[DIRIKU YANG LAIN]

[DIRIKU YANG LAIN]
episode 3


__ADS_3

tolong keluarkanlah kata kata mu Wahay anak senja.


.....


perlu kalian ketahui bahwa sekolah baru nya Arsa lumayan dekat dengan kompleks yang ia tempati.jadi Arsa tak perlu repot-repot naik taxi, berjalan kaki saja sudah cukup.


mungkin ini alasan Steven menempatkan nya di perumahan itu, alasan cukup simpel yakni dekat dengan sekolah.


keadaan sekolah saat ini cukup ramai padahal ini masih jam awal masuk,Arsa sengaja datang pagi karena ia cukup benci keramaian, diantara mereka semua banyak yang heran dengan wajah baru, banyak orang yang menduga nya Arsa murid pindahan.


Gina berjalan sendirian melewati banyak kelas, tujuan nya kini menuju ruang kepala sekolah, untuk menanyakan lebih jelas dimana kelas nya berada, kenapa Arsa bisa tau ruang kepsek? jawabannya cukup mudah waktu malam sebelum Gina tidur dirinya sempat melihat semua denah sekolah school Bima 2, Bandung


hanya dengan sekali liat Arsa langsung apal dengan tata letak ruang ruang tertentu, padahal sekolah itu cukup luas, mungkin kebanyakan orang benar benar akan tersesat disana jika tidak mengingat dengan jelas denah sekolah itu.


tok..tokk.


tanpa menunggu jawaban dari sang pemilik ruangan,Arsa langsung nyelonong masuk dan duduk di sofa dengan SANGAT santainya.kepala sekolah yang lebih dikenal dengan sebutan pak Harto menatap Arya marah, siapa anak yang ga tau sopan santun ini?


"SIAPA KAMU, DATANG SEENAKNYA,GA TAU SOPAN SANTUN YA!!?"bentak pak Harto.


Arsa memejamkan mata sejenak kemudian Gina berdiri menghadap pak harto.dengan muka lugunya Arsa membungkuk minta maaf atas perilaku nya yang tidak sopan.


"maaf pak,aku sudah lancang tolong maafkan aku,aku disini sebagai murid pindahan"menatap wajah pak Harto dengan rasa bersalah.bersalah? oh tentu saja TIDAK!!


"walaupun kau anak pindahan harus nya tau sopan santun dong,ga seenaknya kaya tadi"kesal.


"aku salah".


"baiklah,kali ini saya maafkan"sebal.


"atas nama"


"Arsa Mahendra "


pak Harto mencari data atas nama tersebut,saat menemukan nya ia segera membaca biodata Arsa.


matanya menatap tak percaya,wahh cowok dihadapannya ini adalah seorang yang jenius,sungguh!! nilai nya semua diatas rata rata WAW!! sungguh anak emas!!


pak Harto menatap Arsa dari atas sampai bawah.


anak ini juga memiliki visual yang tampan, haruskah ia memanfaatkan nya untuk menjadikannya babu sekolah atau mendorongnya mengikuti lomba lomba tertentu untuk mengharumkan nama baik sekolah?.


"pak? kenapa anda melamun".


"ah...maaf, jadi untuk sementara kelas kamu ada di XI MIPA 1, haruskah bapak panggil ibu Ida untuk mengantarmu?"


"terima kasih atas tawaran nya, tapi tak perlu repot-repot,aku bisa tanya siswa yang lain,permisi"membungkuk.


Arsa berjalan melewati lapangan basket, kenapa?karena kelasny menang harus melewati nya, matanya tertuju pada seorang gadis cantik yang berjalan berlawanan dengan nya, tanpa diduga sebuah bola basket yang menghampiri gadis itu dengan kecepatan tinggi, saat ini orang orang yang melihat hanya berteriak histeris.Saat itu pula Arsa langsung berlari dengan kecepatan tinggi menghampiri gadis itu, sesaat pula tangannya menangkap bola basket yang membuat nya mundur beberapa langkah kebelakang.gadis itu hanya menunduk takut.



Gina menghela nafas lega,dan melihat kebawah


"sampai kapan lo akan begini"ucap nya datar.


"ma-maaf"menjauh.


Gina segera melihat orang yang melempar kan bola tersebut,"hati - hati , jangan sampai kau melakukannya lagi"melempar bola sembarang arah,dan tanpa disangka ternyata bola tersebut masuk ke dalam ring, sontak itu membuat seisi lapangan bergemuruh kagum.


"eum,, thanks"menatap Arsa gugup sekaligus kagum.

__ADS_1


"no problem"pergi.


"keren banget,aishh,...gue lupa tanya nama dia"menyesali.


sisi lain.


"wahh...mainan gue sangat cantik,gue ga sabar untuk bermain dengannya,bukanya begitu SILVI,haha"tertawa kecil.


Arsa melihat papan kelas yang menunjukkan bahwa ini kelas XI MIPA 1,ia masuk lalu melihat seisi kelas , setelah diamati Arsa duduk di bangku belakang barisan ke 3.


siswa siswi yang sudah stay di kelas menatap heran Arsa.


siapa dia?


murid pindahan kah?


bukannya itu kursi punya Bima ya?


wah tak sia sia gue dikelas ini.


siapa namanya,aku Ingin berkenalan,dan berteman dengannya!


kalo dilihat lihat dia cantik juga njir, definisi cantik dan ganteng menjadi satu sih haha.


(berisik anjing)umpatnya kesal.


.....


tinggg🔔...


(bel masuk)


"pagi semua!!!"seru pak Bambang.


"siang pak!!"seru siswa kompak.


PLAK!!(suara penggaris panjang yang di pukulkan ke meja)"yang bener!!"garang pak Bambang.


"pagi, pak!!"rada takut.


"bagus"melihat Arsa yang menatap nya datar.


"wah.. sepertinya kita kedatangan member baru".


"murid baru, silahkan maju!"


Arsa berjalan ke depan.saat ini ia dapat melihat setiap wajah orang dikelas nya."silahkan perkenalkan dulu"


"haii,gue Arsa Mahendra, gue disini sebagai murid pindahan dari school harapan indah 1, Bekasi.semoga kedepannya kita makin akrab"senyum tipis.TIDAK!!LEBIH BAIK TIDAK USAH MENGENAL SEKALIPUN!!


"baik, untuk sesi tanya, nanti aja, setelah pelajaran bapak."


"Arsa silahkan duduk "Gina menurut.


"sekarang buka buku paket, kita lanjutkan yang kema-"


BRAK!!(seisi kelas terkaget dengan suara keras tersebut, termasuk Gina sekalipun)


"RAHANNNNN!!!"bentak pak Bambang.


(mulai lagi)-siswa

__ADS_1


"eum..p-pak hehe"nyengir.


"KAMU LAGI,KAMU LAGI!!"geram pak Bambang.


"huft..baik,karna saya sangat BAIK SEKALI"senyum paksa.


"untuk kesekian kalinya kamu bapak maaf kan,dan ini untuk terakhir kalinya kamu telat.bisa kamu berjanji tidak akan pernah telat lagi?"


"saya berjanji tidak akan telat lagi"mengangkat tangan, bersumpah.


"saya berjanji tidak akan telat lagi".


"saya berjanji tidak akan pernah nonton bokep sebelum berangkat sekolah lagi".PLAKK!!


"aduh pak,teganya kamu memukul lambeku"ucap Rehan dramatis.


seorang pria paruh baya yang menjabat sebagai guru itu melotot tajam.alisnya melekuk menakutkan,


"Berjanji yang bener REHAN JAERUDIN!!!"


"Januar bapak bukan jaerudin.jaerudin mah nama bapak BAMBANG JAERUDIN"protes Rehan ga terima.


"SAYA BAMBANG JAEMIN, SAUDARANYA LE MIN HO,SUAMINYA JISO BLACKPINK,KALO KAMU LUPA"


"H.A.L.U HALU"seru seisi kelas dengan serempak.


"saya pegel berdiri terus denger bapak ngehalu tingkat dewa,saya izin duduk pak"pergi duduk tepat disebelah Arsa.


"sudah sudah bercanda nya, kita lanjutkan dengan pelajaran sekarang "putus pak Bambang .


tanpa sadar Rehan menepuk nepuk bahu siswa disebelah nya yang sialnya ternyata Arsa yang menatap Rehan datar.


"Bim,gue kemaren Nemu sesuatu di atas meja Lo,mana ya, perasaan tadi gue taruh disini deh."mencari di dalam tasnya.


"nah...in-"kaget saat berbalik.


"astaghfirullah!"


Arsa menatap Rehan tak minat dan beralih menatap papan tulis."kok ,lu disini,ini kan bangkunya Bima,apa apan lu"protes Rehan.


"kenapa dibelakang berisik sekali"kesal pak Bambang.


"dia pak yang berisik,saya jadi keganggu, ga bisa konsentrasi"ucap Arsa nunjuk ke muka Rehan.


"REHAN!!"


"bukan gitu pak,saya tanya kenapa dia bisa duduk di bangkunya Bima "menatap kesal Gina.


"saya tidak tau pak,saya kira ini bangku kosong"balas Arsa dengan dramatis dan menatap Rehan dengan senyum menangnya."sialan!"gumam Rehan.


"pak saya mau pindah tempat duduk"hendak berdiri.


"REHAN BISA GA SIH,KAMU DIEM AJA SEHARI,GA BANYAK TINGKAH,SAYA PUSING TAU GA"marah pak Bambang.


"tinggal minum kontreksin ,apa susahnya sih"gumam Rehan yang sialnya kedengaran pak Bambang,"DIAM!!"bentak pak Bambang.


Rehan terdiam hingga duduk kembali.dan menatap Arsa dengan penuh dendam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


gimana?mau lanjut? jangan lupa untuk vote like and komen

__ADS_1


__ADS_2