
"hey hey jangan takut liat sini deh" ???
"takemichi menoleh dan melihat orang berambut putih mata ungu dengan anting hanafuda berkulit Tan
"waaaaa hantu nenek berambut putih Oka chaaaan tolong Michi" teriak takemichi
"hey lihat aku baik baik kau kira aku hantu apa" jengkel orang tersebut
takemichi menoleh lagi dan melihat kakinya lalu melihat lagi sampai atas.
"kau orang? kakinya menapak tanah!?" takemichi
"ya aku itu manusia bukan hantu kau ini main teriak aja" ???
"hehehe maaf, oh iya ada perlu apa kau denganku?" takemichi
"oh kita belum berkenalan ya, perkenalkan namaku kurokawa izana dan kau kenapa sendirian malam malam begini disini?" izana
"aku tadi dirumah bosen jadi aku keluar untuk cari angin terus pulang kemalaman deh" ucap takemichi yang membuat izana cengo
"jadi kau kemalaman gitu dan kau menyangka aku hantu" jawab izana yang diangguki takemichi
"kau ini sangat penakut sekali" izana
"yah bagaimana lagi tolong antar aku pulang ya kumohon" takemichi memohon dengan puppy eyes nya dan membuat izana keluar darah dihidungnya
"i izana apa kau baik baik saja?" tanya takemichi khawatir
"a aku baik baik saja" izana
"kau yakin?" takemichi
__ADS_1
"Iya, baiklah aku akan mengantarmu pulang tetapi kau tunggu sini ya aku akan mengambil motorku dulu disana" ucap izana langsung diangguki takemichi
tidak lama izana pun sudah kembali dengan motornya dan menyuruh takemichi untuk naik keatas sepeda motornya.
"ayo naiklah kau…" izana
"takemichi hanagaki panggil aku takemichi"
"iya takemichi" izana
"oh iya izana kau dari mana malam hari begini?" takemichi
"oh aku dari Roppongi untuk melihat lihat saja" izana
"apakah Roppongi itu sangat bagus?" takemichi
"iya sangat bagus kau pasti akan suka jika berada disana" izana
"whoa kapan kapan apa kau mau mengajakku kesana?" takemichi berbinar
"iya kau tau aku dari mana?" takemichi
"dari namamu aku pernah mendengar jika kau adalah kapten devisi pertama Toman dan memasukkan bawahanmu kedalam sana dan itu tidak main main jumlahnya" izana
"iya apa kau juga anak berandal?" takemichi
"ya aku juga sama sepertimu aku dari tenjiku yang berarti kita musuh" izana
"bener juga yang kau katakan kita ini musuh tapi kenapa sih kau harus menjadi kriminal?" takemichi
"apa kau benar benar ingin tau?" izana
__ADS_1
"bagaimana jika kau bermalam dirumahku Kita sudah hampir sampai dirumahku ini sudah sangat malam sekali" ajak takemichi
"boleh juga" izana
setelah sampai di rumah takemichi dan izana masuk rumah dan tidak lupa untuk mengunci pintu saat izana masuk rumah takemichi izana dibuat kagum dengan dalam rumah takemichi karena gimana nggak kaget cobak di luarnya aja kayak gubuk reyot tapi didalamnya mewah banget.
"ayok masuk kamarku izana" takemichi menarik tangan izana
"eh i iya" izana
takemichi dan izana masuk kamar takemichi yang king size itu dan takemichi langsung mengajak izana untuk baring di kasur super king size nya izana langsung berbaring di samping takemichi tanpa sungkan dan mereka berdua berbincang-bincang.
"apa kau sendiri disini takemichi?" izana
"oh ayah dan ibuku sedang tinggal sendiri sendiri dan aku juga disini sendiri" takemichi
"hah kenapa begitu? apa kau…" ucap izana terpotong
"tidak seperti itu aku hanya tinggal sendiri karena aku masih belum bisa berkumpul dengan mereka saja karena suatu alasan" takemichi
"jadi kalian pisah rumah?" izana
"Iya karena musuhku sedang mengincar keluarga kami dan aku masih belum cukup kuat untuk melawan mereka sendiri, maka dari itu aku harus mandiri" takemichi
"oh jadi gitu" izana
"izana ayok tidur udah hampir jam 3 nih besok aku ada kelas" takemichi
"ok"
POV izana
__ADS_1
ketika aku berjalan aku berjumpa dengan seorang pemuda yang seumuran denganku tapi sepertinya dia lebih mudah dariku, tapi siapa sangka dia malah mengira aku seperti hantu padahal kan wajahku sangat tamvan bisa bisanya aku dibilas sama seperti hantu, emangnya aku ada tampang seperti itu? lalu setelah aku meyakinkannya jika aku adalah manusia sama seperti dirinya dia langsung mau bicara padaku siapa sangka dia tidak menurunkan kewaspadaannya kepada ku dan malah mengajakku bermalam dirumahnya aku sempat bingung dengan dia karena orang yang sedang satu kamar denganku ini adalah musuhku dari Toman, sebenarnya sejak aku dibilangin hantu tadi aku ingin marah dan memukulinya dia malah bertingkah lucu dan malah memintaku untuk mengajaknya pulang kukira setelah aku mengantarkan dia pulang mungkin saja aku akan dikeroyok atau akan disakiti olehnya karena dia rumornya mempunyai kekuasaan yang tidak biasa, tetapi saat aku berada di depan rumahnya dia seperti tidak mempunyai rumah yang cukup layak, apakah ini markasnya? begitulah fikirku Dan disaat aku memasuki rumah yang kukatai jelek didalamnya malah sangat mewah sepertinya dia takemichi ini sedang merencanakan sesuatu, tetapi dugaanku salah dia mengajakku ke kamar yang super king size dan bercerita cerita tentang dirinya dan aku juga bercerita tentang diriku tapi responnya hanya bisa saja seperti tidak terkejut diwajah itu, dia seperti sudah pernah melakukan hal semacam ini tetapi aku mengabaikan fikiran itu sebenarnya anaknya asik juga tapi dia adalah musuh dan mungkin tidak ada salahnya kan jika aku mempercayai dia satu malam saja, akupun ikut terlelap disampingnya anak yang dibilang imut tapi tampan sepertinya kujadikan chibi chanku lumayan juga hahahaha atau adik yang imut selalu ingin dimanja juga boleh
izana POV end