
"Ya kenapa emang kamu tersipu ya?😏" Ucap Elias.
"Orang gila kali yang tersipu klo kamu ngomong gitu!" Kata Lily yang wajahnya masih merah seperti tomat.
"Udahlah ayo cepet masuk ke Aula pesta!"
"Iya"
Mereka berdua pun memasuki aula pesta.ketika memasuki aula pesta mereka berdua langsung menjadi sorotan.
"Lily!!" Terdengar suara seseorang yang memanggilnya.
Lily lngsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.
Mengetahui orang itu adalah Cheska Lily langsung berlari menuju ke arah Cheska dan meninggalkan Elias sendirian.
"Serius nih aku ditinggal?_-"
"Wah Lily kamu cantik banget aku sampai gk mengenali kamu loh"
"Kamu terlalu berlebihan deh pakaianku ini agak terlalu terbuka sih menurutku"? Ucap Lily.
" Oh ya kenalin ini temen dan saku dia kakel kita "ucap Cheska sambil mengenalkan Lily kepada teman dananya"
Tetapi Lily melihat kakel tersebut memandangnya dengan pandangan yang aneh.Lily kemudian pergi mencari Elias yang tadi di tinggalnya pas ketemu Cheska.
Tiba tiba ada yang menarik tangan Lily dari belakang.
"Elias kamu dari mana aja sih?!"
Ucap Lily sembari menoleh kebelakang, ternyata yang menarik tanganya adalah kakel yang tadi di temui nya saat bersama Cheska.
"Aku tau dimana temanmu itu"
"Benarkah,dimana Elias kak?"
"Ikuti aku aku akan mengantarkanmu padanya"
Ucap kakel itu sambil menarik tangan Lily,sebenarnya saat tanganya di tarik sama kakel ini dia sedikit curiga kepada kakel tersebut.mereka berjalan hingga sampai ke sebuah tempat yang sepi sekali di belakang aula.
"Kak,Elias kemana kok kita kesini?" Ucap Lily sambil sedikit takut tapi ia mencoba untuk tegar.
Lalu tiba² memojokan Lily ke dinding dan mengangkat dagu Lily.
"Kak kamu ngapain?!!!" Teriak Lily.
"Sebenernya aku bohong temenmu itu gk ada disini"ucap kakel tersebut sambil mulai meraba tubuhnya.
" CEPET LEPASIN AKU!!!!"teriak Lily.
"Nggak akan dong kamu cantik begini mana mau aku lepasin" Balas kakel tersebut.
"SESEORANG TOLONG AKU!!!" teriak Lily.
"Percuma saja disini nggak ada yang bisa denger suaramu!" Balas kakak tersebut.
Kemudian kakel tersebut mendekatkan mulutnya ke leher Lily, Lily hanya bisa pasrah dia pun lalu menutup matanya. Dan.....
"PRAAAK....!!!"
terdengar seseorang ada yang sedang memukul kepala menggunakan botol kaca.
"Maaf kak apa yang kamu lakukan padanya?" Tanya orang itu dengan tersenyum.
Lily pun membuka matanya dan ternyata orang yang menolongnya adalah...
"Elias?!" Gumam Lily dengan kaget.
"Kamu siapa hah?!mengganggu kesenanganku saja!!!" Teriak kakel tersebut sambil berusaha berdiri.
"Maaf saja orang yang kamu ganggu ini adalah orang yang penting bagiku,jika kamu macam² denganya tak peduli siapapun dirimu maka akan menerima akibatnya" Ucap Elias sambil tersenyum mengerikan bagaikan pembunuh.
Elias pun menggendong Lily layaknya tuan putri dan pergi meninggalkan kakel tersebut.
"Kenapa kamu menolongku?" Ucap Lily hampir menangis.
"Karena kamu orang yang penting bagiku" Ucap Elias.muka Lily pun memerah lagi seperti tomat.
Saat Elis tidak sadar ternyata kakel itu berlari kembali lalu memukul kepala Elias hingga berdarah luar biasa banyak.
Elias pun menurunkan Lily dan membalas pukulan kakel tersebut sampai kakel itu babak belur.
"Ayo kita ke mobilku" Ucap Elias sambil menggandeng tangan Lily. Di perjalanan
"Elias kita harus ke rumah sakit dulu kamu terluka darahmu keluar banyak sekali" Ucap Lily panik.
__ADS_1
"Aku nggak papa kok" Tanya Elias sambil berusaha menenangkan Lily.
Sesampainya di rumah Elias mereka berdua masuk dan Elias duduk di sebuah dofa diruang tamu.
"Aku akan pergi mengambil kotak obat" Ucap Lily sambil melangkah ke suatu ruangan dirumah tersebut.
"Nah itu dia kotak obatnya" Ucap Lily saat menemukan kotak obatnya.
Ketika kembali ke tempat Elias duduk tadi Lily merasa aneh karena mata Elias yang biasanya berwarna coklat berubah menjadi merah.
"Ini kotak obatnya sini biar ku obati lukamu" Ucap Lily sembari menghampiri Elias.
Tiba² Elias menarik Lily ke sofa hingga Lily terbaring di sofa dan Elias di atasnya.
"E... Elias apa ayang kamu lakukan?" Ucap Lily gemetar.
Elias tidak menjawab dan mendekatkan mulutnya ke Leher Lily dan menghisap darahnya.
"Auwww" Teriak Lily yang tidak terlalu keras.
"Eli.. as... henti..kan" Ucap Lily sambil menahan sakit
Setelah selesai meminum darah Lily Elias pun tersadar dan melihat ke wajah Lily yang pingsan kemudian menggendongnya ke kamar dan membaringkan tubuh Lily di kasur.
Setelah selesai meminum darah Lily Elias pun tersadar dan melihat ke wajah Lily yang pingsan kemudian menggendongnya ke kamar dan membaringkan tubuh Lily di kasur.
Paginya Lily terbangun dan seperti waktu itu dia bangun dipelukan Elias tapi kali ini dia tidak berani menendangnya sejak kejadian kemarin,Lily hanya diam saja berbaring di pelukan Elias.
Kemudian Elias membuka matanya dan Lily malah menutup matanya dan pura² tidur.
E
lias hanya bangun dari tempat tidur dan meninggalkan Lily di kasur. Kemudian Lily membuka matanya lagi dan melihat bahwa Elias tidak ada di sampingnya.
"Kok dia pergi tanpa sepatah katapun ya? Biasanya gk gitu"ucap Lily sedikit kesepian.
Kemudian Lily turun ke bawah dan melihat Elias yang sedang berada di meja makan.
" Pa... Pagi Elias"ucap Lily dengan gugup dan senyum. Elias hanya menoleh tanpa ekpresi sedikit pun.
Lily lalu menghampiri Elias.
"Aku buatin sarapan ya!" Ucap Lily lagi berusaha untuk berbicara kepada Elias, tapi Elias bahkan tidak menengok sama sekali.
"Gi.. Gimana?" Kata Lily berusaha mengajak Elias berbicara.
"Hmmm" Ucap Elias sambil mengangguk tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya lagi.
Ketika selesai sarapan pun Elias tidak mengucapkan sepatah kata pun.
-------------------♧♧♧♧♧----------------
Lily pun mendekati Elias yang lagi duduk di sofa ruang tamu, dia hendak pamit karena akan pulang ke rumah.
"Hei Elias, aku pulang dlu ya" Ucap Lily dan Elias pun hanya tetap diam saja.
Lily pun berbalik dan beranjak pergi kemudian Elias malah menarik tanganya.
"Ada apa?" Tanya Lily penasaran
"Ah... Tidak apa² maaf" Ucap Elias lirih.
"CUKUP!,KAMU INI KENAPA SIH DARI TADI DIAM TERUS!!!!" ucap Lily sembari mengangkat kerah baju Elias. Elias hanya diam saja dan tidak menjawab sepatah kata pun.
Lily pun langsung lari pergi meninggalkan rumah Elias.
*keesokan paginya di sekolah (ceritanya kemarin itu hari minggu)*
"Dasar apa apaan dia itu aku tanya malah gak jawab"gerutu Lily dengan kesal atas kejadian kemarin.
Kemudian saat guru memasuki kelas Lily dia tidak melihat kalau Elias masuk kelas.
" Baiklah anak² hari ini Elias hari ini tidak masuk"ucap guru wali kelas.
*pas pulang sekolah*
Lily berjalan pulang seperti biasanya.saat lewat di sebuah gang Lily tidak sadar bahwa ada orang yang mengikuti nya dari tadi. Tiba² orang tersebut membungkam mulut Lily.
" Sebaiknya kamu diam atau nyawa mu akan melayang" Ucap orang itu.
"Apa yang harus kulalukan?" Pikir Lily dengan panik.
Tiba² ada seseorang yang memukul kepala orang yang mendekap Lily tadi. Kemudian tangan Lily di tarik oleh orang itu.
"Siapa kamu?!" Teriak Lily lagi.
__ADS_1
Tapi orang itu tidak menjawab Lily dan malah menyeret Lily ke suatu tempat yang gelap. Orang itu juga mengikat tangan dan kaki Lily.
"Baiklah sekarang kita tunggu si vampir itu" Ucap orang tersebut.
~vampir? Apa jangan-jangan itu Elias ya? Gawat Elias adalam bahaya!~gumam Lily. Ketika itu hari sudah mulai malam dan Lily masih terperangkap di ruangan itu. "Cih! Mana si vampir itu!kenapa belum datang juga!" Teriak orang tersebut. "Dia tidak akan datang kau tahu!" Ucap Lily tiba-tiba. Karena marah orang tersebut menendang Lily hingga Lily terhempas ke tembok. "Dasar Sandra tidak berguna!" Ucap orang tersebut tapi tiba-tiba...
Deg... Deg.. Deg
~kenapa ini kenapa dadaku sakit sekali!~ucap Lily dalam hati sambil menahan sakit di dadanya."ya mungkin vampir itu tidak datang, tapi aku bisa bersenang-senang denganmu dulu mungkin"ucap orang tersebut dengan tersenyum dan mendekati Lily.
Brak!!
Terdengar suara pintu di buka dengan keras. "Akhirnya kau datang juga vampir!" Ucap orang itu dengan senyuman yang mengerikan dan dia juga mengelus rambut Lily. Lily menahan rasa sakit yang ada di dadanya. "Jangan berani menyentuhnya!"Tiba-tiba sesuatu yang tak terduga terjadi mata Lily tiba-tiba menjadi warna merah menyala dan dia juga memiliki taring seperti Elias. Lily langsung mencekik orang itu dan menghisap darahnya sampai orang tersebut tewas, kemudian Lily melihat ke arah Elias dengan tajam.
" Lily!! hentikan itu!!"ucap Elias berusaha untuk menghentikan Lily. Tiba-tiba Lily melompat ke arah Elias seperti seekor singa menerkam mangsanya, Lily langsung menggigit leher Elias.
Elias pun malah memeluk Lily dan membiarkan Lily meminum darahnya.Tiba-tiba Lily tersadar.
"Eli... as...apa.. Yang-" Lily pun pingsan, lalu Elias menggendong Lily.
"Elias dimana ini?" Ucap Lily ketika tersadar sambil memegangi kepalanya. "Ini lagi di kamarku"jawab Elias, " Apa yang terjadi padaku?"
"Kau lepas kendali dan pingsan"
Ucap Elias. "Apa lepas kendali?!.Aku?!!!" Teriak Lily setelah mengingat apa yang telah dia lakukan kepada orang yang menangkapnya.
"Jadi... Aku.... Sudah... Membunuh-" Ucap Lily terus menerus sembari memegangi kepalanya.
"Lily tenanglah"ucap Elias berusaha menenangkan Lily. Tapi Lily tetap tidak tenang." Aku.. Membunuh... -hmmmp"akhirnya sebuah ciuman mendarat di mulut Lily
"El-hmmp" Lily berusaha melepaskan ciuman Elias tapi ia tidak bisa dan akhirnya Elias melepas ciumannya itu. "Dasar itukan ciuman pertama ku! "ucap Lily dengan menitik kan air matanya. " Hanya ini yang bisa membuat mu tenang".
"Kenapa orang tadi mengincarmu? " Tanya Lily. "Orang itu adalah seorang penghianat dari klan ku, karena dia sangat menentang jika aku menjadi raja"Jelas Elias.
" Dan dia adalah suruhan dari pamanku"lanjut Elias.
"Apa kau tahu penyebab kematian ayahmu?" Tanya Elias, Lily sangat heran kenapa Elias bisa tahu kalau ayahnya sudah meninggal. "Tentu saja, saat itu aku masih sangat kecil dan ayahku mengalami kecelakaan" Jelas Lily.
"Sebenarnya ayahmu tidak mengalami kecelakaan tapi dia dibunuh" Ucap Elias.
"Kenapa.. Ayahku di bunuh apa salahnya!?" Ucap Lily dengan panik. "Tenanglah!, sebenarnya saat di sedang mengendarai mobil bersama mu sebenarnya memang terjadi kecelakaan, tetapi saat itu kamu pingsan dan ayahmu tidak langsung meninggal. Ketika dia ingin pergi meminta bantuan ayahmu di hisap darahnya sampai habis oleh seorang vampir" Ucap Elias.
"Lalu siapa vampir yang membunuh ayahku?", " Yang membunuh ayahmu sebenarnya adalah aku, karena saat itu aku sedang dalam pengaruh mantra dari musuh ayahku dan aku tidak bisa mengendalikan diriku"ucap Elias sambil menunduk karena ia merasa sangat bersalah.
"Kau!!! Kau!! Pembunuh!!!" Teriak Lily sambil memukul-mukul Elias dan menangis. "Lily dengarkan aku! Aku memang membunuhnya tapi-"
"Diam kau!! Kau telah membunuh ayahku,aku tidak akan percaya padamu lagi!!dasar monster!!!! "Teriak Lily.
Lily lalu lari pergi meninggalkan rumah Elias." Sial!"ucap Elias sambil meninju dinding dirumahnya.
Esok paginya Lily bersekolah seperti biasa, tapi ada satu hal yang berbeda darinya.Lily menjadi sedikit pendiam apalagi kalau sedang ada Elias,Lily pasti menjauh atau pura-pura tidak melihatnya.
Sepulang sekolah Lily akan berjalan pulang ke rumah seperti biasa, kemudian di tengah-tengah perjalanannya di depan ada Elias yang sepertinya sedang menunggu seseorang. Lily tidak peduli dan melanjutkan langkahnya.
"Tunggu Lily!" Ucap Elias sambil memegangi tangan Lily. "Kau mau apa?" Tanya Lily kepada Elias dengan datar."bisakah kau ikut denganku ada yang harus ku bicarakan dengan mu"."maaf tidak ada yang akan dibicarakan, aku permisi dulu"ucap Lily dengan datar dan melepaskan tangannya dari genggaman tangan Elias, kemudian pergi.
Suatu pagi disaat hari minggu Elias berkunjung ke rumah Lily(lewat pintu depan tentunya bukan jendela :v). Setelah pembantu Lily membukakan pintu Elias dipersilahkan masuk. Lily pun turun ke bawah dan menatap wajah Elias dengan datar " Ada perlu apa kamu kesini?"ucap Lily dengan dingin.
"Jika kamu ingin menjelaskan hal yang kemari, aku tidak ingin membicarakannya".
" kamu sudah berani ternyata?! "
Lily sontak terkejut dengan ucapan Elias. kemudian Elias berjalan ke arah Lily, tubuh Lily seketika gemetaran. Ekspresi wajah yang di perlihatkan oleh Elias sangatlah menakutkan. Tiba-tiba Elias memeluk Lily. Lily terdiam membeku dan pandangan Lily menjadi gelap seketika. Kini gadis bernetra emas itu pingsan di Pelukan Elias.
"maaf, tapi ini demi kebaikanmu!"
Elias kemudian pergi dengan menggendong Lily di pelukannya dan segera pergi meninggalkan rumah Lily.
ketika tersadar hari sudah mulai malam dan Lily sedang terbaring di atas ranjang.Tampak di dekat jendela Elias sedang duduk dan membaca sebuah buku. Elias menyadari bahwa Lily telah sadar.
"bagaimana perasaanmu?"
Ketika Elias akan mendekati ranjang...
"setelah membunuh ayahku kamu masih menculikku... APA KAU PUAS SEKARANG?! "
Elias hanya diam dan tak menyangkal semua hal yang dikatakan oleh Lily, lalu berjalan berteriak-teriak w"AKU INGIN PULANG!"
Elias tak menghiraukan teriakan Lily dan segera mengunci kamar tersebut. Lily terus menerus berteriak.
"aku sebenarnya tidak ingin memperlakukanmu seperti ini.. "
Elias terus menunggu Lily dari balik pintu. Tiba-tiba Lily berhenti berteriak-teriak. Elias kemudian melihat kearah jam arloji miliknya.
"hampir waktunya"
__ADS_1