•{I'M THE VAMPIRE PRINCE'S MAID}•

•{I'M THE VAMPIRE PRINCE'S MAID}•
Hen..... ti... kan.... Eli-


__ADS_3

cerita sebelumnya


"May i escort you my Princess?" Ucap Elias sambil membungkuk seperti seorang pangeran.


Wajah Lily pun langsung jadi merah seperti tomat.


"Kamu apaan sih El?" Kata Lily sambil meraih tangan Elias dengan wajahnya semakin memerah.


"Ya kenapa emang kamu tersipu ya?😏" Ucap Elias.


"Orang gila kali yang tersipu klo kamu ngomong gitu!" Kata Lily yang wajahnya masih merah seperti tomat.


"Udahlah ayo cepet masuk ke Aula pesta!"


"Iya"


Mereka berdua pun memasuki aula pesta.ketika memasuki aula pesta mereka berdua langsung menjadi sorotan.


"Lily!!" Terdengar suara seseorang yang memanggilnya.


Lily lngsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.


Mengetahui orang itu adalah Cheska Lily langsung berlari menuju ke arah Cheska dan meninggalkan Elias sendirian.


"Serius nih aku ditinggal?_-"


"Wah Lily kamu cantik banget aku sampai gk mengenali kamu loh"


"Kamu terlalu berlebihan deh pakaianku ini agak terlalu terbuka sih menurutku"? Ucap Lily.


" Oh ya kenalin ini temen dan saku dia kakel kita "ucap Cheska sambil mengenalkan Lily kepada teman dananya"


Tetapi Lily melihat kakel tersebut memandangnya dengan pandangan yang aneh.Lily kemudian pergi mencari Elias yang tadi di tinggalnya pas ketemu Cheska.


Tiba tiba ada yang menarik tangan Lily dari belakang.


"Elias kamu dari mana aja sih?!"

__ADS_1


Ucap Lily sembari menoleh kebelakang, ternyata yang menarik tanganya adalah kakel yang tadi di temui nya saat bersama Cheska.


"Aku tau dimana temanmu itu"


"Benarkah,dimana Elias kak?"


"Ikuti aku aku akan mengantarkanmu padanya"


Ucap kakel itu sambil menarik tangan Lily,sebenarnya saat tanganya di tarik sama kakel ini dia sedikit curiga kepada kakel tersebut.mereka berjalan hingga sampai ke sebuah tempat yang sepi sekali di belakang aula.


"Kak,Elias kemana kok kita kesini?" Ucap Lily sambil sedikit takut tapi ia mencoba untuk tegar.


Lalu tiba² memojokan Lily ke dinding dan mengangkat dagu Lily.


"Kak kamu ngapain?!!!" Teriak Lily.


"Sebenernya aku bohong temenmu itu gk ada disini"ucap kakel tersebut sambil mulai meraba tubuhnya.


" CEPET LEPASIN AKU!!!!"teriak Lily.


"Nggak akan dong kamu cantik begini mana mau aku lepasin" Balas kakel tersebut.


"Percuma saja disini nggak ada yang bisa denger suaramu!" Balas kakak tersebut.


Kemudian kakel tersebut mendekatkan mulutnya ke leher Lily, Lily hanya bisa pasrah dia pun lalu menutup matanya. Dan.....


"PRAAAK....!!!"


terdengar seseorang ada yang sedang memukul kepala menggunakan botol kaca.


"Maaf kak apa yang kamu lakukan padanya?" Tanya orang itu dengan tersenyum.


Lily pun membuka matanya dan ternyata orang yang menolongnya adalah...


"Elias?!" Gumam Lily dengan kaget.


"Kamu siapa hah?!mengganggu kesenanganku saja!!!" Teriak kakel tersebut sambil berusaha berdiri.

__ADS_1


"Maaf saja orang yang kamu ganggu ini adalah orang yang penting bagiku,jika kamu macam² denganya tak peduli siapapun dirimu maka akan menerima akibatnya" Ucap Elias sambil tersenyum mengerikan bagaikan pembunuh.


Elias pun menggendong Lily layaknya tuan putri dan pergi meninggalkan kakel tersebut.


"Kenapa kamu menolongku?" Ucap Lily hampir menangis.


"Karena kamu orang yang penting bagiku" Ucap Elias.muka Lily pun memerah lagi seperti tomat.


Saat Elis tidak sadar ternyata kakel itu berlari kembali lalu memukul kepala Elias hingga berdarah luar biasa banyak.


Elias pun menurunkan Lily dan membalas pukulan kakel tersebut sampai kakel itu babak belur.


"Ayo kita ke mobilku" Ucap Elias sambil menggandeng tangan Lily. Di perjalanan


"Elias kita harus ke rumah sakit dulu kamu terluka darahmu keluar banyak sekali" Ucap Lily panik.


"Aku nggak papa kok" Tanya Elias sambil berusaha menenangkan Lily.


Sesampainya di rumah Elias mereka berdua masuk dan Elias duduk di sebuah dofa diruang tamu.


"Aku akan pergi mengambil kotak obat" Ucap Lily sambil melangkah ke suatu ruangan dirumah tersebut.


"Nah itu dia kotak obatnya" Ucap Lily saat menemukan kotak obatnya.


Ketika kembali ke tempat Elias duduk tadi Lily merasa aneh karena mata Elias yang biasanya berwarna coklat berubah menjadi merah.


"Ini kotak obatnya sini biar ku obati lukamu" Ucap Lily sembari menghampiri Elias.


Tiba² Elias menarik Lily ke sofa hingga Lily terbaring di sofa dan Elias di atasnya.


"E... Elias apa ayang kamu lakukan?" Ucap Lily gemetar.


Elias tidak menjawab dan mendekatkan mulutnya ke Leher Lily dan menghisap darahnya.


"Auwww" Teriak Lily yang tidak terlalu keras.


"Eli.. as... henti..kan" Ucap Lily sambil menahan sakit

__ADS_1


Setelah selesai meminum darah Lily Elias pun tersadar dan melihat ke wajah Lily yang pingsan kemudian menggendongnya ke kamar dan membaringkan tubuh Lily di kasur.


__ADS_2