
Beberapa hari berlalu, tak terasa aku dan Nisa sudah seminggu di kampung Cikoneng ini.
Alhamdulillah sejak kejadian pengeroyokan itu, sudah tak ada lagi kejadian aneh dalam seminggu ini, mudah mudahan sampai seterusnya.
" Bagaimana keadaan mu sekarang Mon?" Tanya Paman Ahmad menghampiriku yang berada dikamar Ani.
"Alhamdulillah saya sudah baikan paman. Oh ya paman, knapa paman biarkan Parmin pergi ke kampung istri nya? Dia itu kan penjahat, harus nya kita laporkan. Bagimna kalau dia melakukan kejahatan lagi setelah sembuh?" Tanya ku panjang lebar .
Paman hanya tersenyum.
" Dia sudah cacat Mon, pukulan telak mu dibagian alat fital nya itu membuat saraf kaki nya lumpuh " mataku membulat sempurna mendengar jawaban paman.
" Astagfirullah, smoga aja Parmin benar benar bertobat ya paman " timpalku menghibur diri.
" oh ya, waktu itu paman menyuruh mu mengikuti asap hitam, apa kmu melihat kmna asap itu pergi?" Paman bertanya lagi.
" Asap nya masuk kearah dapur pak Lurah, tapi yang saya heran kalau dia dalang dr smua ini, knapa dia wktu itu malah menolong saya?"
Paman hanya manggut manggut mendengar jawabanku.
" haah siapapun dalang nya , mudah mudahan dia segera bertaubat.
Oh ya tadi mama kamu nelfon, kata nya kamu kapan pulang?" .
" Teh Mona, teteh jangan pulang dulu. Ani gak mau tidur sendirian disini, serem tau ..apalagi malam Jum'at begini. Iih makin serem aja" timpal Ani tiba tiba masuk kekamar bersama Nisa.
Aku tersenyum geli mendengarnya.
" serem bagaimna sih An? Sahutku singkat.
" Ya serem, kan kalau malam Jum'at bnyak hantu kliaran Mon." Nisa menimpali sambil duduk di dekat ku. Aku makin terkekeh.
" Hehe.m aku tuh bner bner heran sama kalian yang menganggap malam Jum'at sebagai malam yg menyeramkan dan menganggap banyak setan kliaran . Entah dari mana anggapan konyol begitu?
Denger ya An, Nis, Bagi kita ummat islam, Malam jumat itu bukan malam yg menyeramkan. Justru malam itu adalah malam yg penuh berkah. Dan pada malam Jum'at bukan setan yg banyak kliaran, tapi justru malaikat lah yg banyak diturunkan pda malam dan hari Jum'at. Jadi berhenti lah punya anggapan konyol tentang hari Jum'at..apa kalian faham? ..hmm" Jawab ku panjang lebar.
__ADS_1
Belum selesai aku bicara, tiba tiba dari luar ada yang mengetuk pintu dg keras.
.. tok tok tok. ..
"pak Ahmad, tolong kami pak! Bapak saya kejang kejang dan muntah darah " Ucap tamu yang datang itu dngan nafas yang tersengal sengal.
Paman Ahmad segera bergegas keluar.
" Mon, kamu dirumah saja ya. Jaga rumah" titah nya padaku sebelum dia pergi.
" Ya Allah, ada apa lagi ini ya Robb, hamba mohon selamatkan lah kami semua ya Allah" Gumamku dalam hati. Aku melangkah masuk kerumah, tapi belum sempat aku masuk tibatiba saja ada warga lagi yang datang dengan tergesa gesa dan penuh kecemasan.
" Assalamualaikum neng, mana pak Ahmad? Ibu mau minta tolong neng. Suami ibu pingsan trus sekarang ngamuk ngamuk neng" ujar tamu itu dngan nafas memburu.
" Innalillahi.. maaf bu, paman tadi dijemput bi Narsih katanya suami nya juga kejang kejang daan muntah darah" Jawab ku dengan penuh kecemasan.
" Ya Allah..terus gimana ini neng?" Ibu itu kebingungan.
" Ya sudah biar saya aja yang ikut ibu, saya akan berusaha bantu ibu, smoga bisa ya bu" Jawabku sambil langsung bersiap pergi.
Namun baru saja kami sampai digerbang pagar, aku lihat ada lagi yang datang dengan tergesa gesa.
" Ah ..ah..Assalamualaikum.
Pak Ahmad, tolong ..tolong saya" Ucap laki laki yang datang itu dngan nafas memburu.
" kenapa pak, Paman Ahmad sedang pergi menolong orang, ini saya juga mau pergi kerumah ibu ini utk menolong suami nya" Jawabku tak kalah panik.
" Tolong anak saya neng, anak saya perut nya sakit tp bukan sewajar nya..." Jawab bapak itu sambil menangis.
" neng, ayo cepat! Neng kerumah ibu dulu, tolong suami ibu dulu " timpal ibu ibu yang datang sebelum nya.
" Neng, kerumah bapak dulu aja, anak bapak lebih parah neng" bapak yg tadi juga menimpali membuat ku semakin kebingungan.
" Tolong jangan berebut begitu, begini saja..saya mau ikut sama ibu ini dan bapak pergi kerumah bi Narsih, Paman Ahmad ada disana mudah2an beliau sudah selesai" jawabku menengahi.
__ADS_1
Mereka berdua akhir nya menurutiku.
Akupun melangkah dengan cepat mengikuti ibu yang tadi. Sesampainya dirumah ibu itu..ku lihat suami ibu itu sedang mengamuk dan miris nya sepertinya dirumah mreka cuma ada perempuan.
" aaaa bapaaak, jangaan ..Lepaskan dia pak..dia anak mu paak" Teriak bu Yati yang melihat suami nya berusaha mencekik anak nya yg masih balita.
Aku yg kaget refleks segera melompat kearah mereka dan memukul tangan suami bu Yati hingga dia melepas cekikannya dan terhuyung ke belakang. Dan dengat cepat ku tarik anak balita itu dan langsung kuserahkan ke ibunya
" ini bu, pegangi anak ibu. Biar saya bantu suami ibu: ujar ku sambil meletakkan anak balita itu.
Aku berbalik bermaksud mengahadapi laki laki yang kesurupan ini tapi..
" Ya Allah, gimana ini? Orang ini kesurupan bagaimana aku mengobati nya, smntara dia mengamuk begini, mana mungkin aku harus menyentuh nya..dia kan laki laki..mana dia cuma pake sarung doang ..hadeuh..apa aku pukul aja..aduh tapi dia kan bukan penjahat..aaahh gimana ini? " teriakku dalam hati dg wajah kebingungan.
Ditengah kebingungan ku, tiba tiba saja..
"Aa awas neeeng itu ..!" Jerit bu Yati membuyarkan lamunan ku dan ternyata suami bu Yati akan menunbrukku. Sontak aku langsung berkelit ke samping sehingga suami bu Yati tersungkur kedepan.
Tak mau menyia nyiakan kesempatan, akupun segera menyambar kain yang tergeletak di lantai dan langsung menggunakan nya utk meringkus pak Darman suami bu Yati.
Aku mengkupkan kain itu ke kepala pak Darman tapi naasnya kain sarung yang dipakai malah copot dan lebih naas lagi ternyata dia tak memakai apapun lagi..
" aaaaa..astagfirullah..bu yatiii ..tolongin saya bu..buu" Aku menjerit sambil
Sontak aku langsung memejamkan mata dan menjerit minta bantuan bu Yati.. tapi yang dipinta tolong malah tak faham juga.
" iya neng, kenapa ? Ibu harus gmna neng? Tanya nya kebingungan.
"Buu..lihat kebawah..tolong tutupi itu buu" teriakku padanya masih sambil memejamkan mata.
Bu Yati mendelik setelah melihat kebagian tubuh bawah suami dan langsung berusaha menutupinya, namun pak Darman malah menendangnya.
" aaa neng..dia menendang ibu" Jerit bu Yati memberitahuku.
" astagfirullah, bu ..saya akan memukul suami ibu biar pingsan ya bu?" Jawabku masih sambil memejamkan mata, aku pun langsung memukul tengkuk pak Darman hingga membuatnya jatuh pingsan.
__ADS_1
"Ya Allah, paak.." Bu Yati langsung mendekati suami nya.