18 Dan 19

18 Dan 19
18


__ADS_3

Sebuah percikan api kecil di tengah jantung hutan muncul entah dari mana membakar daun-daun kering di sekitarnya dengan sangat perlahan dan pasti. Api kecil tersebut membesar dan melayang sedikit dari atas tanah dan membentuk sebuah bola api yang terlihat menyala di hutan yang gelap gulita ini.


Kurang dari satu menit, bola api tersebut padam menjadi abu yang akhirnya jatuh kembali ke tanah yang sama dengan yang terbakar sebelumnya.


Sebuah gerakan terlihat dari tumbukan abu panas tersebut. Sesuatu tampak berusaha keluar dari tumpukan abu. Tampaklah seekor burung yang tak biasa berlapis debu keluar dari tumpukan debu panas.


Burung kecil itu menggerakkan tubuhnya dengan kaku, debu-debu jatuh dan mulai memperlihatkan warna bulunya dengan lebih jelas. Dengan bulu di tubuhnya yang berwarna semerah api sedikit bercampur warna kuning keemasan itu dia membuka dua sayap kecilnya yang menakjubkan.


Dari masing-masing sayap tersebut, jatuhlah butiran-butiran merah yang menyerupai salju, lebih tepatnya itu adalah percikan api kecil.


Si kecil mencoba mengepakkan sayapnya untuk mencoba terbang pertama kalinya. Setiap kepakan sayap yang dia lakukan menebarkan percikan-percikan api kecil yang keluar dari bulu di sayapnya. Percikan-percikan tersebut jatuh tak menentu dan membakar daun kering yang terkena, api membesar dengan cepat membakar sekitar si burung.


Burung tersebut mencoba terbang tetapi baru satu jengkal dari atas tanah dia terjatuh lagi. Sayap itu terlalu lemah untuk terbang dan dia belum terbiasa. Burung tersebut mencoba lagi beberapa kali dengan gagal sedangkan hutan terus terbakar dengan hebat. Api semakin besar, tidak hanya membakar daun-daun kering, tumbuhan kecil bahkan juga pohon-pohon besar.


Tanpa kenal lelah, burung tersebut masih berusaha terbang, semakin dia mencoba dia bisa semakin tinggi di setiap percobaan yang dia lakukan dan semakin terbiasa dengan sayap yang ia miliki sampai akhirnya sepasang sayap yang memercikan api di setiap kepakan itu benar-benar bisa membawanya terbang ke udara.


Di hutan yang telah menjadi terang oleh api tersebut, burung merah mengambil terbang cukup tinggi di atas hutan. Matanya yang hitam dapat melihat pemandangan yang menyala.


Tak jauh dari sana, di tepi tebing paling tinggi, sekelompok orang berjubah hitam dengan tudung kepala yang menutupi kepala dan wajah berdiri dengan formasi yang telah diatur memfokuskan pandangan mereka pada hutan di bawah tebing yang terus terbakar.


Enam orang tersebut secara bersamaan melihat cahaya kecil seperti api terbang dari kebakaran tersebut.


Secara serentak semuanya langsung menyadari apa yang mereka lihat itu adalah apa yang mereka tunggu.


"Bergerak," ucap orang yang berdiri paling depan.


Lima orang yang berdiri di belakangnya dalam sekejap mata bergerak cepat melompat ke bawah tanpa ragu. Dalam kegelapan malam itu, kelima orang berlarian di tengah hutan tanpa kesusahan mengejar burung yang tidak hanya memiliki percikan api di sayapnya tetapi juga membakar apa saja yang dia lewati dibawahnya.


Sementara itu, pria yang masih berdiri di atas tepi tebing melepas tudung kepalanya. Dia merentangkan tangannya. Sesuatu yang seperti cahaya biru toska yang menyerupai seuntai tali pendek muncul di tangannya.


Mulutnya mengucapkan sebuah kalimat ringan tanpa suara. Cahaya berbentuk tali tersebut bergerak sendiri seolah hidup. Bergerak cepat di udara secepat angin ikut mengejar si burung. Dalam waktu beberapa detik saja telah bisa menyusul burung yang terbang ke arah berlawanan dengan mereka. Tali tersebut kemudian melingkar di kaki si burung tanpa mengganggu pergerakan si burung.

__ADS_1


Lima orang di bawah sana masih berlari dengan cepat di dalam hutan tanpa peduli dengan hutan yang terbakar. Misi mereka adalah mengejar si burung yang memiliki paruh pendek itu dengan bulu ekor yang panjang juga sayap yang tebal.


Burung tersebut terus terbang sampai di depannya ada sebuah air terjun dengan dinding batu yang kokoh. Burung api tersebut tanpa keraguan terus maju hingga masuk ke air terjun dan menabrak dinding batu.


Jangan kira sesuatu yang malang terjadi pada makhluk tersebut. Yang terjadi burung tersebut menghilang entah kemana.


Empat orang langsung terhenti di depan air terjun. Hanya satu yang terus maju. Menabrak dinding batu dan juga ikut menghilang.


Orang yang memimpin mereka tiba-tiba muncul di samping mereka.


"Bagaimana?" Tanya pemimpin tersebut.


"Masih terkejar," ucap salah satu wanita. "Kami tidak bisa melanjutkan pengejaran," tambahny kemudian.


"Urus masalah di sini," ucap pemimpin mereka tersebut. "Aku akan memanggil kalian saat waktunya tiba," katanya.


Mereka berempat mengangguk ringan. Pria itu kemudian juga berlari menandakan diri ke dinding batu lalu menghilang


Dengan gerakan cepat mereka menyiapkan jurus. Dari arah timur, muncul sebuah cahaya kuning yang menjulang tinggi ke langit lalu di susul oleh arah Barat, Selatan kemudian Utara.


Empat pilar menjulang tinggi ke langit. Angin bertiup sangat kencang membuat tudung kepala mereka lepas, jubah yang mereka kenakan berkibar-kibar tak terkendali. Kilat saling balas menyambar mewarnai langit.


Dengan menggabungkan kekuatan empat orang ini, mereka berusaha memanggil hujan untuk memadamkan api yang terus membakar hutan dari tengahnya.


Sementara itu, di dunia lain. Salah satu di antara mereka yang tidak berhenti mengejar burung tersebut mendadak muncul dengan ajaib di atas panggung megah dengan musik yang sangat keras.


Semua orang tampak kaget, bahkan boyband yang sedang tampil pun tampak sangat kaget namun mereka harus tetap profesional dengan pekerjaan mereka dan berpikir ini bagian dari penampilan mereka.


Para kru yang di sana tampak kaget oleh kemunculan orang asing bertudung hitam.


Tanpa mengangkat wajah, orang tersebut melirik ke sekitarnya. Dia tahu tempat ini sangat asing, namun ada hal yang lebih penting daripada melayani pikirannya atau hanya sekedar untuk merasa bingung dan terkejut..

__ADS_1


Dia turun dari atas panggung. Berjalan ke arah penonton lalu berlari cepat menerobos ribuan orang untuk menemukan kembali burung yang telah hilang dalam pengejarannya tersebut.


Di tempat yang berbeda, burung kecil yang terlihat cantik tersebut terbang di area sebuah hutan, namun kali ini tidak ada api lagi.


Angin di sana bertiup sangat kencang di area tersebut seolah akan turun hujan badai. Orang-orang yang berkemah di sana tentu panik oleh angin yang mengacaukan segalanya di tambah dengan kebakaran yang tiba-tiba terjadi.


Di waktu orang-orang sedang panik ingin cepat pergi meninggalkan area hutan yang mendadak berbahaya, saat itu juga burung api tersebut seperti menemukan mangsa.


Dia menyerang seorang gadis yang sedang sendirian mengambil sesuatu yang penting dari dalam tendanya.


Saat gadis itu ingin pergi menyusul yang lain, burung yang entah datang dari mana itu menyerangnya secara tiba-tiba dengan begitu cepat.


Gadis itu secara spontan jatuh terduduk karena kaget dan burung itu kembali menyerangnya, gadis itu melindungi wajah nya dengan dua tangan yang menyilang dari cakaran buruk tersebut. Burung tersebut tanpa henti mencakar tangan gadis tersebut.


Saat itulah, di atas sebuah dahan pohon, pemimpi pemburu burung tersebut muncul dan menyaksikan penyerangan tersebut.


"Aku menemukanmu," ucapnya.


Dari tempat sana, dia mengarahkan telapak tangannya ke arah si burung. Sebuah cahaya muncul dari telapak tangan pria tersebut. Sesuatu yang aneh mulai terjadi pada burung tersebut. Burung itu seperti tersedot ke dalam telapak tangannya.


Pria lainnya sampai di hutan tersebut. Pria itu kemudian bergabung dengan ketuanya. Dia segera menurunkan hujan dengan kemampuannya sendirian yang menguras sangat banyak kekuatannya.


Gadis yang diserang oleh burung api masih tampak ketakutan dan terkejut. Dia melihat orang asing berdiri di atas dahan pohon dan satunya berdiri di atas tanah di bawah pohon tersebut.


Sang pemimpin turun. Kakinya menginjak tanah. Hujan di sekitar mereka berhenti sedangkan di area lain masih berlanjut.


Gadis itu tampak kaku, kaget, takut, gugup dan banyak perasaan menjadi satu begitu saja. Matanya melihat air hujan menggantung di udara dan perlahan terangkat naik. Jantungnya berdebar kencang dan tubuhnya gemetar. Kedua pria itu mendatanginya. Gadis itu bahkan masih tidak bisa berdiri.


"Ke-18 ikutlah dengan kami, kami memerlukan bantuan dari kekuatanmu," kata pemimpin tersebut kepada gadis itu.


Gadis itu membeku. Dalam matanya jelas terlihat ketakutan. Dia melihat dua orang asing dengan jubah hitam sedang berdiri di depannya bersama dengan tetesan hujan yang mengembang di udara seperti waktu sedang terhenti.

__ADS_1


Otak gadis itu tidak bisa memahami apa yang terjadi sebenarnya di sini. Dia tampak bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Dia bahkan tidak tahu harus bereaksi seperti apa sekarang. Mimpi?


__ADS_2