
*cerita sebelumnya*
"Sebaiknya kamu diam atau nyawa mu akan melayang" Ucap orang itu.
"Apa yang harus kulalukan?" Pikir Lily dengan panik.
Tiba² ada seseorang yang memukul kepala orang yang mendekap Lily tadi. Kemudian tangan Lily di tarik oleh orang itu.
"Siapa kamu?!" Teriak Lily lagi.
Tapi orang itu tidak menjawab Lily dan malah menyeret Lily ke suatu tempat yang gelap. Orang itu juga mengikat tangan dan kaki Lily.
"Baiklah sekarang kita tunggu si vampir itu" Ucap orang tersebut.
~vampir? Apa jangan-jangan itu Elias ya? Gawat Elias adalam bahaya!~gumam Lily. Ketika itu hari sudah mulai malam dan Lily masih terperangkap di ruangan itu. "Cih! Mana si vampir itu!kenapa belum datang juga!" Teriak orang tersebut. "Dia tidak akan datang kau tahu!" Ucap Lily tiba-tiba. Karena marah orang tersebut menendang Lily hingga Lily terhempas ke tembok. "Dasar Sandra tidak berguna!" Ucap orang tersebut tapi tiba-tiba...
Deg... Deg.. Deg
__ADS_1
~kenapa ini kenapa dadaku sakit sekali!~ucap Lily dalam hati sambil menahan sakit di dadanya."ya mungkin vampir itu tidak datang, tapi aku bisa bersenang-senang denganmu dulu mungkin"ucap orang tersebut dengan tersenyum dan mendekati Lily.
Brak!!
Terdengar suara pintu di buka dengan keras. "Akhirnya kau datang juga vampir!" Ucap orang itu dengan senyuman yang mengerikan dan dia juga mengelus rambut Lily. Lily menahan rasa sakit yang ada di dadanya. "Jangan berani menyentuhnya!"Tiba-tiba sesuatu yang tak terduga terjadi mata Lily tiba-tiba menjadi warna merah menyala dan dia juga memiliki taring seperti Elias. Lily langsung mencekik orang itu dan menghisap darahnya sampai orang tersebut tewas, kemudian Lily melihat ke arah Elias dengan tajam.
" Lily!! hentikan itu!!"ucap Elias berusaha untuk menghentikan Lily. Tiba-tiba Lily melompat ke arah Elias seperti seekor singa menerkam mangsanya, Lily langsung menggigit leher Elias.
Elias pun malah memeluk Lily dan membiarkan Lily meminum darahnya.Tiba-tiba Lily tersadar.
"Eli... as...apa.. Yang-" Lily pun pingsan, lalu Elias menggendong Lily.
"Kau lepas kendali dan pingsan"
Ucap Elias. "Apa lepas kendali?!!yang?!! Aku?!!!" Teriak Lily setelah mengingat apa yang telah dia lakukan kepada orang yang menangkapnya.
"Jadi... Aku.... Sudah... Membunuh-" Ucap Lily terus menerus sembari memegangi kepalanya.
__ADS_1
"Lily tenanglah"ucap Elias berusaha menenangkan Lily. Tapi Lily tetap tidak tenang." Aku.. Membunuh... -hmmmp"akhirnya sebuah ciuman mendarat di mulut Lily
"El-hmmp" Lily berusaha melepaskan ciuman Elias tapi ia tidak bisa dan akhirnya Elias melepas ciumannya itu. "Dasar itukan ciuman pertama ku"ucap Lily dengan menitik kan air matanya. " Hanya ini yang bisa membuat mu tenang".
"Kenapa orang tadi mengincarmu? " Tanya Lily. "Orang itu adalah seorang penghianat dari klan ku, karena dia sangat menentang jika aku menjadi raja"Jelas Elias.
" Dan dia adalah suruhan dari pamanku"lanjut Elias.
"Apa kau tahu penyebab kematian ayahmu?" Tanya Elias, Lily sangat heran kenapa Elias bisa tahu kalau ayahnya sudah meninggal. "Tentu saja, saat itu aku masih sangat kecil dan ayahku mengalami kecelakaan" Jelas Lily.
"Sebenarnya ayahmu tidak mengalami kecelakaan tapi dia dibunuh" Ucap Elias.
"Kenapa.. Ayahku di bunuh apa salahnya!?" Ucap Lily dengan panik. "Tenanglah!, sebenarnya saat di sedang mengendarai mobil bersama mu sebenarnya memang terjadi kecelakaan, tetapi saat itu kamu pingsan dan ayahmu tidak langsung meninggal. Ketika dia ingin pergi meminta bantuan ayahmu di hisap darahnya sampai habis oleh seorang vampir" Ucap Elias.
"Lalu siapa vampir yang membunuh ayahku?", " Yang membunuh ayahmu sebenarnya adalah aku, karena saat itu aku masih kecil dan aku belum bisa mengendalikan diriku"ucap Elias sambil menunduk karena ia merasa sangat bersalah.
"Kau!!! Kau!! Pembunuh!!!" Teriak Lily sambil memukul-mukul Elias dan menangis. "Lily dengarkan aku! Aku memang membunuhnya tapi-"
__ADS_1
"Diam kau!! Kau telah membunuh ayahku,aku tidak akan percaya padamu lagi!!dasar monster!!!! "Teriak Lily.
Lily lalu lari pergi meninggalkan rumah Elias." Sial!"ucap Elias sambil meninju dinding dirumahnya.