
" hei ,,, Husnah ... Husnah..., sudah sampai ,ayo turun " ujar kak Sabrina .
Suara kak Sabrina membuatku kaget dan seketika lamunanku pun buyar.
" oh udah Sampek kak,Alhamdulillah"
Setelah kereta api berhenti dengan sempurna ,kamipun bergegas keluar, karena mobil yang hendak menjemput kami sudah tiba dari tadi. Sehingga tidak sempat juga kami untuk mengecek ulang barang barang yang kami bawa, apakah sudah ada didalam tas semuanya atau belum.
Terlihat dari kejauhan , seorang wanita berbusana syar'i serba hitam melambaikan tangan kearah kami. Kak Sabrina yang mengetahui nya langsung membalas senyuman ,dan berlari mendekati nya. Mereka saling berpelukan saling meluapkan rasa rindu, bagaikan saudara yang terpisah bertahun tahun.
" Shofiyah, Alhamdulillah ,aku masih bisa ketemu sama antum " ujar kak Sabrina kepada sahabatnya itu.
" Iya sama , Sabrina ,aku kangen sekali sama antum " jawab nya.
" Yang disamping antum ini siapa ? mirip sama antum ,saudara antum kah? "
" ini adek kelas ku waktu dima'had dulu, tapi udah kayak adik aku sendiri namanya Husnah,Ayatul Husnah " jelas kak Sabrina sambil merangkul pundak ku.
"Assalamualaikum kak Shofiyah , Salam kenal ya kak . Kak Sabrina sering cerita tentang kakak , Masyaallah aku kagum sekali " ujarku memulai perkenalan sambil ku ulurkan tangan ku kepadanya .
" Waalaikumussalam warahmatullah,salam kenal juga ya , ngomong ngomong apa aja yang udah diceritain Sabrina ke antum ? " tanya kak Shofiyah sambil menjabat tangan ku.
" Banyak kak pokoknya "
" Sesungguhnya semuanya itu dari Allah, minta doanya saja ya dek semoga saya bisa Istiqomah " ujarnya sambil mengelus bahuku.
"Ya udah ,ayo langsung naik ke mobil , biar bisa cepet istirahat diasrama "
Kami berjalan mengikuti arahan dari kak Shofiyah , menuju ke mobil .Mobil asrama ini sengaja dipinjam oleh kak Sabrina hanya untuk menjemput kami . Baru sebentar kenal dengan nya tapi aku sudah merasa kita sudah dekat sekali , dengan perangai nya yang lemah lembut ,ramah ,dan mudah bergaul membuatku langsung merasa nyaman berada didekat nya.
Kami duduk di kursi bagian tengah , disepanjang jalan menuju asrama kami berbincang bincang mengenai banyak hal. aku sungguh bersyukur bisa dipertemukan dengan 2 wanita hebat ini ,wanita yang sama sama cerdasnya dan Sholehah.
Tiba tiba aku teringat sesuatu , dengan segera aku membuka tas ransel ,dan mengecek barang bawaan ku.
" Ya Allah kak Sabrina, Buku ku kayaknya ketinggalan di kereta api deh " ujarku sambil membongkar isi tas.
" Masak iya ma, coba di cari pelan pelan dulu "
" nggak ada kak, sudah aku bongkar semua ,tetep nggak ada " ucapku dengan raut wajah sedih.
" Gimana ini ,mau cari lagi kesana ? " sahut kak Shofiyah.
" Nggak usah lah kak ,nggak apa apa ,lagian nggak ada yang begitu penting sih didalamnya " jelasku sambil tersenyum.
"memang buku apa yang ketinggalan Husnah ?" selidik kak Sabrina.
" ehmb..Semacam buku diary sih,nggak apa apa ,nggak ada yang privaci juga didalam nya ,cuman yang bikin aku sedih soalnya buku itu pemberian dari sahabatku " Jelasku.
" jadi gimana ? beneran nggak mau balik nih " ujar kak Shofiyah sambil melirik ke arahku.
" nggak usah lah kak " ucapku tersenyum tipis.
...****************...
" Gimana ustadz , sudah ketemu orangnya " ujar Fauzan.
" Sudah nggak ada Zan,cepat sekali mereka perginya " ujar ustadz Gustiar.
" Kita simpan dulu lah, semoga saja kita ketemu lagi dengan mereka " tambah nya sambil memandang buku yang dari tadi dipegang nya.
Setelah beberapa saat memcoba mencari keberadaan 2 perempuan yang duduk bersama nya di kereta tadi, akhirnya mereka memutuskan untuk menyimpan barang itu dan berangkat pergi menuju pondok pesantren dengan menggunakan mobil yang sudah menunggu mereka dari tadi.
Terlihat 2 pemuda turun dari mobil avanda berwarna hitam , mereka menjabat tangan Fauzan dan Ustadz Gustiar . Dengan segera pula mereka mempersilahkan keduanya untuk masuk kedalam mobil .
__ADS_1
" Silahkan ustadz " ujar pemuda yang menyopir mobil itu sambil membukakan pintu untuk mereka.
" Na'am, Jazakumullahu khairan Katsir " jawab ustadz Gustiar.
...****************...
" Masyaallah , Indah banget pemandangan nya disini , kayaknya Husnah bakal betah banget disini deh " ujarku sambil memandang keluar jendela.
" Bagus lah kalau begitu " sahut kak Shofiyah.
Kami sangat menikmati perjalanan ini, karena sepanjang perjalanan kami disuguhkan pemandangan yang indah dan asri . Meskipun letak asrama lumayan jauh dari hiruk pikuk kota , tidak membuat nya menjadi sepi dari santri .
Letak nya yang dekat dengan pegunungan dan dikelilingi bukit bukit , serta tidak ketinggalan dengan hamparan sawah yang luas disebelah kanan kirinya , membuatnya lebih nyaman digunakan untuk menghafal Al-Qur'an dan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Jarak asrama sudah semakin dekat , hingga sudah bisa kami lihat gerbang yang berdiri kokoh , seakan akan menyambut kedatangan kami. Tapi tiba tiba mobil yang kami Kendarai mengerem mendadak .
" Cittt...."
" kenapa mang adi?? " tanya kak Shofiyah kepada sopir asrama itu.
" Maaf ustadzah, itu ada mobil yang njemput putranya ustadz .Syamsul mau lewat " Jawab kak Shofiyah sambil menoleh ke belakang ke arah kami.
" Siapa ustadz Syamsul ? apa beliau yang akan ngisi Daurah besok " tanyaku pada kak Shofiyah.
" ustadz Syamsul itu pimpinan yayasan Madinatul Qur'an ini , *nah yang besok ngisi Daurah nya itu putranya ,yang barusan lewat tadi"
" Oh begitu" sahut ku dengan wajah puas.
Inilah salah satu yang membuatku kagum disini ialah hormat mereka kepada para alim ,ulama bahkan kepada anak anak nya juga. Bukan hanya diaplikasikan kepada para santri nya saja ,tapi kepada seluruh penghuni yayasan ini termasuk supir asrama ini .
...****************...
" ini kamar kalian, kalau butuh apa apa bilang aja " ujar kak Shofiyah .
" Baik kak ,kayaknya udah lengkap semua deh " jawabku sambil tersenyum ke arahnya.
Setelah menata barang barang ,kami langsung bergegas untuk tidur karena perjalanan hari ini rumayan melelahkan . Tak lupa sebelumnya kami menunaikan shalat isya' berjamaah terlebih dahulu.
Waktu terus berjalan hingga akhirnya suara alarm dari ponsel ku berbunyi tepat dipukul 3 dini hari.
" Husnah ...Husnah ...ayo bangun sudah jam 03 : 00 ini, ayo tahajjud " Ucap kak Sabrina .
" ehm...iya kak "
Aku terduduk sejenak, sambil memandang ke arah jam dinding , kemudian bangkit untuk mengambil air wudhu. Sungguh indah pertemanan dari 2 orang sahabat yang saling mengingatkan kepada kebaikan ,dan ketaatan kepada Allah. Dan aku sangat bersyukur telah ditempatkan bersama orang-orang baik disini.
Adzan Subuh berkumandang , Suara indah dari sang muadzin itu menambah syahdu suasana ini , membuat setiap baitnya masuk kedalam jiwa dan hati setiap kaum Muslim yang mendengar nya.
Setiap langkah kami menuju masjid dipenuhi dengan rasa syukur kepada sang maha cipta ,yang telah memberikan banyak kenikmatan kepada kami hingga saat ini . Termasuk mempertemukan kami sebagai saudara dalam balutan iman dan Islam .
" masyaallah ,merdu sekali ya suara putranya ustadz Syamsul " ujar sekelompok santri yang berjalan didekat kami.
Aku semakin penasaran dengan sosok putra dari pimpinan pondok pesantren ini. Dengan semua informasi yang telah ku dengar tentang nya,membuatku sangat kagum. Meskipun belum pernah bertemu ,tapi semua cerita yang digambarkan oleh mereka itu,membuat nya tergambar dengan sempurna dalam fikiranku.
...****************...
" Kak Sabrina Husnah mau ke toko di seberang jalan sana ,mau beli roti ,kakak mau nitip ? " ujarku yang sedang bercermin sambil merapikan Khimar yang kukenakan ini.
" apa ya? nitip roti juga deh sama selai nya juga ya,selai kacang "
"oke ,siyap"
Aku beranjak menuju parkiran , mencari sepeda motor yang aku pinjam dari kak Shofiyah. Ketika aku sedang fokus mencari tiba tiba datang mang Adi menghampiri ku.
" cari sepeda nya siapa neng ? " tanya nya kepada ku.
__ADS_1
" Sepeda nya Ustadzah Shofiyah itu yang mana ya mang ?"
" oh Ustadzah shofy , itu yang matic warna merah ,paling pojok sendiri "
" oh yang itu, Syukron Katsir mang Adi "
" iya neng ,Afwan "
Sungguh indah pemandangan dipagi hari ini,mata hari yang mulai muncul , sehingga sinarnya mengenai sebagian padi yang sudah mulai menguning itu. Terlihat pula burung burung berterbangan dengan bebas nya, pemandangan yang jarang bisa ditemukan di kota.
Setelah sampai aku langsung bergegas untuk masuk minimarket , memilih beberapa jenis roti dan memasukkan nya ke dalam keranjang yang sudah ku bawa .
" mau nambah apa lagi kak " ujar kasir wanita dengan senyum ramah.
" *Sudah kak, ini aja "
" totalnya 125.500 ,00 "
"125.500 ya, sebentar kak* " ujarku sambil merogoh tas untuk mencari dompet.
Tiba tiba kekhawatiran mulai meliputi ku, seperti nya dompet yang sedang ku cari itu tidak ada didalam tas. Seperti nya dompet itu masih tertinggal didalam kamar.
" Sebelumnya saya minta maaf kak, dompet saya ketinggalan di pondok ,jadi saya mau ambil dompetnya dulu ,nanti saya balik lagi untuk Nebus barang nya " ucapku sambil tersenyum tipis.
" Baik kak ,kalau begitu. kami tunggu " ujar penjaga kasir dengan ramah.
Belum sempat aku menyalakan sepeda motor yang ku Kendarai ini,tiba tiba penjaga kasir tadi memanggil ku.
"kak ini belanjaan nya " ujarnya kepada ku.
" loh sayakan belum bayar ?" tanyaku penuh curiga.
"*T*adi pembeli setelah kakak yang sudah bayar ini "
" heh, Maaf kak maksudnya siapa ya? "
" itu kak orang nya ,yang pakek sepeda motor warna biru "
" Terimakasih ya kak "
Ku coba mendekati nya secara perlahan ,dari kejauhan belum tampak jelas ,karena dia membelakangi ku.
" Assalamualaikum ,maaf mas ,tadi masnya yang bayari belanjaan saya ya " ujarku yang berdiri tepat dibelakang nya.
" Waalaikumussalam warahmatullah " jawabnya sambil berbalik badan ke arah ku.
" Masnya yang kemarin di kereta api itu ya "
" Na'am ,saya Gustiar , yang kemarin ketemu ukhti di kereta api "
" *Terimakasih banyak sudah bayari belanjaan saya, insyaallah segera saya ganti ,boleh minta nomer rekening nya biar nanti saya transfer "
" Ndak perlu diganti ,saya ikhlas "
" jangan begitu mas Gustiar ,saya jadi nggak enak kalau begini "
" Laa ba' sa , mohon maaf saya mau segera pergi , soalnya sudah ada yang menunggu "
" iya mas Gustiar , insyaAllah kalau kita ketemu lagi saya kembalikan uangnya ya , saya mohon nanti jangan ditolak* "
"Insyaallah kita akan ketemu lagi, *assalamualaikum "
"Waalaikumussalam warahmatullah*"
Sungguh tutur kata yang halus ,dan sikap yang mulia telah ia tunjukkan. Sama sekali ia tidak memandang ku , untuk menjaga ku dan menjaga dirinya dari fitnah,semua itu membuat ku kagum kepadanya. Perilaku yang sederhana tapi sulit dilakukan kebanyakan pemuda zaman sekarang.
__ADS_1
Dan tiba tiba dalam benakku berkata ,mengapa dia bisa begitu yakin kalau kita akan ketemu lagi. Apakah tempat tinggal nya disekitar sini atau dia adalah salah satu peserta Daurah juga seperti ku. Dan pada akhirnya pertanyaan ini hanya akan terjawab dengan berjalan nya waktu.
...****************...