(Mona) Sang Penakluk 1

(Mona) Sang Penakluk 1
Teror Kolor ijo


__ADS_3

" A-a-akuu" Parmin membuka mulut ingin menjawab, tapi belum sempat dia menjawab di luar terdengar orang mengucapkan salam.


" Assalamualaikum semua" Ternyata pak Lurah dan rombongannya yang datang.


" alaikum salam wr wb, eh, pak Lurah, silahkan pak! " Istri pak Parmin segera menyambut pak Lurah dan mengajaknya ke depan Parmin.


Ku perhatikan wajah Parmin semakin ketakutan melihat pak Lurah.


" Pak Ahmad, gimana keadaan Parmin sekarang? " Tanya pak Lurah setelah menyalami Pamanku.


" Alhamdulillah sekarang sepertinya sudah mendingan, tp masih perlu dibawa ke dokter untuk mengobati luka luarnya" Jawab pamanku.


" oh kalau begitu, biar orang saya saja yang membawa Parmin ke klinik untuk diobati" ujar pak Lurah sambil melirik kearah Parmin.


Parmin tersentak dan semakin ketakutan.


" Tak usah pak, saya mau diobati secara alternatif aja" tolak nya halus. Paman yang faham perasaan Parmin pun segera menengahi.


" begini saja, Parmin akan tetap dibawa ke klinik, dan biar saya juga ikut dg nya" Setelah dibujuk, akhirnya Parmin mau dibawa ke klinik.


" Neng Mona, sebaiknya neng bapak antar pulang Ya" Ucap Pak lurah sambil tersenyum aneh.


Karena rasa penasaranku pd pak Lurah, aku pun mau diantar nya pulang.


"Neng, kita mampir dirumah bapak dulu ya, biar neng tau rumah bapak" Aku mengangguk pelan menanggapi pak Lurah. Beberapa menit kemudian kami sampai didepan sbuah rumah dan yang membuatku terkejut, rumah itu adalah rumah yg dituju asap hitam tadi.


" Astagfirullah, apa dugaan ku ttg pak Lurah ini bnar ya? Apa dia adalah dalang dr teror di kampung ini?" Gumamku dalam hati.


" Ayo neng, masuk dulu " Pak lurah mempersilakan ku masuk. Dengan perasaan tak menentu, aku masuk kedalam. Didalam rumah terlihat sepi dan aku merasakan hawa mistis yang luar biasa.


" Pak, kenapa rumah bapak sepi? Kmna ibu lurah dan anak pak lurah?" Tanya ku basa basi.


Pak lurah mendesah panjang, wajahnya tiba tiba terlihat murung.


" Istri saya sudah meninggal 3bulan lalu neng, tepat setelah saya dilantik menjadi lurah di Desa ini" tutur nya dg wajah sedih.

__ADS_1


"Kalau soal anak, bapak belum punya anak, karena bapak baru sebulan menikah ketika istri bapak meninggal" tambah nya lagi.


"Oh begitu ya pak, maaf ya pak saya sudah membuat bapak sedih, oh ya sekarang sudah hampir dzuhur..saya pamit pulang dulu" jawabku singkat. Entah knapa aku merasa gugup kalau berada didepan kami.


Mataku terbelalak ketika teringat si kolor ijo, akupun segera berlari kearah kamar..


Tepat dijendela kamar Ani, terlihat seorg laki2 bertelanjang dada dan hanya memakai kolor berwarna hijau.


" Heh siapa kamu?" Aku segera berlari ke arah jendela untuk menghalau orang itu. Melihat ku berlari,orang berkolor ijo itu kembali melompat kluar.


" Heh kurang ajar ..mau kemana kau?" Hardik ku ingin melompat kejendela, namun dicegah bi Mira.


" Jangan Mon, biarin aja..takut bahaya" cegah bi Mira sambil memegangi tangan ku.


" Tidak bi, aku harus kejar orang itu. Bibi disini saja atau bibi minta pertolongan warga desa..biar warga membantuku menangkap orang itu" Ujarku sambil segera melompat kejendela mengejar laki laki berkolor ijo itu.


Dari kejauhan ku lihat laki laki itu terus berlari, akupun terus mengejarnya hingga tak terasa aku sudah berlari jauh bahkan sudah kluar dari batas desa Cikoneng.


Laki laki itu trus berlari hingga tepat di pinggir hutan dia berhenti sketika dan berbalik menghadapku.


"Hahaha akhir nya kau kena juga, hei gadis bodoh" Teriak laki laki itu sambil terbahak bahak membuatku menyadari satu hal..yah kini ku sadari bahwa laki2 itu cuma memancing ku utk meninggalkan rumah dan menjauh dr desa Cikoneng.


"Hahah..akhir nya kita bertemu lagi cah ayu" ujar salah satu laki laki gempal itu dan suara itu sprti nya aku prnah mendengar nya..


Yah tak salah lagi org2 ini adalah kawanan begal kmaren, mereka pasti mau balas dendam.


" ouh sudah kuduga kalian smua adlah satu kelompok.. dasar pengecut, kalian cuma brani dibalik topeng" Jawabku lantang membuat para penjahat itu semakin terbahak bahak. (Entah apa yg lucu menurut mreka)


" Jangan banyak bacot kamu hei perempuan! Kali ini kau pasti akan mati ditangan kami"


" Woow, sejak kapan kamu diberi bocoran tanggal kematian oleh malaikat, hei pengecut?" Ledekanku semakin membuat mereka geram.


" Dasar gadis bawel, mati lah kau!" Teriak salah satu dr mereka sambil menyerangku dg ganas.


Akupun segera menghindar dan

__ADS_1


melancarkan serangan balasan pd mereka yg mulai mngeroyokku.


#Cerbung_Misteri


Judul:Sang Penakluk


Part7 lanjutan: Ada apa dengan pak Lurah


"Moon, gimana keadaan kamu nak?" Tanya bi Mira yang menjemputku di depan halaman rumah nya.


" Alhamdulillah saya dan Nisa tidak apa apa bi" Jawabku sambil tertatih masuk ke rumah.


" sayang nya kita gagal lagi menangkap si kolor ijo, siapa sih sebenarnya tuh kolor ijo?" Ujar salah seorang warga desa setelah berada di rumah paman Ahmad.


" Si kolor ijo itu satu kelompok sama para begal yang selalu mengganggu warga dijalan" aku menjawab dengan lugas.


" Apa neng Mona pernah melihat wajah mereka?" Timpal warga yang lain nya.


" Iya, saya tau salah satu diantara mereka, tapi saya belum bisa mengungkapkan siapa dia, krn saya ingin mengungkap siapa dalang dibalik semua teror Di desa ini. Apa pak Lurah mau membantuku?" Kali ini Aku menjawab sambil melirik kearah pak Lurah. Pak Lurah terlihat gugup mendengar perkataanku.


" i..iya pasti Mon, itu kan sudah tugas saya" Jawab nya singkat.


Pov Author


Malam semakin merayap mendekati fajar.


Di sebuah gubug ditengah hutan, terlihat beberapa orang laki laki bertubuh gempal berdiri mengelilingi seorang laki laki yang sedang meluapkan amarah nya.


" bug..bug.." laki laki itu mengarahkan tinju nya pada orang orang diskilingnya.


" kurang ajar kalian..kenapa kalian bertindak tanpa printahku ?..bug.. Dan knapa kalian brani mencelakai gadis itu hah?..bug.." Bentak laki laki itu sambil terus memukuli orang sekelilingnya.


" Maafkan kami bos, kami tak bermaksud mendahului bos. Kami hanya tak ingin


" Aku tak perlu penjelasan kalian, pokok nya jangan pernah menyentuh gadis itu..atau kalian akan mati ditanganku.. Ingat, jangan pernah muncul lagi tanpa printahku..urusan gadis itu serahkan padaku, aku yang akan mengurusnya " jawab nya sambil mengangkat kaki ke atas meja.

__ADS_1


Setelah selesai memarahi mreka,Laki laki itu segera melangkah kluar gubug ..


" hah..Mona..Maafkan aku, aku tak akan pernah membiarkanmu terluka, aku pasti akan menjagamu "lirih nya sambil mengusap kasar wajahnya


__ADS_2