
...Ini adalah legenda fiktif dimana manusia iblis hantu dan beberapa makhluk hidup lainnya benar-benar nyata dan ada kalanya mereka saling bermusuhan atau kebalikannya...
seribu tahun yang lalu di kerajaan A seorang pangeran dengan bakat yang sangat luar biasa dan pengetahuan luas telah terasingkan karena kesombongan dan kekejamannya.
pangeran itu bener-benar berbakat dalam segala bidang kecuali sifatnya, saking berbakat nya pangeran dia bahkan bisa melampaui sang ayah yaitu raja kerajaan A di usianya yang ke lima belas tahun dan di sebut-sebut memiliki karunia dewa perang.
pangeran dari kerajaan A tersebut akhirnya terasingkan dalam sebuah rumah besar di desa terpencil pinggiran kerajaan A, karena sifatnya yang angkuh dan sombong.
dikisahkan iya bahkan membunuh satu keluarga dengan beranggotakan 5 orang dalam keluarga tersebut dengan sekali tebasan pedang, hanya untuk mencoba ilmu pedang yang baru saja dia kuasai pada usia nya yang baru menginjak usia sepuluh tahun.
karena geram dengan sikap dan tingkah laku sang pangeran, Raja memutuskan untuk mengasingkan sang pangeran di desa terpencil pinggiran hutan dekat perbatasan kerajaan agar dirinya dapat merenungkan segala kesalahannya dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
raja pun membangunkan sebuah kediaman megah yang hampir sama dengan kemegahan kerajaan A agar pangeran merasa nyaman, tidak terbebani dan tidak merasa bahwa dirinya sedang di asing kan, di sepanjang perjalanan pepatah demi pepatah yang mendidik terus terlantun dari mulut raja berbicara pada sang pangeran mengiringi keberangkatan nya ke pengasingan.
perjalanan dari pusat kerajaan A ke desa terpencil memakan waktu kurang lebih lima belas hari hingga akhirnya sang pangeran dan rombongan yang juga di iring oleh sang raja kerajaan A tiba di desa terpencil dan tepat di depan kediaman megah yang baru selesai di buat khusus untuk pangeran dan beberapa pelayan yang di tugaskan raja untuk ikut serta tinggal di sana sebagai pelayan pangeran.
satu hari, dua hari, tiga hari, satu minggu, dua minggu, tiga minggu, satu bulan, dua bulan, tiga bulan, hingga akhirnya satu tahun telah berlalu sejak saat pengasingan sang pangeran ke sebuah desa terpencil di perbatasan, karena tidak ada kabar tentang kekacauan apapun di desa tersebut, kabar yang dia Terima dari orang yang dia tugaskan untuk mengurus sang pangeran di setiap kali orang suruhan itu datang untuk mengambil segala kebutuhan hidup pangeran seperti bahan makanan pokok dan beberapa jenis makanan lainnya juga pakaian dan lain-lain di istana kerajaan untuk di bawa ke desa terpencil tempat pangeran tinggal.
raja beranggapan putranya telah berubah atau setidaknya dia tidak akan membuat kekacauan yang merugikan dirinya dan orang lain lagi karena sudah geram dengan hukuman nya , akhirnya raja memutuskan untuk melihat dan menjemput pangeran dan membawa pangeran kembali ke istana kerajaan.
"Kalian siapkan kreta kuda dan kita berkat sekarang juga untuk men jemput putraku" Ujar sang raja pada barisan prajurit dari berbagai pangkat
"Baik laksanakan perintah yang mulia" jawb serentak para prajurit/kesatria
terlihat berjajar dua kreta kuda yang di iringi oleh cukup banyak kesatria berkuda di samping, depan dan belakang kreta kuda
kreta kuda pertama dinaiki oleh sang raja dan kusir kuda khusus raja, dan kreta kuda kedua dinaiki oleh beberapa kesatria petinggi kerajaan
__ADS_1
perjalanan yang di lakukan oleh raja dan beberapa kesatria untuk menjemput dan membawa kembali sang pangeran ke istana kerajaan memakan waktu hingga lima belas hari penuh.
lima belas hari telah berlalu perjalan sang raja dan bawahan nya mencapai tujuan mereka yaitu desa terpencil di perbatasan kerajaan, sebuah kejanggalan sangat terasa desa ini begitu sunyi sepi seakan tidak ada makhluk hidup di dalamnya
"ada apa ini? ini sangat damai dan sunyi!"
"entah lah tapi aku merasa ada sesuatu yang aneh"
"aku sependapat denganmu" Ujar beberapa kesatria berkuda sesaat setelah memasuki desa
"yang mulia tidak kah ini terlalu damai? " tanya seorang kesatria pada kreta raja di samping jendela kreta dengan penuh sopan santun
"hemmm aku juga merasa begitu, tapi abaikan saja kita ke tujuan kita dulu" Jawab raja
"yang mulia pangeran Bram ada di depan sepertinya dia sudah tau kita akan datang" ujar sang kesatria dengan sopan berbicara lewat jendela kreta kuda raja
kedua kreta kuda pun berhenti dan para kesatria berkuda juga berhenti dan turun dari kuda mereka.
sang raja juga terlihat turun dari kreta nya dengan penuh wibawa bangsawan menjemput pangeran,
tak selang lama saat raja mendekat sang pangeran langsung tertawa dan mengucapkan hal aneh.
"huhuuuu haahahaha SELAMAT DATANG DI ISTANAKU TEMAN" ucap sang pangeran dengan memegang bagian kening dekat rambut di tambah wajah menyeramkan dan aura hitam yang menyelimuti tubuhnya
"a-apa yang kau katakan nak? apa maksudmu? " ucap sang raja dengan bingung dan penuh pertanyaan
"apa maksud ku tentu saja itu adalah sambutan untuk para tamu tidak diundang ku benar begitu bukan? hahahahahah"
__ADS_1
perkataan aneh yang muncul dari pangeran benar benar membingungkan semua orang ( raja dan para kesatria nya) belum lagi rasa takut yang mereka rasakan karena aura jahat yang di pancarkan pangeran
"yang mulia itu bukan pangeran lagi! saya yakin dia telah dirasuki iblis dan menjadi iblis itu sendiri kita harus segera kembali dan mempersiapkan pasukan untuk membasmi nya" Ujar salah satu kesatria petinggi kerajaan pada raja
"jika benar dia sudah menjadi iblis itu sendiri maka biarkan aku sendiri yang akan membunuhnya dengan tanganku" ucap sang raja dengan tegas
"Mau pergi kemana kalian, huahahaha apa kalian pikir rakyatku akan membiarkan kalian pergi dari sini? hahaah" ujar sang pangeran
ratusan orang yang tadinya adalah orang desa terpencil telah berubah menjadi mayat hidup yang di bangkitkan dengan sihir hitam roda jiwa pembangkitan.
pertempuran pun terjadi dengan sangat sengit, hanya tersisa beberapa orang yang berhasil kabur dari desa itu, orang yang selamat termasuk raja lekas kembali ke istana kerajaan A, perintah perang pun di keluarkan oleh sang raja untuk membasmi makhluk yang bahkan lebih mengerikan daripada sang raja iblis itu sendiri, semua pasukan di kerahkan untuk menyerang desa itu, sesampainya di pintu masuk desa sang pangeran dan pasukan mayat hidupnya sudah menanti kedatangan pasukan kerajaan A.
"hoh apa kau ingin membunuh anakmu sendiri ayah? huahahaha" ucap pangeran dengan tampang mengerikan
"dari pada dunia ini hancur oleh iblis sepertimu lebih baik ku bunuh kamu" ujar sang raja dengan tegas
perang antara kerajaan A dengan pasukan mayat hidup pangeran Bram terus berlangsung selama lima hari, ribuan pasukan kerajaan A terbunuh namun pasukan mayat hidup pangeran tidak ada habis-habisnya di bunuh hidup lagi dibunuh lagi dan hidup lagi terus begitu, selama pangeran masih memiliki mana mayat hidup itu akan terus bangkit dan bangkit lagi, sedangkan untuk membunuh sang pangeran adalah hal yang tidak bisa atau lebih tepatnya tidak mudah di lakukan karena bukan hanya kuat dan tingkatannya yang tinggi juga menjadi penyebabnya, sang pangeran juga sudah bukan manusia lagi dia adalah mahluk yang bahkan raja iblis harus takut melihatnya,
dan alasan kenapa para prajurit masih bertahan adalah karena pangeran itu sendiri hanya menonton dan menikmati peperangan ini, hingga akhirnya sang raja mengeluarkan sebuah batu warna-warni dan mengangkat nya ke arah langit lalu mengarahkan nya pada pangeran Bram yang ada di depan sang raja.
"Wahai batu suci bintang tujuh warna kurung dan penjarakan makhluk berdosa itu untuk menyelamatkan umat manusia dan dunia ini, dengan garis keturunan darah bangsawan suci kuno aku mengorbankan jiwaku untuk pertukaran dan persembahan bagi para dewa" ucap sang raja sebuah mantra untuk mengaktifkan batu bintang tujuh warna dan mengorbankan dirinya sebagai tumbal
"a-apa bagaimana bisa batu itu benar-benar ada? aku mengira bahwa batu itu cuma legenda, sial aku harus lari dari sini, ciat huah" dengan ketakutan pangeran Bram melihat batu sakti bintang tujuh warna iya langsung lari terbang ketakutan namun apa daya dia sudah di incar oleh batu suci dan pasti akan di kurung di dalam penjara batu suci bintang tujuh warna.
kejadian yang memakan banyak korban jiwa ini benar-benar sebuah legenda menyeramkan anggota keluarga bangsawan kerajaan A habis karena sang pangeran satu-satunya Telah terpenjara dalam batu yang kemudian hilang seperti di telan bumi setelah di gunakan oleh raja, dan sang raja itu sendiri tewas karena mengorbankan dirinya sebagai tumbal untuk batu bintang suci tujuh warna.
sang raja di kenal sebagai raja dan pahlawan paling berjasa sejak berdirinya kerajaan A patung sang raja terpampang jelas dan besar di pusat ibu kota kerajaan A, iya dipuja bagaikan dewa karena menyelamatkan umat manusia dari bencana yang bahkan seribu kali lebih menyeramkan dari raja iblis.
__ADS_1