![[DIRIKU YANG LAIN]](https://asset.asean.biz.id/-diriku-yang-lain-.webp)
jam istirahat pun tiba, banyak siswa yang bersemangat untuk pergi menemui kantin ada juga yang bermain bola, berbeda dengan seorang yang tidak tertarik dengan keadaan sekitar,ia memilih tidur dikelas mumpung sepi iye kan?
tapi Gina lupa bahwa ia tidak sendirian .di seberang sebelah nya ada seorang lelaki yang sibuk membaca buku entah itu buku apa yang pasti ia tampak asik dengan itu, saat ini suasana disana tampak hening hingga terdengar suara gebrakan meja yang cukup keras.
BRAK!!
"nih...buat Lo"menyodorkan sebuah bekel pada Arsa cukup kasar.
Arsa menatap Rehan tanpa minat,"ga perlu"cuek Arsa.
"anjir,sok jual mahal lu,ini bekel dari Dika,dia udah bersedia nyiapin ini buat lu, dan dengan enteng nya lu nolak"Rehan menatap Arsa ga suka.
(ganggu banget,bngst!)batinnya.
"siapa yang nyuruh dia bikin?".
"anj ni anak"memegang kerah baju Arsa dengan emosi.
"Huft..."
"gue tau lo masih LAPER kan?ini?buat Lo aja,gue ga laper"memegang lengan berotot Rehan dengan lembut disertai senyuman yang manis.
Rehan saat itu juga langsung merinding,dan melepaskan cengkraman nya seketika.
"Jangan lupa dimakan,rehann~"mencolek dagu Rehan dan pergi.
Rehan yang mendapat perlakuan itu pun langsung menatap Arsa dengan penuh benci, tangannya mengepal kuat tak menerima perlakuan tersebut.sialan!!
" membosankan"pergi.
.......
ting.(suara notifikasi headphone)
Arsa merogoh sakunya,dan mengambil benda pipih yang ada didalam."apakah akan dimulai"menatap ponsel dengan tatapan antusias.dirinya segera pergi menuju toilet.
Arsa melihat sekitarnya yang masih banyak orang, dengan terpaksa ia masuk ke toilet pria,ugh..dirinya sungguh benci toilet umum.
dengan muka masam ia memalingkan wajahnya saat banyak lelaki yang sedang buang air kecil,dengan segera ia masuk ke bilik toilet.
Arsa sedang mencari sesuatu di dalam tempat pensil yang ia bawa , sebelum ke toilet ia sempat mengambil salah satu tempat pensil siswa di kelasnya.
"dimana kau menyembunyikan nya, hmm"membuka seisi tempat pensil dan ternyata benar ada flashdisk di dalam sana.
"wah..tidak semudah itu kau mengambil miliku, bajingan"mengantongi flashdisk tersebut.
"*gila Marvin aneh banget,gue kalo Dekat dia bawaan nya ga nyaman"salah satu siswa.
"sama anjir,gue takut banget sih kalo sama Marvin"
"diam diam menghanyutkan ga sih hahaha "
__ADS_1
"pacarannya sama buku terus,tiap keganggu dikit iwhh..seremm"
"sudah lah ,ga usah bahas dia,kalo hidup kita mau tenang"salah satu siswa yang mudah sensitif.
"yuk kantin gue LAPER"
"tungguin gue bangsat, nanggung banget ini"menatap miliknya.
"buruan,gue laper"pergi.
"iya iya"nyusul*.
"Marvin?"berpikir.
.......
jam ke dua pun dimulai.
terlihat seorang siswa yang sedang mencari sesuatu didalam tempat pensil,siswa itu memeriksa setiap lembar buku seperti mencari sesuatu yang tersalip didalam sana.wah sepertinya ia berhasil menemukan sesuatu, sesuai harapan Arsa siswa tersebut bereaksi panik dengan cara ia melihat sekeliling kelas .Arsa menduga reaksi paniknya disababkan oleh secarik kertas yang bertuliskan.
"aku melihatmu dan kau terlihat menyedihkan,aku suka itu"
saat itu pula Arsa langsung tertawa dalam hati,wah ekspresi nya sangat lucu,"tapi aku ingin lebih melihat ekspresi nya yang lebih waw"gumam.Arsa terus menatap siswa tersebut.
Rehan yang ada disebelahnya menatap heran Arsa yang terus menatap siswa yang diketahui namanya Bagas,Yap Bagas seorang siswa yang terlihat pendiam yang sesalu memakai sarung tangan di tangan kirinya.
Rehan juga pernah bertanya tanya kenapa Bagas selalu memakai sarung tangan di tangan kirinya.tapi ia selalu berakhir babak belur padahal cuma nanya doang.entah apa yang disembunyikan Bagas,ia tak peduli.
.....
Arsa saat ini sedang mengikuti Bagas .gerak gerik nya terlihat mencurigakan dan itu membuat Arsa tertarik untuk mengikuti nya.Arsaterus mengikuti kemana Bagas pergi hingga saat ia melihat Bagas berhenti disebuah pertigaan dan yang membuat Arsa terheran heran adalah ia melihat papan penginapan S.U.S,bukanya itu mengarah ke cafe Suytha.wah gila kenapa ini semakin menarik!
tetapi tiba tiba ia dikejutkan dengan sentuhan seseorang yang sangat mengganggunya akhir akhir ini.
"mau kemana?"tanya Rehan penasaran dengan muncul tiba-tiba
Arsa tersentak kaget',tapi ia tutupi kekagetan itu.
"napa lu tegang banget,ah jangan jangan lu abis ngelakuin kejahatan ya~...emng ngelakuin apa sih?"Arsamenatap intens Kemudian oleh ke arah Bagas tadi berada.sial dia sudah pergi.sialnya gina ingin menonton pertunjukan yang ia nantikan,huh.
Arsa mendekati Rehan dan berbisik di telinga nya.
"mantan pacar mu sedang dalam bahaya, pergi dan temui dia di cafe suytha sekarang,jika kau tak mau menyesal "bisiknya senyum manis.
"Silvi?"
"a-apa maksud Lo"kaget.
Arsa mengangkat bahu lalu tersenyum manis menatap Rehan"wajahmu sangat lucu xixixi".
"cepatlah"ucap Arsa dingin.
walaupun Rehan nampak tak percaya dengan bualan Arsa, entah kenapa hatinya terasa bergemuruh.dan dengan kekuatan yang ada Rehan berlari kencang menuju cafe suytha.
__ADS_1
"kau harus berterima kasih kepada ku"pergi begitu saja.
......................
Rehan saat ini sedang menatap papan yang bertuliskan cafe suytha dengan nafas tersengal segal, Rehan berlari masuk lalu melihat sekeliling nya,tidak terjadi sesuatu bahkan tidak ada tanda tanda keberadaan gadisnya.
Rehan segera menuju meja kasir dan bertanya "permisi apa kau melihat gadis ini di tempat ini?"menunjukkan sebuah foto yang ada di headphone nya.
"ah.. beberapa saat yang lalu gadis ini memang kesini dan sekarang dia ada ruang sebelah"jawab sang penjaga kasir.
"terima kasih "ucap Rehan kemudian berlalu pergi ke ruang yang di tunjuk sang kasir.
dari arah luar Rehan mendengar suara bentakan bahkan hantaman kursi dengan begitu jelas.tebakanya pasti benar'suara itu memang terdengar seperti suara gadisnya.
BRAK!!
Rehan melotot saat melihat kejadian didepan nya.
"BANGSAT!!APA YANG LO LAKUIN SAMA CEWE GUE HAH,MINGGIR"membanting tubuh Bagas dengan begitu keras.
akh..
BRUAK!
BUGH!!
BUGH..KREKK!!..
ARGHHH....
HIAT!!..
BRAK!!
"hiks...g-gue takut,to-long !!"tangis Silvi gemetar.
"ANJING."umpat Bagas emosi, dengan sekuat tenaga ia memukul wajah Rehan dengan begitu keras,
BRUAKK..."akhh.."
"REHANN!!hiks.."teriak Silvi ketakutan saat Rehan jatuh tumbang.dengan cepat ia menghampiri nya.
"apa yang Lo lakukan bangsat!!"marah Silvi kepada Bagas.
"DIAM!!hari ini Lo selamet dari gue,tapi tidak di lain hari, bersiaplah,dan untuk LO gue bakal buat Lo tersiksa dimanapun Lo berada"senyum seringai dan pergi teratih atih.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
..."cinta itu bagaikan parfum, semakin kau dekat dengan nya semakin terbuai pula kau dengannya"...
^^^~author~^^^
__ADS_1