
Setelah takemichi bebersih, dia memakai hodie dan memakai tudungnya untuk bersiap ke luar. dia membawa tombak kesayangan ibunya dalam anting yang dikenakannya.
takemichi berjalan menyusuri jalan dan melihat sekeliling karena banyaknya anak anak kecil yang berlarian kesana kemari. takemichi tentu diam diam tersenyum karena para bocil bocil itu sangat lucu.
takemichi juga sering menyapa tetangganya dengan ramah. tidak salah jika takemichi selalu disambut dengan hangat oleh tetangga disekitarnya.
kaki nya berjalan dengan langkah riang seakan dia telah melupakan mimpi yang ia dapatkan beberapa jam lalu, sehingga beberapa orang menabrak tubuh si mungil dan terhuyung dan jatuh kebelakang karena tabrakan itu.
"ah gomenasai aku tadi tidak melihamu" ucap takemichi membungkuk
"kau punya mata nggak sih, aku jadi terluka nih gara gara kau tabrak tadi. pokoknya kau harus ganti rugi karena harus membayar pengobatan dan perawatan kejut ku karena jika tidak aku bisa jantunan karena mu" ucap orang itu nyolot
"jelas jelas aku tidak menbrakmu tadi, yang menabrak itu justru kamu!! dan aku sempat terjatuh dan kau tidak membantuku. kau sekarang meminta uang untuk berobat, seharusnya yang kau kasih uang itu aku" ucap takemichi tidak kalah nyolot
"apa kau ingin ku telfonkan polisi agar kau ditangkap karena tidak memberikanku uang untuk berobat? kau bisa dipenjara jika tidak menuruti permintaanku"
.
.
.
.
.
__ADS_1
BUGH
BUGH
BUGH
KLONTANG
MEONG
setelah takemichi menghajar penipu itu, takemichi melemparkan segebok uang ke wajah orang itu. lalu takemichi berlalu pergi meninggalkan orang tersebut.
langkahnya terhenti disebuah gang sempit yang cukup gelap karena hari memang semakin sore. takemichi merasakan jika ada seseorang yang berada disana.
takemichi perlahan mendekat dan memeriksa disekitarnya dan menemukan seseorang yang bersimbah darah di sekujur tubuhnya. tentu saja takemichi kaget dan menghampirinya dan melihat apakah orang masih hidup atau mati.
"to…long aku" lirih orang itu
takemichi membalik tubuh orang paruh baya itu dan melihat wajahnya. betapa terkejutnya jika itu adalah ayahnya yang bertugas di luar negeri namun belum kembali dan sekarang dia berada disini dengan bercak darah dimana mana.
"ayah!! apakah itu benar benar kau? ayah jawab aku!!" ucap takemichi panik
"take Chan…to…long ayah…nak…ayah…dikejar para kriminal brengsek yang menginginkan harta warisan dari keluarga kita"
"aku akan membawamu ayah, tolong bertahanlah dan aku akan mengobatimu" ucap takemichi mengangkat tubuh besar ayahnya
__ADS_1
takemichi menopang tubuh ayahnya dipunggungnya. tampak takemichi kewalahan karena tubuhnya lebih kecil dari pada tubuhnya. kebetulan takemichi tidak membawa kendaraan sehingga dia sangat kesusahan membawa tubuh ayahnya.
"yaka, tolong bantu aku mengangkat tubuh ayah sekarang. cepat" titah takemichi
"baiklah tuan" ucap yaka menggendong pria paruh baya di punggungnya dan setelah itu takemichi Langsung menelfon chifuyu untuk mengirimkan mobil
setelah chifuyu datang, dia terkejut karena karena takemichi berlumuran darah dan dia membantu pria paruh baya itu untuk memasukkan kedalam mobil.
"bagaimana bisa orang tua ini terluka takemichi? apakah kau menghajarnya?" ucap chifuyu tidak kalah panik
"mana mungkin aku membuat orang tuaku menjadi seperti ini chifuyu, dia ayahku, dan aku menemukan dia digang sempit itu. ayah ku dikejar oleh sekelompok kiriminal, dia dikeroyok tau" takemichi
"sekarang kita sebaiknya ke rumah sakit atau kerumahmu?" tanya chifuyu
"kita sebaiknya ke rumah sakit saja chifuyu, karena aku tidak bisa mengobatinya" takemichi
skip sampai rumah sakit
"tolong, cepat tolong ayahku!!" teriak takemichi panik
takemichi dan chifuyu membantu dan dia mengantar ayahnya sampai pintu ruang UGD. takemichi tidak berhenti menangis, takut kehilangan ayahnya lagi, sehingga dia tidak pernah melihatnya lagi.
"sabar ya takemichi, aku yakin dia akan baik-baik saja" ucap chifuyu menenangkan
"aku takut chifuyu, aku takut tidak akan bisa melihat wajah itu lagi. sudah bertahun-tahun aku tidak melihatnya dan sekarang dia tiba-tiba terluka. entah apa yang kami sama rencanakan, aku hanya menginginkan keluargaku bahagia dan tidak akan pernah menjadi incaran dari kriminal manapun, bahkan aku menginginkan keluarga yang normal. sekarang lihatlah, ayah ku terluka dan aku tidak bisa menyelamatkannya, aku sangat bimbang sekarang. bagaimana bisa, dia sudah pulang ke Jepang dan tidak memberi kabar kepadaku chifuyu" takemichi
__ADS_1
takemichi dan chifuyu menunggu dengan gelisah, dia masih menunggu operasi yang masih dilakukan oleh dokter. setelah beberapa jam berlalu, dokter pun langsung menanyakan siapa keluarga dari pasien, bahwa pasien telah ditangani dan mulai stabil dari kritisnya. takemichi bersyukur bahwa orang tuanya sudah selamat dari maut. mungkin saja jika ayahnya tidak selamat dia akan mencari kriminal itu dan membunuhnya dengan tangannya sendiri takemichi tidak akan pernah main-main dengan omongannya karena ini menyangkut orang-orang tersayang nya. jika saja takemichi tidak mempunyai hati nurani dia pasti akan membantai seluruh keluarganya.
ok Next.