
...Ini adalah legenda fiktif dimana manusia, iblis, hantu dan beberapa makhluk hidup lainnya benar-benar nyata, dan ada kalanya mereka saling bermusuhan atau kebalikannya...
perjalanan dari kota M ke pusat kerajaan A/ibukota kerajaan memakan waktu empat hari dan Arp telah sampai di ibukota sehari sebelum sekolah dimulai Arp langsung bergegas mencari penginapan dan tidak memakan waktu lama Arp menemukan sebuah penginapan yang harganya murah, sebenarnya sejak Arp sampai di ibukota sudah ada banyak penginapan namun penginapan yang ada harganya cukup mahal bukan berarti Arp tidak memiliki uang orang tua Arp memberinya uang 15 koin emas besar untuk beberapa bulan ke depan lima belas koin emas besar itu setara dengan seribu lima ratus koin emas biasa itu adalah jumlah koin yang sangat banyak bahkan mungkin cukup untuk membeli sebuah rumah berukuran sedang di ibukota, namun Arp ingin berhemat dan mengetahui harga penginapan yang mahal Arp bahkan berencana untuk membeli beberapa penginapan dan menjadi pengusaha penginapan.
setelah Arp mendapatkan sebuah penginapan dengan harga dua koin perak permalam namun dia hanya akan menginap semalam karena besok sekolah sudah mulai dan Arp bisa tidur di asrama. Arp langsung bergegas ke sebuah toko daging di ibukota dan menjual semua kelinci bermata tiga yang dia tangkap saat pertama ke ibukota, Arp mendapat dua ratus lima puluh empat koin emas biasa dari menjual kelinci bermata tiga dengan harga satuan kurang lebih dua koin emas biasa.
"ini banyak jika seperti ini aku yakin kalau aku bisa menjadi orang kaya yang sukses di ibu kota, ok mari kita taruh semua uang ini dan uang dari ayah di alam jiwaku dan aku akan berburu lagi lain kali." cakap Arp sambil berjalan pulang kembali ke penginapan.
akhirnya hari yang memang telah ditunggu-tunggu oleh Arp dan para murid rendah baru yang sudah tidak sabar untuk belajar pedang ataupun sihir di akademi, walau untuk Arp dia tidak terlalu memikirkan tentang pelajaran karena bagi Arp guru yang paling hebat adalah teman pertamanya yakni niger
"wah inikah bagian dalam akademi? ini sangat megah, Ngomong-ngomong dimana kamar asrama ku ya?" ujar Arp sesaat setelah dirinya masuk ke bagian dalam akademi
"bla..bla.. bla.. bla"
"bla..bla.. bla.. bla"
"bla..bla.. bla.. bla"
__ADS_1
"bla..bla.. bla.. bla"
"bla..bla.. bla.. bla" terdengar suara bergemuruh para siswa dengan jumlah banyak saling berbincang-bincang
"anu... maaf Pak aku mau bertanya kalau asrama tiga sembilan itu di mana ya?" tanya Arp pada seorang petugas kebersihan akademi
Arp bisa merasakan bahwa orang ini kuat dan dia sadar duni ini sangat luas bahkan seorang petugas kebersihan saja sudah memiliki air yang begitu kuat.
"ohoho kau tidak perlu sopan begitu nak, kalau asrama tiga sembilan kau lurus saja ke depan dan belok di ujung sana setelah itu cari angka tiga sembilan di depan pintu semua asrama memiliki nomornya sendiri jadi akan memudahkan" jawab sang petugas kebersihan dengan tawa gembiranya menemukan anak yang masih sangat sopan dan tidak memandang rendah orang lain bahkan jika orang itu hanya orang kalangan bawah atau apalah.
"lurus.... apa ini belokan nya!, hmm coba saja lah tiga satu, tiga dua, tiga tiga, tiga empat sepertinya aku mengarah ke arah yang benar tiga lima, tiga enam, tiga tujuh, tiga delapan, tiga sembilan, ah ini dia tiga sembilan dan sepertinya sudah ada orang itu pasti teman sekamar ku!." Arp berbicara sendiri sambil mencari kamar asramanya dan tidak lama Arp langsung menemukan kamarnya terdengar pula suara dari dalam sepertinya itu adalah teman sekamar Arp.
dalam satu kamar asrama ada masing masing empat orang, asrama wanita dan pria berpisah tentunya dalam satu kamar ada dua ranjang susun yang setiap ranjangnya ada dua susun untuk dua orang.
"permisi namaku Arp dan kartu pelajar ku menunjukkan aku akan tinggal di asrama tiga sembilan, aku tidak salah masuk ruangan kan?"
ucap Arp pada tiga orang teman sekamarnya
__ADS_1
"ah benar ini adalah asrama nomor tiga sembilan dan berarti kau adalah teman sekamar kami" jawab salah seorang teman sekamar Arp
"itu benar dan bukankah kita seharusnya juga memperkenalkan diri seperti sebelumnya saat seorang datang kan!" ucap seorangnya lagi
"ya dan namaku Gino penyihir api salam kenal teman sekamar"
"dan aku Roman penyihir air, seperti namaku kau bisa belajar dan banyak bertanya tentang cinta dan wanita pada ku." ucap Roman dengan penuh percaya diri namun sesungguhnya dia tidak pernah bisa mendekati wanita atau lebih tepatnya para wanita yang selalu menghindari Roman karena tingkahnya yang agak aneh
"AKU ADALAH BOB DAN AKU ADALAH PENYIHIR GANDA YAITU BATU DAN TANAH SALAM KENAL Arp" ucap BOB dengan suara besar nyaring yang sedikit menyeramkan, suara BOB besar tentu saja karena tubuhnya yang memang sangat gempal atau gemuk besar.
"ah benar maaf aku lupa memberi tahu kalian aku seorang penyihir tanah" ujar Arp
...begitulah awal dari pertemuan mereka empat orang murid rendah baru yang akan menjadi orang besar di kemudian hari mereka mungkin tidak sedikitpun menyangka atau tau apa yang akan terjadi dan apa yang mereka raih di masa depan namun takdir menuntun jalanya sendiri dan cahaya hanya milik orang yang benar suatu saat pertemuan yang ditentukan oleh takdir ini dan takdir jua yang akan membimbing mereka ke jalan yang benar dan membuat para iblis bersimbah darah nama ke empat orang ini kelak akan di kenang di hati dunia nama mereka akan tertulis dalam legenda dengan pencapaian yang berbeda namun sesama menyelamatkan dunia....
setelah masing-masing dari mereka memperkenalkan diri perbincangan panjang pun terjadi hingga larut malam Arp akhirnya memiliki banyak teman sekarang, rasa syukur dan kebahagiaan Arp sungguh tidak bisa di ukur dengan tulisan dan kata-kata untayan kata semata takan sanggup menggambarkan perasaan yang di rasakan oleh Arp karena alasan satu-satunya Arp masuk ke akademi adalah untuk mendapatkan teman dan membuat dirinya tidak di diskriminasi lagi oleh orang-orang, Arp selalu berharap dirinya dapat di terima oleh semua orang dan memiliki banyak teman.
setelah perbincangan panjang dengan teman-teman baru nya Arp langsung meracik ramuan pelancar peredaran darah seperti biasa karena yang dulu telah dia buang di kota M sesaat sebelum Arp pergi ke akademi, namun kali ini Arp meracik ramuan di dalam alam jiwanya karena tidak mungkin jika diluar untuk orang yang tinggal di asrama, Arp juga tidak lupa memasukan bak mandi kedalam alam jiwa dan memutuskan untuk selalu berendam di air rebusan bahan-bahan herbal untuk melancarkan peredaran darah dan memperlancar sirkulasi mana di tubuh, ramuan ini juga dapat meredam sedikit rasa sakit saat melakukan latihan kultivasi penguatan tubuh, dalam ramuan di alam jiwa.
__ADS_1