
"Aaaaaaa ... Mooonnn, awaaasss!!!" Nisa menjerit histeris melihat ke arahku.
Dan..
"Crass" Golok itu melayang tepat diatas lengan sebelah kiriku..
Akupun terhuyung ke samping dan terjatuh.
"Aaahh, innalillahi, tanganku sakit sekali untung saja Allah mengabulkan doaku, sehingga golok itu tak mampu melukaiku, aku hanya merasakan ngilu akibat hantaman golok itu," lirihku sambil menggengam sebuah batu dan bersiap untuk menyerang mereka kembali.
" Hahaha dasar, bocah! kamu itu perempuan tapi belagu mau melawan kami, tapi rupanya kemampuanmu hanya segitu," ejek para penjahat itu sambil tertawa terbahak-bahak.
Selagi mereka terbahak, aku segera bangkit dan melemparkan batu ke arah mereka, mereka kelimpungan dan aku pun segera berlari ke arah Nisa yang sejak tadi masih menangis.
"..brugg, Nis, ayo starter motor nya, keburu mereka mengejar kita! " printahku pada Nisa setelah berhasil membonceng di belakang nya.
" Aaaa, hantuuuu!" Nisa malah menjerit saat melihatku.
"Pletak!!
Dasar, hantu kepalamu aku masih hidup gini dibilang hantu, ayo biar aku saja yg starter, keburu mrke ngejar kita ".. ku jitak kening Nisa sambil menyalakan motor penjahat itu.
" aaaa" Nisa menjerit
Penjahat itu memanggil manggil kami dngan penuh amarah tapi Alhamdulillah kami berhasil lolos dari mereka.
Baru beberapa menit kami melajukan motor, motor itu pun mogok hingga kami terpaksa jalan kaki lagi.
"Mon, sebntar mana luka mu, Ko gak ada? Padahal tadi aku melihat mrka membacok mu" ujar Nisa sambil meraba raba seluruh tubuhku..
" iiih ..apa an sih raba raba aku, knapa kamu nanyain lukaku? Emang nya kamu mau aku terluka parah?" Tukasku ketus.
__ADS_1
" bukan begitu Mon, ya aku senang lah kamu gak luka, cuma aku heran aja .ko bisa tangan mu gapa2 padahal udah ditebas sma golok?" Nisa masih saja cerewet, namun tak ku jawab pertanyaannya..gak mungkin juga kan kalau ku bilang rahasiaku padanya.
" Ah sudah lah yg pnting kita bersyukur aja krn kita udah selamat dari mrka...eh tuh lihat kesana ..didepan kita sprti nya ada orang bawa obor"
Kilahku mengalihkan pembicaraan.
Di depan kami terlihat rombongan yg membawa obor, mereka semakin mendekat kearah kami..
" kasmiiin...kasmiiiin..dimana kamu kasmiiin?" Dari kejauhan kudengar mereka memanggil nama kasmin.
"Toloong! Paak, toloong kami!
Ah ..ah.." Dengan nafas terengah engah Kami berlari ke arah mereka.
" Eh lihat itu, disana ada dua orang wanita, jangan jangan mereka hantu" Seru Salah seorang warga yg melihat kami.
" Sepertinya mereka bukan hantu, itu lihat Kaki mereka menapak ke tanah" Sahut warga yang lain nya.
" Apa? Kamu Mona, jangan bercanda kamu! Saya Ahmad, adik nya teh Marni. Saya memang punya keponakan nama nya Mona, tp dia gak mungkin berpakaian begini?" Jawab salah satu dari mereka yang ternyata itu adalah Paman ku.
" Paman,saya beneran Mona paman, ..maaf paman, saya berpakaian begini karena tadi saya dicegat begal dan saya buka gamis saya karena saya berkelahi sama mereka" ..
" Ya Allah Mon,kalian knapa gak ngasih kabar kepaman dulu biar paman jemput, ini sampe kalian dicegat begal, trus bagaimana keadaan kalian, apa kalian terluka..? Paman ku segera mendekat dan memeriksa keadaanku.
"Alhamdulillah kami hanya luka ringan.Oh ya paman, kalian mau kmna malam begini?" Tanyaku pada mereka.
" kami sedang mencari warga yg hilang. oh ya bapak bapak, sepertinya saya tdk bisa lanjut mencari pak Kasmin, saya akan bawa pulang Mona dan temannya dulu"
Setelah berpamitan, paman segera membawa kami ke rumah nya.
Setelah berapa waktu kami berjalan,akhirnya kami sampai di kampung Cikoneng.
__ADS_1
Kampung ini sudah banyak berubah,terlihat dari beberapa rumah yang sudah dibangun berjajar dan megah, beda dari yang dulu sewaktu aku berkunjung sepuluh tahun lalu.
"Mira..! Miraaa! Ayo cepat keluar, lihat ini siapa yang datang!" Paman memanggil bi Mira istrinya setelah sampai dirumah mereka . Tak lama kemudian, bi Mira kluar bersama Ani sepupuku.
" Mona? Ya Allah kang..ko bisa Mona datang malam malam begini, dan gak ngasih tau dulu?" Bi Mira memelukku sambil keheranan.
" Ah sudah lah, nanti aja dijelaskannya.
Sekarang bawa Mona dan teman nya kedalam!..Ani, bantu mereka biar membersihkan tubuh mrka dn kasih merka baju ganti..dan ibu siapkan makan buat mrka" perintah pamanku pada anak dan istrinya.
Setelah kami selesai, kami pun berkumpul di ruang kluarga.
Setelah kami selesai makan, kami berkumpul di ruang keluarga.
"Paman, kenapa sekarang ini kampung Cikoneng berubah jadi menyeramkan? Bahkan ojek saja gak mau ngantar kami karena ketakutan" Tanya ku memulai percakapan.
"Entahlah Mon, akhir akhir ini banyak kejadian yang sangat mengerikan, setiap Jum'at ada warga yang hilang dan ditemukan tewas, atau ada juga yang meninggal dirumah mereka. Dan dijalan menuju kesini selalu terjadi prampokan" jawab paman sambil menerawang jauh ke arah jalan didepan jendela yang kami buka agar mendapat udara segar.
" Yang lebih serem,Bukan cuma yg meninggal aja, ada juga anak gadis yang disantroni kolor ijo dirumahnya teh" timpal Ani sepupuku dengan raut ketakutan.
" Kolor ijo? Apaan tuh Mon?" Tanya Nisa keheranan. Anak satu ini memang selalu keppo.
"Kolor ijo itu seorg laki laki yg biasanya sedang melakukan ritual pesugihan gitu, dn dia diminta oleh Jin junjungan dia buat menggauli anak perawan" Bi Mira yang menjawab.
" Iih serem banget, gimana kalau dia tau ada kita disini, tar mereka kesini dong..iih ?Nisa bergidig membayangkan si kolor ijo.
"Huuss kalau bicara tuh dijaga neng, takut nya bnran ke sini tar brabeh " Jawab bi Mira masih setia meladeni Nisa yang makin rewel. Aku hanya diam mencerna semua keterangan dari mereka.
" Paman, sejak kapan kejadian ini berlangsung, dan apa sudah ada tindakan dari kepala desa sini?" Tanyaku pada paman yang dijawab dengan ******* panjang.
"Sepertinya kejadian nya sejak 3bulan lalu..tepat nya setlah kepala desa baru dilantik" Paman ku menjawab dngan hati hati.
__ADS_1
" Ah sudah lah,kita tunda pembicaraan kali ini..sekarang malam semakin larut, ayo kita istirahat saja. Kalian tidur dikamar Ani saja biar rame" Lanjut Paman ku yng disambut dngan girang oleh Ani sepupuku.