" Cahaya Cinta "

" Cahaya Cinta "
Bab VI : " Ternyata dia adalah seorang ustadz "


__ADS_3


" Mohon untuk peserta Daurah yang telah hadir di dalam aula ,agar bisa menempati tempat duduk yang telah disiapkan oleh para panitia "


Hari ini hari pertama Daurah Al Qur'an dimulai , begitu banyak peserta yang hadir membuatku tidak bisa menghafal semua wajah dengan sempurna. Semua nya telah dirancang dengan sedemikian rupa , juga memisahkan tempat duduk peserta laki laki , dan perempuan dengan pertimbangan sesuai syariat.


Beberapa menit kemudian ,terlihat sesosok pria berjalan keatas panggung yang telah disediakan . Dengan mengenakan baju putih selutut ,yang dipadukan dengan celana panjang berwarna hitam ,membuatnya tampak sederhana namun tetap penuh pesona. Kopyah hitam yang dipakaikan dikepalanya menambah nilai kewibawaan nya.


Aku terdiam membisu menatap nya, tak bisa aku berkata apapun. Karena ternyata dia yang ada dihadapan ku itu adalah pemuda yang aku temui di kereta api dan di minimarket kemarin. Seharusnya aku memahami nya dari awal bertemu .


" Husnah , itu bukan nya orang yang ada di kereta api itu " ujar kak Sabrina kaget.


" Benar kak, " jawab ku sambil menunduk.


" Ya Allah , berarti kemarin yang kita ajak ngobrol di kereta api itu seorang ustadz "


Aku hanya mengangguk ,dengan penuh penyesalan dalam hati karena merasa sudah kurang sopan dengan nya kemarin.


Proses pembelajaran telah dimulai, dengan bahasa yang mudah difahami dan pembawaan nya yang santai membuat materi yang disampaikan bisa dengan mudah dimengerti.


" Tak terasa waktu nya sudah habis , jadi insyaallah kita lanjutkan besok . Semoga ilmu hari ini bermanfaat bagi kita semua . Akhirul Kalam , wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh " ucap ustadz Gustiar menutup majlis.


" waalaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh " jawab serentak para peserta.


" Masyaallah ya na, cara penyampaian nya bagus banget jadi materi nya langsung nyantol " ujar kak Sabrina sambil menoleh kearah ku.


" iya kak ,nggak salah kalau kita belain jauh jauh kesini " sahutku.


Sementara itu pikiran ku masih melayang , mencari cara bagaimana untuk mengembalikan uang Ustadz itu yang tadi pagi kupinjam. Seperti nya ini alasan mengapa ustadz itu yakin kalau kami akan bertemu lagi.


...****************...


" Tok...tok..tok.."


Aku mencoba mengetuk pintu kantor Yayasan yang tidak tertutup tapi tak terlihat seorang pun didalamnya.


" assalamualaikum "


" waalaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh ,ada yang bisa ana bantu ukhti " Jawab seorang laki-laki yang baru keluar dari salah satu ruangan .


" Afwan ustadz, bisa ana bertemu dengan ustadz Gustiar "


" oh sebentar ya ana panggilankan dulu, silahkan ukhti bisa duduk didalam sambil menunggu "


" *jazakumullah khoiran ustadz"


" waiyyakum* "

__ADS_1


Laki laki tadi pergi untuk memanggil ustadz Gustiar , sementara aku dan kak Sabrina duduk disofa yang berada di dalam kantor.


Setelah beberapa saat muncul lah sesosok pria yang telah kami tunggu sedari tadi. Sosok yang sama seperti yang kami temui di kereta api kemarin , sosok yang telah aku kagumi lewat cerita cerita yang telah ku dengar. Yang sekarang duduk dihadapan kami kembali tapi dengan suasana yang berbeda.


" assalamualaikum" ujarnya.


" waalaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh " Jawab kami hampir bersamaan.


" Afwan,ada keperluan apa ya ukhti ukhti ini ingin bertemu saya "


Aku menarik nafas panjang ,dan dengan sedikit ragu memulai pembicaraan,


" Afwan ustadz sebelumnya , kami kesini mau minta maaf untuk kejadian kemarin di dalam kereta api , karena kami sudah kurang sopan dengan ustadz . kami tidak tahu kalau yang dihadapan itu adalah seorang ustadz . Sekali lagi kami Mohon maaf "


Setelah mendengarkan penjelasan kami , ustadz Gustiar hanya tertawa kecil, seakan ada hal yang lucu .


" Ada apa Ustadz , ada yang salah dengan ucapan saya barusan " ujarku memandang ke arah nya.


" Nggak ada yang salah , saya hanya bingung , Kenapa kalian harus minta maaf , menurut saya itu bukanlah suatu masalah . Dan apakah ada aturan bahwa seorang ustadz tidak diperbolehkan untuk diajak berbicara secara normal oleh seseorang ? " canda nya.


" bukan seperti itu ustadz " ucap ku dengan menundukkan arah pandanganku.


" Sudah , sudah , tidak perlu dipermasalahkan lagi hal itu, selain itu ada yang mau dibicarakan lagi ? "


Tiba-tiba aku teringat sesuatu, dengan cepat aku merogoh saku gamisku dan ku keluarkan amplop yang berisikan lembaran uang.


" Apakah saya tadi bilang meminjamkan uangnya ke antum ? "


" Ndak ustadz "


" Jadi saya tidak mau menerima itu kembali , urusan saya sudah terhenti seusai saya membayar nya, kemudian yang setelah nya itu sudah bukan urusan saya lagi"


" jangan seperti itu ustadz , saya mohon Ustadz menerima nya "


" baiklah kalau begitu , antum tau kotak amal didepan aula tadi ? "


" Na'am ustadz ،"


" Saran saya masukkan saja amplop itu ke sana , insyaallah berkah , karena uang dikotak amal itu nantinya akan digunakan untuk menyantuni para anak anak yatim piatu ,dan dhuafa' ,dan mohon maaf sekali saya harus segera ke kelas karena saya ada jam mengajar "


" Baik ustadz , jazakumullah khoiran atas waktunya "


" assalamualaikum " ucap nya menutup pembicaraan.


" waalaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh "


Seperti yang telah diucapkan oleh ustadz Gustiar ,kumasukkan amplop tadi kedalam kotak amal yang terpasang didepan aula. Karena aku telah menganggapnya sebagai sebuah amanah yang harus dilaksanakan.

__ADS_1


...****************...


" Akhwat tadi siapa ustadz ?" tanya Fauzan.


" oh tadi,itu loh Zan akhwat yang duduk sama kita di kereta api kemarin "


" memangnya ada urusan apa mereka mencari ustadz ?"


" mereka minta maaf , sama mau mengembalikan uang ,tapi tidak ana terima ?,ada apa ini antum tanya sedetail itu ,tidak seperti biasanya ? "


"Afwan ustadz ,kalau ana sudah lancang* " Jawab Fauzan sambil menunduk penuh penyesalan.


" Sudahlah ,tidak apa apa Zan " sahut ustadz Gustiar sambil menepuk bahu nya.


Memanglah ustadz Gustiar telah curiga dari awal kepada Fauzan , dengan sikap yang sedikit berbeda saat setelah pertemuan pertama mereka dengan ke dua akhwat itu. Rasanya ada yang telah disembunyikan ,tapi sesama seorang pria ustadz Gustiar agaknya telah mulai memahami nya.


Fauzan juga seorang ustadz disini, hanya saja umurnya lebih muda beberapa tahun dari ustadz Gustiar. Hubungan mereka sangat dekat bahkan sudah seperti hubungan saudara kandung. Jadi tidaklah salah jika ustadz Gustiar bisa memahaminya lebih dari siapapun .


Siang itu mereka berjalan beriringan hendak menuju perpustakaan yayasan . Sudah menjadi kebiasaan , setiap hari mereka selalu meluangkan waktunya untuk membaca buku di sana .


Setelah memilih buku yang cocok , mereka menuju tempat baca yang sudah disediakan. Suasana menjadi hening , hanya terlihat beberapa orang sedang membaca buku . Tiba tiba Fauzan memulai pembicaraan dengan sahabat nya itu.


" Ustadz Gustiar , ana butuh saran " ujarnya.


Dengan segera ustadz Gustiar menutup bukunya sejenak dan mulai menghadap ke arah Fauzan.


" Saran apa ? " selidik ustadz Gustiar.


" Seperti nya saya ada rasa dengan seorang akhwat "


Sepertinya ustadz Gustiar sudah mulai faham arah pembicaraan nya dan siapa akhwat yang dimaksud nya.


" Terus bagaimana , apakah antum sudah siap menikah ? kalau sudah siap ,lanjut istikharah ,minta petunjuk sama Allah .baru kalau sudah sangat yakin datangi walinya buat ngelamar akhwatnya. Pokoknya jangan biarkan terlalu lama , takutnya setan akan ikut bermain didalam nya " ujar ustadz Gustiar tegas.


" memang siapa akhwat nya ?" tambahnya.


" Ayatul Husnah, akhwat yang kita temui di kereta api itu "


" Sudah kutebak " sahut ustadz Gustiar sambil tersenyum tipis.


" *Kalau dalam segi finansial , insyaallah saya sudah mampu . dan untuk kesiapan menikah mungkin belum 100% ,ana juga belum coba istikharah "


" kalau begitu diyakinkan dulu, libatkan Allah didalam nya , insyaallah jika jodoh akan dipermudah "


" baik ustadz , jazakumullah* "


Mereka kembali membaca buku masing-masing , hanya saja setelah perbincangan singkat itu membuat ustadz Gustiar menjadi kurang fokus , pikiran nya melayang , alhasil buku yang dibukanya itu menjadi sia sia. Entah apa yang membuat nya seperti itu , seakan ada rasa bimbang dalam hatinya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2