
" Kring...kring.."
Bunyi bel sekolah berbunyi ,tanda bahwa apel pagi akan segera , dilaksanakan. Terlihat murid murid mulai berhamburan keluar kelas untuk menuju lapangan sekolah.Sekolah kami memiliki halaman yang cukup luas ,dan hijau .Banyak pohon pohon yang tumbuh disekeliling lapangan ,sehingga membuat udara disini lebih segar .
"Siyap...grak.." , terdengar suara lantang dan tegas , dialah ketua OSIS kebanggaan kami,kak Hanif namanya.Kak Hanif memiliki banyak penggemar disekolah ini, karena parasnya yang sangat tampan , perangainya yang sopan dan otaknya yang cerdas nya itu mampu membuat banyak wanita yang jatuh hati padanya .Dan yang lebih mengagumkan lagi dari nya ialah dia sama sekali tidak pernah berpacaran seperti kebanyakan anak sekarang, apalagi menyentuh perempuan .
Menurut berita yang beredar juga banyak murid perempuan baik dari kakak kelas ,adik kelas bahkan teman seangkatannya sendiri yang mengirim surat cinta untuk nya,tapi tidak ada satu surat pun yang dibalas olehnya. Memang begitulah dia baik,pintar,tampan ,sopan dan sholeh.Tidak salah jika banyak perempuan yang menyukai nya. Sungguh beruntung sekali wanita yang bisa menjadi istrinya kelak.
Apel telah usai ,para murid segera kembali ke kelas masing-masing. Terlihat gerombolan murid laki laki berjalan mengendap - endap dari gerbang belakang sekolah. Gerombolan anak nakal yang sangat terkenal di sekolah ini memang sudah sangat sering ,bahkan hampir setiap hari telat . Mungkin ini sudah menjadi kebiasaan mereka.
" silahkan push up dulu " ujar ku yang sudah berdiri tegak didepan mereka dengan ramah.
Aku adalah anggota OSIS ,dan kebetulan hari ini aku mendapatkan tugas untuk jaga gerbang, termasuk menghukum murid yang terlambat.
" nyuruh kita push up,loe" ucap kak Yusril kepadaku.
Dia adalah ketua dari gerombolan itu,katanya dulu dia adalah murid pindahan dari Jakarta,dan dari sekolah sebelumnya pun dia dikeluarkan karena kenakalan nya itu . Meskipun ia memiliki paras yang tampan ,hidung yang mancung dan kulit yang putih karena dia mewarisi fisik ibunya yang merupakan warga negara Amerika itu. Tidaklah ada artinya jika kenakalannya itu sudah menutupi segala kesempurnaan paras yang ia punya .
" maaf kak Yusril ,sudah jadi aturan disekolah kita,kalau telat Harun menjalankan hukuman sebagai konsekuensi nya" jelas ku sambil tetap mencoba tersenyum.
" kalau kita nggak mau gimana,??push up sendiri sana ! " balas kak Yusril dengan sinis.
" kalau nggak mau dihukum ,nggak usah berangkat telat makanya. lagian jadi cowok itu yang tanggung jawab , tanggung jawab dengan konsekuensi dari perbuatan kakak kakak sendiri, apa nggak ada malu setiap hari telat??" ujarku pelan tapi tajam.
Merasa geram dengan perkataan ku , akhirnya kak Yusril mencoba untuk menampar ku dengan tangannya. Ketika tangan nya hampir mendarat di wajah ku , tiba tiba tangan kak Yusril terhenti seperti ada yang menahan nya.Ternyata kak Hanif ada disini, dia mencoba menyelamatkan ku .Aku sangat bersyukur karena kak Hanif datang tepat waktu.Mungkin kalau kak Hanif telat beberapa detik saja entah apa yang akan terjadi dengan ku.
" tenang , jangan main kasar sama cewek " ujar kak Hanif sambil mengelus punggung nya.
" Agh....apa sih masalah loe, emang ni cewek , cewek loe? " tanya kak Yusril sinis , sambil menyingkirkan tangan kak Hanif dengan kasar.
" sudahlah kak ,tinggal push up aja ,apa susahnya sih" sahut Rani yang datang bersama dengan kak Hanif .
Tapi gerombolan itu tetap tidak mau menghiraukan apa yang kami katakan dan mereka tetap berjalan menuju kelas.Memang sudah biasa dia bersikap seperti itu kepada siapapun yang berani kepadanya,walaupun itu guru sekalipun .
" anak siapa sih dia, ngeselin banget" gumam Rani kesal sambil memandang sinis ke arah mereka.
__ADS_1
" sudahlah Ran, biarkan saja mereka .Toh memang begitu wataknya dari dulu .nggak bakal bisa berubah, kalaupun ada yang bisa berubah itu hebat sekali " ujarku berusaha menenangkan Rani.
Rani adalah sahabat karibku , meskipun kami baru dekat tahun ini,saat kelas XI ,tapi kami sudah seperti berteman selama bertahun-tahun . Banyak kemiripan dalam dalam diri kami,sudah itulah yang membuat kami merasa nyaman satu sama lain .
...****************...
Jam menunjukkan pukul 14 : 00 ,dan seluruh pelajaran telah usai. Para murid mulai berhamburan keluar dari kelas masing masing , sedangkan aku masih duduk didalam kelas untuk melengkapi jurnal kelas. Sebagai ketua kelas, mengisi jurnal , dan mengabsen adalah tugas ku.
Setelah aku pergi ke Ruang guru untuk menyetor hasil rekapan absen ,aku segera berjalan menuju parkiran sekolah untuk mengambil motor ku. Jarak antara sekolah dan rumahku tidaklah terlalu jauh ,hanya butuh 15 menit jika menggunakan sepeda motor.
Dipertengahan jalan , aku melihat seorang murid laki-laki yang bersandar di bawah pohon besar yang tidak jauh dari sekolahan dengan berlumuran darah. Kuhentikan laju sepeda motor ku ,dan melangkah menghampiri nya.
" kak Yusril " ujarku setelah menyadari bahwa itu adalah kakak kelasku.
" ya Allah, kok bisa kayak gini,kakak habis berantem ya "
Terdapat luka memar dibagian pipinya seperti bekas pukulan ,yang membuat nya sulit berbicara. Ditambah lagi dengan luka di bagian dahi dan tangan nya yang membuat ku tidak tega melihatnya.
" kepuskemas ya kak? " bujukku padanya.
" ya udah, Husnah telvonin orang rumah ya kak" bujuk ku kembali .
," nggak usah,aku nggak punya siapa - siapa?" dengan suara agak surau karena menahan rasa sakit diwajahnya.
Akupun merasa kebingungan karena semua tawaranku tidak diterima olehnya. Aku memcoba mencari cara lain untuk membantu nya.
" kalau begitu ,kakak disini saja ya jangan kemana mana.Nanti Husnah balik lagi "
Aku bergegas menaiki sepeda motorku yang terparkir di pinggir jalan itu,dan mencoba mencari apotek terdekat. Aku membeli beberapa obat untuk mengobati luka nya dan tak lupa aku membelikan air kelapa muda dan es batu untuk mengompres luka lebam nya. Setelah semua kudapat akupun segera kembali kesana .
Aku mencoba menghampiri nya dan duduk tepat dihadapannya untuk mulai mengobati lukanya.
" mana kak tangannya ,biar Husnah obati "
" nggak perlu " dia tetap bersikukuh menolak bantuan ku .
" kak,kalau nggak di obati nanti lukanya bisa bertambah parah ,bisa bisa nanti sampai diamputasi karena bacteri yang sudah menyebar ," ujarku menakut nakutinya
__ADS_1
Kak Yusril terdiam sejenak sambil berfikir , yang akhirnya dengan terpaksa ia mengulurkan tangannya kepada ku. Aku ambil botol alcohol dan kapas untuk membersihkan lukanya.
" *maaf kak ini akan sedikit perih "
"agh*..." rintih kak Yusril menahan sakit.
" makanya kak nggak usah berantem , jadinya kayak gini kan "
Aku mengobati semua lukanya secara perlahan, kemudian aku mengeluarkan sapu tangan dari dalam saku baju seragam ku ,dan ku masukkan bongkahan es batu yang aku dapat dari penjual es tadi kedalam nya .Aku mulai mengompres bagian lebam di wajah kak Yusril.
" kalau sudah sembuh ,mau berantem lagi ? " canda ku padanya.
Dia tidak merespon ucapanku, ternyata tanpa disadari dia sedang memandang wajah ku dengan pandangan tak biasa.Aku yang mengetahui nya langsung menunduk dan mundur kebelakang menjauhi nya. Entah mengapa jantung ku tiba tiba berdegup dengan kencang , mungkin saja karena aku tak terbiasa bertatapan secara dekat dengan seorang laki laki.
" susah selesai lukanya aku obati, ini kakak kompres sendiri ya" ucapku datar sambil memberikan es batu tadi kepadanya.
Aku berbalik badan dan beranjak meninggalkan nya ,tapi langkah ku terhenti sejenak karena ada sesuatu yang lupa ku katakan padanya . Aku balikkan badan ku lagi dan menghadap kearah nya.
" oh iya, tadi aku belikan makan siang buat kakak soalnya aku yakin kakak belum makan ,terus juga ada air kelapa muda jangan lupa diminum biar luka nya cepet sembuh" ujarku datar sambil menunduk.
Belum sempat aku berbalik badan , tiba tiba dia memanggil namaku. Ini adalah kali pertama dia menyebut namaku karna biasanya dia selalu memanggilku dengan panggilan panggilan buruk saja.
" Husna" ucapnya pelan .
" Husnah terimakasih ya "
Aku terdiam,seolah tak percaya dengan apa yang baru saja aku dengar. Selama ini yang ku tau dia hanyalah kakak kelas yang tidak mengerti aturan,tidak tau berterimakasih , keras kepala, tidak punya sopan santun .Tapi siang ini dia sangatlah berbeda, kalimat itu diucap dengan tulusnya ,entah apa yang terjadi padanya.
" iya ,sama sama" sahutku sambil tetap menunduk.
Tak lama berselang akupun beranjak pergi meninggalkannya . Aku melangkah perlahan ,dengan rasa tidak tega membiarkan nya seorang diri disana . Terlintas dalam pikiranku untuk menghubungi seseorang yang dapat membantuku.
" Assalamualaikum ,kak Hanif bisa minta tolong ? "
" Waalaikumussalam, bantuan apa Husnah ?" jawabnya dengan penasaran.
Aku ceritakan semua kejadian tadi kepada kak Hanif dan minta bantuan nya ,aku yakin kak Hanif tidak akan menolak.
__ADS_1