[DIRIKU YANG LAIN]

[DIRIKU YANG LAIN]
episode 9


__ADS_3

"Hais"menghela nafas panjang.


"gue ga salah"Belanya menatap wajah cowok badan kekar.


"gue bilang ganti"kesel.


(sialan) Arsa."okeh,lu mau gue ganti kan?"


"gue ganti saat ini juga"serius.hendak menelpon seseorang.


"bukan itu yang gue inginkan saat ini"sarkas nya.arsa menyengit bingung."lalu?"


"Lo harus jadi model gue "


"maksud Lo?"


................


"serius harus pake baju ginian"ga percaya.


"turutin aja"menyiapkan beberapa kamera.


"sekarang pose bebas dulu"memperhatikan setiap gerak gerik Arsa.


(apa yang gue lakuin,bngst)batin kesal.


Hingga akhirnya ia mendapatkan beberapa potretan untuk di unggah ke sosmed nya.


Flashback kejadian yang sebelumnya.


saat Arsa sedang asik main headphone, secara mengejutkan headphone nya tiba-tiba di ambil paksa dan di bawa kabur oleh seseorang yang tidak dikenal.refleks Arsa langsung mengejar dan memukuli orang tersebut hingga merusak tanaman bunga mawar di suatu rumah besar.Hingga akhirnya maling tersebut lolos dengan keadaan yang mengenaskan.


Saat Arsa mengambil headphone di dalam tanaman,tak sengaja seseorang yang diduga pemilik rumah besar itu memergokinya dengan keadaan tanaman yang sudah rusak, sontak membuat pemilik itu langsung menuduh Arsa yang posisinya sendirian dekat tanaman bunganya.

__ADS_1


.....


"mulai saat ini Lo jadi model tetap gue"menatap Arsa serius.


"atas dasar apa lo"ga terima dan Arsa cukup menyesal telah menurutnya.


"eits..Lo udh ngerusak tanaman mawar milik pacar gue,dan itu ga ada gantinya"ancam cowok tersebut.


"sialaπ Lo"marah.


"haha mari kita kenalan dulu,gue belum tau nama asli elo,gue Bagas dan Lo?"senyum misterius.


"Ck..Arsa"males.


"baiklah bagaimana kalau kita bahas kontrak aja"tawarnya


"hah.. terserah lo,tapi saat ini gue mau pulang,bay"pergi begitu saja.


Sedangkan Bagas hanya menggeleng melihat perilaku calon sumber duitnya.


....


Sesampainya disana ia memesan Classic Hot Chocolate


dengan tambahan roti panggang dengan toping diatas nya.


ini dia momen yang paling Arsa idamkan, memandang jalanan dengan segelas Classic Hot Chocolate dan roti bakar.tenang dan sunyi.baiklah untuk saat ini Arsa akan menghabiskan waktu sepuasnya sebelum kembali mengerjakan tugas nya.


Saat sedang nikmat nikmat ia tak sengaja melihat segerombolan pria berjas yang terlihat menghampiri nya.Apa lagi ini.



Arsa menatap datar pria yang menjadi pusat perhatian nya sedari tadi.tak berselang lama pria berjas itu sekarang berdiri tepat di hadapan nya menatap lama kearah nya.hingga akhirnya melewati dan pergi ke dalam cafe.

__ADS_1


Arsa menyengit heran dan merasa janggal dengan sorot mata yang tajam pria tadi.baiklah mungkin hanya perasaan nya saja.


...


Kediaman.


Arsa menatap malas kediamannya saat dugaan nya benar, kenapa mereka belum pergi juga? bukannya ini sudah malam?


sudahlah tak perlu ia pikirkan, yang terpenting mereka tidak menganggu.


Arsa masuk tanpa mengetuk dan meleos langsung ke kamar nya.seperinya mereka tidak sadar bahwasanya arsa sudah pulang.tapi dugaanny salah ternyata salah satu diantara mereka melihat dan memperhatikan Arsa sedari mereka bertemu pertama kali.


Hingga esoknya


Arsa dikejutkan dengan pemandangan di depannya.wahh..jadi mereka bener bener nginep disini bahkan mereka terlihat rapi deng seragam sekolah.


"Arsa ayo makan"ajak Dika yang sibuk menata piring.


"eum"Arsa mengiyakan ajakannya dan duduk di kursi dekat Erik dan Rehan.


Perhatian semuanya kini menuju Arsa yang terus menatap hp seolah tak peduli dengan keberadaan mereka.


"khem.."ngode Ferdian ke Rehan.


Rehan menangkap kodean nya lalu mengangguk


"semalam Lo ga pulang?"


Rehan yang merasa ditanya mendongak menatap Rehan dan yang lainya."udah kok,cuman lo aja yang ga tau"


Rehan angguk angguk mengiyakan kan.


...

__ADS_1



__ADS_2