidurnya, melihatnya membuatku meras iba,entah siapa yang dengan tega melakukan semua itu pada adek ku . aku melangkah keluar dari kamarnya dan tak lupa ku matikan lampu kamar nya.
...****************...
Malam yang sama seperti biasanya, aku duduk di depan meja belajar . Dihadapan ku sudah terbuka beberapa buku yang siap untuk ku pelajari. Sudah menjadi kebiasaan ku, selalu ku luang kan waktu dimalam hari untuk membaca buku. Inilah yang diajarkan oleh abiku ,katanya " belajar itu seumur hidup, jangan belajar waktu butuh saja " , itulah kata-kata yang selalu ku ingat sampai sekarang.
Seperti nya aku terlalu menikmati buku yang sedang ku baca ini, sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21: 00 . Aku beranjak dari tempat duduk ku dan bersiap untuk tidur.
Ku rebahkan tubuh ini di atas ranjang tidurku yang nyaman, meskipun tidak terlalu lebar dan tak lagi empuk seperti dahulu ,sambil memikirkan kejadian kejadian hari ini. ada beberapa pertanyaan yang berkecamuk dalam fikiranku ,mengapa keadaan Faisal hari ini sama persis dengan keadaan kak Yusril? apakah ini hanya kebetulan saja? ataukah kak Yusril adalah salah satu dari gerombolan pemuda yang telah mengeroyok adikku ? . Perlahan mataku mulai tertutup, karena hembusan kipas angin yang terpasang didinding kamarku membuat rasa kantukku mulai menguasai ku.
" tit...tit..tit..tit.."
"tit...tit..tit...tit.."
"tit...tit...tit..tit.."
Tiba tiba suara notif diponsel ku berbunyi secara berulang-ulang , karena merasa penasaran ,aku raih ponsel yang berada di atas meja dekat ranjang ku. Dengan mata menyipit karena kantuk .
" nomer baru?? " gumamku lirih.
pesan 1 : "Husnah saya minta maaf mengganggu mu malam malam.saya hanya ingin berterimakasih sama kamu karena hari ini sudah menolong saya dengan mengobati luka saya "
pesan2. : " Dan terimakasih juga karena sudah menyuruh Hanif untuk mengantarkan saya pulang"
pesan 3. : " semoga malam ini kau bermimpi indah "
Tiba tiba rasa kantuk ku hilang mendadak ketika membaca pesan itu. Dari isi pesan nya aku bisa menebak kalau itu adalah kak Yusril , tapi dari mana dia bisa mendapatkan nomer ponsel ku, dan apa maksud dari pesan terakhir nya itu.
" iya ,sama sama " balas ku singkat.
...****************...
" umi' Husnah berangkat sekolah dulu ya " ucapku sambil menenteng sepatu .
" kok pagi sekali berangkatnya "
" Jadi petugas upacara mi' "
__ADS_1
" oh begitu,ya udah sekalian mampir ke sekolahnya adek mu ya, buat minta izin nggak masuk sekolah hari ini "
" insyaallah umi*" jawabku sambil ku cium tangannya.
" assalamualaikum umi"
Pagi ini lebih cerah dari hari hari biasanya. Terlihat seorang wanita menghampiri ku .
" kemana aja kamu, udah jam segini baru sampai ,kita kan jadi petugas upacara hari ini " ucap Rani .
" iya aku ingat rani , cuman tadi aku harus ke sekolahnya adik untuk ngantar surat izin "
Bel sekolah berbunyi, dan upacara akan segara dimulai. Para petugas upacara sudah bersiap dilapangan. Hari ini aku mendapatkan tugas sebagai pembaca undang undang dasar.
Saat upacara berlangsung , kepalaku terasa pusing mendadak ,dan badanku sangat lemas. Tiba tiba saja pandangan ku menjadi gelap , akupun terjatuh karena kaki ku sudah tidak kuat menopang badanku. Aku tak sadarkan diri, hanya terdengar lirih olehku suara seseorang yang memanggil namaku.
" Husnah...Husnah "
...****************...
Mataku perlahan terbuka, kulihat Rani sudah berdiri disebelahku. Terlihat senyuman di wajahnya setelah melihatku siuman.
" agh..ya Allah , pusing banget Ran " rintihku .
" Coba minum obat dulu yuk"
Aku mencoba duduk ,disodorkannya gelas berisi air putih dan 1 pil obat. Kejadian seperti ini baru pertama kali aku alami .Mungkin karena tadi pagi aku belum sarapan ,karena harus berangkat lebih awal .
" ini ada roti sama buah ,dimakan ya " ujar Rani sambil menunjukkan 1 bungkus roti sobek dan 1 piring yang berisikan apel yang sudah dikupas.
" ya Allah , Rani ,nggak usah repot-repot kayak gini ,lagian aku cuman lemes aja"
" Ini bukan dari aku, ini dari kak Yusril ,dia tadi kesini waktu kamu belum siuman . terus dia bawakan ini untuk kamu"
" akupun nggak nyangka kak Yusril bisa sebaik ini, atau jangan jangan dia suka sama kamu Husna" ledek Rani .
Sekali lagi aku dibuat bingung dengan sikap kak Yusril yang tidak seperti biasanya. Apakah mungkin dia merasa bersalah karena sempat hampir menampar ku kemarin . Atau karena kemarin aku sudah membantunya .
" lagian kamu juga cantik na, siapa coba yang nggak suka sama kamu " tambah Rani.
" syuth.....apaan sih Ran,bicara nya jangan ngelantur kemana-mana ah "
Semenjak hari itu ,kurasa ada yang berubah pada diri kak Yusril. Mulai dari pesan tadi malam, roti dan buah ini , kemudian yang sangat mengherankan lagi baru hari aku melihat nya ada dibarisan saat upacara berlangsung tadi.
" gimana ? masih pusing ? " tanya kak Hanif yang berjalan menghampiri ku.
" Alhamdulillah ,udah mendingan kak" jawabku sambil tersenyum.
" kata pak Ridwan kalau kamu mau pulang nggak apa apa kok ,jadi nggak usah ikut pelajaran dulu"
" nggak kak, Husnah sudah baikan , insyaallah masih bisa ikut pelajaran " ujarku sambil menatap ke arah nya.
Letak kelas ku dilantai 2 , sedangkan UKS nya ada di lantai bawah , aku berjalan sambil di bantu oleh Rani ,karena badanku yang masih sedikit lemas. Saat kita melewati ruang guru ,terlihat Abi yang sedang duduk di sana sambil menghadap ke arah pintu. Dan aku mencoba mendekati nya.
" Abi , kenapa datang ke sini? " ucapku sambil ku cium tangannya.
" Ternyata pelaku pengeroyokan itu siswa dari sekolah ini ,jadi Abi mau menemuin anaknya sama orang tuanya disini. terus kamu dari mana,kok belum masuk kelas ?"
" itu om, tadi Husnah .....aduh" sahut Rani .
Dengan sengaja aku menginjak kakinya, agar dia tidak mengatakan apa yang baru saja terjadi padaku. Karena aku takut Abi akan sangat khawatir.
__ADS_1
" nggak bi,kita tadi habis dari perpustakaan sekolah , ada buku yang mau kita ambil " ujarku.
" ya udah ,Husnah mau ke kelas dulu ya Bi ,takut ketinggalan pelajaran "
Aku meninggalkan ruang guru ,dan berjalan menuju kelas . Sebenarnya ada rasa bersalah karena telah berbohong kepada Abi . Aku hanya tidak ingin menambah beban pikiran nya saja.
...****************...
" apa ini ? " gumam ku dalam hati
Saat aku duduk dibangku ,terlihat di loker meja ada kertas berwarna pink yang sengaja di bentuk love dengan rapi ,dan dipojok nya tertulis namaku. Sebenarnya hal semacam ini bukan lah kali pertama bagiku ,sudah sering sekali saya mendapat teror surat seperti ini.Karena masih jam pelajaran ,kertas itu hanya aku masukkan ke dalam tas dan berniat ku bukanya nanti.
" Panggilan untuk Yusril Ihza Mahendra kelas XIIC, Rendy Prayoga kelas XIIB , dimohon untuk segera ke ruang guru sekarang " panggilan dari pengeras suara sekolah.
Jarang sekali ada panggilan formal untuk murid ,karena jikapun ada pasti itu adalah masalah berat. Terbesit pertanyaan dalam benak ku , kenapa kak Yusril dipanggil ? apakah dia salah satu dari gerombolan yang Abi maksud?.
...****************...
Pelajaran hari ini telah usai ,para siswa sudah mulai meninggalkan kelas masing - masing . Seperti biasa ,aku harus menyelesaikan tugas ku sebagai ketua kelas ,yaitu merekap absen dan melaporkan nya ke wali kelas.
Saat aku mengambil bolpoin dari dalam tas ku tiba tiba surat berbentuk love tadi terjatuh ke lantai . Hingga akhirnya kuputuskan untuk membaca surat tersebut . Ku buka perlahan lipatan kertas itu dengan hati hati ,agar aku tidak membuat nya sobek dan akhirnya akan membuat tulisan didalam nya sulit untuk dibaca.
السلام عليكم .....
Aku tidaklah pandai berkata kata , dan tak pandai untuk membuat puisi cinta. Tapi izinkan aku untuk menyampaikan perasaan yang telah hadir dalam hatiku ini.
Memang benar aku telah mencintai mu, mencintai semua tentang mu. Memang tidaklah pantas bagi ku untuk mencintai wanita sempurna seperti dirimu , karena aku menyadari bahwa diriku hanyalah seorang pendosa. Tak dapat ku bendung perasaan ini , yang setiap hari mengalir begitu derasnya.
jika kau bertanya dari kapan rasa ini muncul , jawabannya adalah dari awal kita bertemu. Dari awal ketika aku melihat senyuman tulus dari wajahmu. Dan Semua itu hampir membuat ku gila ,aku selalu bertanya ada apa dengan diriku ?dan mengapa harus kau yang ku cintai ? aku ingin sekali membencimu ? sampai hari itu ketika aku mengangkat tangan hendak memukulmu.
Tapi usahaku semakin tidak berhasil ketika kau ,duduk dihadapan ku dengan segala ketulusan mu membantuku yang sedang tidak berdaya itu. Membuatku semakin tidak berdaya dengan rasa cintaku kepadamu.
Tidak perlu kau balas surat yang telah kutulis ini, hanya saja perlu bagiku untukmu mengetahui nya .
Dariku : Yusril Ihza Mahendra
untuk mu yang masih aku cintai saat ini, dan hingga esok ," Ayatul Husnah"
Aku terdiam membisu, tak bisa ku berkata apa apa. Semua pertanyaan ku tentang perhatiannya selama ini ,bukanlah tanpa maksud belaka. Dan dari surat ini aku telah mendapatkan semua jawaban nya. Dengan lemas aku lipat kembali surat itu ,dan kusimpan dalam saku baju sekolahku. Dan cerita hari ini akan menjadi rahasia bagiku dan baginya.
" Husnah .....,tau nggak kamu ? " ujar Rani sambil berlari mendekati ku.
" Ada apa sih Ran , heboh banget . Nggak mau ah kalau kamu ajak aku buat nggosip " ucap ku sambil menatap ke arahnya.
" Mana ada ini gosip, ini fakta loh, kalau kak Yusril sama kak Rendy mau dikeluarkan dari sekolah "
Aku langsung kaget mendengar apa yang telah dikatakan Rani kepadaku. Dan Mataku menatap tajam kearah nya.
" kamu jangan bohong Ran "
" Ngapain aku bohong sama kamu, lagian baguskan kalau begitu ,biar sekolah kita aman sentosa " ujar Rani mencoba membuat gurauan
Aku termenung sesaat, kemudian dengan segera aku menuju ke lantai bawah, untuk membuktikan semua yang dikatakan oleh sahabat ku itu. Entah apa yang aku rasakan saat mendengar berita itu ,haruskah aku senang atau kah sedih.
Saat aku hendak turun kebawah , tiba tiba langkah ku terhenti, ketika melihat seorang murid laki-laki yang telah berada dihadapanku. Dia adalah kak Yusril, seorang yang telah mengirimkan surat cinta kepadaku. Dan seorang yang dikabarkan akan dikeluarkan dari sekolah hari ini. Pandangan kami beradu untuk beberapa saat, tatapan yang menyimpan beribu makna. ia perlahan melangkah mendekati ku, dan berbisik tepat disamping telinga ku.
" Ketika nanti kau tau, aku yakin kau akan sangat membenciku ,dan kau akan senang dengan keputusan sekolah saat ini kepadaku .Tapi aku berharap ketika kita bertemu lagi esok ,rasa benci mu itu kepadaku telah sirna, meskipun itu tidaklah mungkin "
Setelah membisikkan kata kata itu, ia berbalik badan dan meninggalkan ku. Meninggalkan aku dengan beribu pertanyaan dalam fikiranku. Tidak tau apa makna dari ucapan nya tadi, tapi tiba tiba rasa kehilangan itu hadir menyelimuti hati ku.
Dan setelah hari itu tak pernah lagi aku bertemu dengan nya ,tak pernah lagi ku dengar namanya dan tak pernah lagi aku dengar kabarnya . Seperti sudah hilang begitu saja di makan waktu . Tapi kejadian hari itu ,masih sangatlah lekat dalam fikiranku. Sekarang hanya ada satu pertanyaan didalam diriku ,apakah mungkin kami akan bertemu kembali dikemudian hari ?.
__ADS_1
...****************...