18 Dan 19

18 Dan 19
Aro


__ADS_3

Sage sendiri yang memberikan informasi penting mereka kepada Tanu. Ya, hanya Sage yang memiliki hak tersebut di antara mereka meski mereka juga memiliki informasi yang sama tentang dunia mereka.


Aro adalah nama untuk dunia mereka. Dunia yang luas dengan kehidupan yang makmur di seluruh wilayah. Walau kemakmuran tersebut diterima semua pihak yang hidup di Aro, tapi ada juga pihak yang sebenarnya menginginkan sesuatu yang lebih seperti ingin lebih dari yang lain.


Ada lima ras yang hidup di Aro yaitu : ras manusia, ras monster, ras siluman, ras peri dan ras raksasa. Semua ras itu memiliki kehidupan masing-masing seperti pemimpin dan keyakinan. Semua ras kecuali ras manusia memiliki kekuatan. Ketidakseimbangan dan ketidaksetaraan ini adalah titik dimana ras manusia selalu di jajah oleh ras lain.


Dalam ras manusia, ada seorang Dewi yang telah dipuja oleh seluruh ras manusia sejak zaman pendahulu-pendahulu mereka, dia adalah Dewi Rasena. Dewi yang tidak pernah diketahui oleh siapa pun seperti apa sosoknya namun semua orang mempercayainya.


Dewi inilah yang menyelamatkan ras manusia dari jajahan ras lain. Untuk menjaga keseimbangan kehidupan antar ras, Dewi Rasena menekan kekuatan ras-ras kuat seperti ras monster.


Hal ini memicu penyerangan dari pihak monster dan siluman yang ingin kekuatan mereka di kembalikan.


Dalam perang itu, Dewi Rasena memberi kekuatan kepada manusia-manusia tertentu yang disebut sebagai penjaga pohon suci atau abdi Dewi Rasena untuk melawan para iblis dan melindungi ras manusia.


Alasan Dewi Rasena tidak memberi semua manusia kekuatan adalah dibandingkan ras lain, sifat manusialah yang paling tidak bisa dikendalikan, untuk mencegah konflik besar di masa depan, Dewi Rasena hanya memberi kekuatannya kepada orang-orang yang dianggap layak dan pantas.


Untuk waktu yang lama, semua ras hidup dalam kehidupan masing-masing tanpa ikut campur dengan ras lainnya meski ras monster terus menunggu waktu memihak mereka.


Lalu, satu orang dari ras manusia yang diberi Dewi Rasena kekuatan, dia menjadi salah satu abdi pohon suci yang merupakan perwujudan dari Dewi Rasena. Manusia ini memiliki pemikiran yang tidak seharusnya dimiliki oleh manusia. Untuk mewujudkan pemikirannya, dia ikut campur dengan ras iblis dan memulai sebuah kekacauan baru.


Manusia ini bersama dengan ras monster mengumpulkan kekuatan baru untuk mengalahkan ras manusia dan merebut pohon suci guna membebaskan semua kekuatan yang terkunci dan ditekan oleh Dewi Rasena


Dewi Rasena sebenarnya hanyalah wujud sebuah pohon besar berdaun lebat dengan dahan dan batang yang kuat yang memiliki energi dan kekuatan yang sangat besar. Ya, dia hanya sebuah pohon besar yang dipuja semua orang. Itu adalah satu-satunya wujud yang diketahui oleh semua orang meski semua orang yakin bahwa wujud Dewi Rasena sebenarnya bukanlah pohon suci.


Dan sekarang, pohon suci yang disebut sebagai jantung Aro itu melemah dan sekarat. Daun-daun mengering dan rontok. Bahkan ranting-ranting pun terus berjatuhan seperti pohon yang akan mati pada umumnya. Para penjaga pohon suci dan semua manusia tidak ada yang bisa menyembuhkan pohon tersebut. Mereka telah melakukan berbagai cara untuk menyembuhkan pohon suci tapi tidak berhasil.


Hal itu diketahui oleh ras lain. Saat ini lah manusia itu membawa ras iblis, ras siluman dan ras raksasa untuk menyerang ras manusia dan merebut pohon suci.


Dalam keadaan lemah ini, Dewi Rasena tidak bisa berbuat apa-apa dan para abdi Dewi Rasena melakukan berbagai cara untuk menyembuhkan pohon tersebut kembali. Bahkan Johan yang memiliki kemampuan penyembuhan terbaik dan mengetahui ramuan-ramuan terbaik tidak bisa berbuat banyak.


Dalam konflik yang terjadi dan di tengah keputusasaan ras manusia, seorang pemimpin ras peri datang pada mereka mengatakan akan bertarung bersama ras manusia.


Bahkan pemimpin tersebut mengatakan bahwa dia bermimpi Dewi Rasena datang padanya memberitahu apa yang harus mereka lakukan. Ya, satu-satunya cara Dewi Rasena berkomunikasi dengan manusia adalah melalui mimpi tetapi hanya sangat sedikit orang yang bisa bermimpi dan di antara manusia-manusia ini yang mereka tahu hanya ada satu orang yang bisa bermimpi dan orang itu telah ada di pihak musuh.


Meski para peri memiliki kepercayaan mereka sendiri, mereka juga mempercayai kekuatan dari Dewi Rasena dalam wujud sebuah pohon tersebut. Saat Dewi Rasena menyerap semua kekuatan para makhluk, para peri seharusnya juga terkena, tetapi dengan kekuatan dari dewa yang mereka puja mereka terlindungi dan Dewi Rasena melepaskan mereka.


Pemimpin itu membawakan mereka sebuah api kecil yang tidak bisa padam yang merupakan salah satu harta berharga para peri. Api kecil ini tidak membakar kulit atau apa pun, itu adalah api yang dingin namun memiliki fungsi yang tidak biasa. Api yang dianggap suci dan mampu membawa kabar penting ini akan menuntun siapapun menemukan apa yang mereka cari.


Kali ini, pemimpin peri itu meminjamkan benda berharga rasnya agar ras manusia menemukan cara menyelamatkan keseimbangan kehidupan dari kekejaman para monster.


Api suci telah datang kepada Tanu dengan bentuk burung. Tanu telah dipilih. Inilah tugas Tanu. Mengobati pohon suci.

__ADS_1


Setelah mendengar penjelasan Sage dengan disaksikan yang lain, Tanu menggaruk belakang lehernya yang tidak sakit. Bantuan yang akan dia berikan benar-benar membuat dirinya sendiri tidak yakin dan tidak mengerti kenapa harus dia. Tanu bingung bagaimana caranya. Memupuknya dengan kotoran hewan? Memberinya obat tanaman? Orang-orang ini saja tidak bisa apalagi dia yang tidak begitu mengerti apa-apa. Tanu yakin orang-orang ini telah salah memilih orang.


"Kenapa kalian tidak mencari orang cadangan kalau-kalau aku sama tidak mampunya dengan kalian?" Tanya Tanu dengan suara pelan.


Mata Sage langsung melihat Tanu tajam tanda tak suka dengan yang diucapkan oleh Tanu. Mau bagaimana lagi, Tanu saja sangat meragukan dirinya sendiri. Dia lebih khawatir apa yang akan terjadi pada hidupnya daripada orang-orang ini mengkhawatirkan pohon suci yang dianggap kekuatan dunia mereka itu kehilangan hidupnya.


"Oke, semuanya siap," kata Terala memberitahu semua orang.


Vinus berdiri. "Aku perlu bantuan," ucap Vinus sambil melihat Marchel. Pria itu langsung paham. Dia pun ikut berdiri untuk ambil bagian.


Vinus dan Marcel membuka portal dunia lain. Tanu berdiri. Dia mendekat ke dinding transparan. Pesawat yang mereka tumpangi menuju lubang hitam yang berhasil di ciptakan oleh Vinus dan Marchel. Setelah membuka portal itu Binus langsung duduk untuk mengambil nafas dengan teratur.


Saat Tanu masih tercengang, Johan datang padanya membawa segelas minuman.


Tanu awalnya menolak, namun Johan tetap berdiri menunggu Tanu mengambilnya. Dengan ragu-ragu akhirnya Tanu mengambilnya dari tangan Johan.


Pria itu masih tidak bergerak. Tanu merasa aneh, dia melihat pada yang lain.


"Minumlah. Itu akan membantumu dalam banyak hal nanti di Aro," kata Sage.


"Membantuku? Bagaimana caranya?" Tanu balas bertanya.


"Bahasa duniamu dan dunia kami berbeda. Dengan minuman ini, kau akan mengerti apa yang orang lain ucapkan dan kau bisa berkomunikasi dengan mudah tanpa perlu penerjemah," kata Johan menjelaskan.


Tanu memaksa diri. Menutup hidung lalu meminumnya. Dia kaget. Tidak ada rasa apa-apa. Seperti air tawar biasa.


"Apa ini sungguh mujarab?" Tanya Tanu ragu.


Seharusnya ada rasa mengerikan untuk hasil yang baik.


Sage tampak memutar bola mata malas dengan pertanyaan Tanu. Daripada bicara dengan Tanu, dia lebih memilih berdiri dan mendekat dua kemudi yang sudah semakin dekat membawa pesawat mereka ke lubang hitam di depan sana.


"Apa semuanya terkendali dengan baik?" Tanya Sage.


"Semuanya baik-baik saja sekarang. Mungkin pesawat akan mengalami guncangan lagi," kata Shawa.


"Sebenarnya aku tidak yakin pesawatnya akan baik-baik saja mengingat guncangan berat yang kami alami sebelumnya. Mungkin akan terjadi kerusakan atau kemungkinan terburuknya jatuh," kata Vinus.


Sage mengangguk paham. Dia kemudian berjalan mundur mendekati Marchel. "Maju tanpa ragu. Aku dan Marchel akan menangani sisanya," kata Sage. "Kau masih sanggup?" Tanyanya kepada Marchel mengingat Marchel juga telah banyak menggunakan kekuatannya.


Pria itu mengangguk santai. Di antara mereka hanya dirinyalah yang memiliki penyimpanan kekuatan paling banyak.

__ADS_1


"Ketua. Jika Marchel menggunakan kekuatannya, mungkin kita akan muncul di tempat lain," kata Johan.


"Aku tahu. Apa pun itu kita harus sampai ke Aro. Aku akan membawa Tanu dengan teleportasi ke pohon suci setelah itu," katanya.


Semuanya tampak yakin dan setuju. Pesawat pun memasuki lubang hitam. Saat itu guncangan sangat besar terjadi seolah ada benda-benda besar yang menghantam dan mereka tabrak. Pesawat itu tidak lagi transparan. Bentuknya menjadi terlihat begitu jelas dan Tanu tidak bisa melihat ke luar lagi. Dalam beberapa detik langsung terdengar informasi dari monitor tentang kerusakan yang telah dialami oleh mesin.


Sage dan Marchel mengarahkan kekuatan mereka. Mereka mengendalikan pesawat dan juga sekitar pesawat dengan berusaha sangat keras. Di depan monitor dua orang itu juga tidak berhenti berusaha. Mereka memanfaatkan kemampuan mereka memaksa mesin yang masih bisa dipaksa untuk bekerja. Sementara itu Vinus siap siaga memegang tangan Tanu sedangkan Johan tidak menjauh dari Sage, dia siap menggunakan dirinya untuk melindungi Sage jika sesuatu terjadi.


Kemampuan teleportasi Sage sangat diperlukan dalam misi dikejar waktu ini. Tanu dan Sage adalah prioritas utama mereka sekarang.


Tiba-tiba suara ledakan yang entah dari mana berbunyi sangat keras dan memberi efek yang sangat dahsyat kepada pesawat mereka. Marchel dengan cepat melakukan hal terakhir yang bisa dia lakukan.


Setelah ledakan itu, Tanu tidak tahu apa yang terjadi setelahnya. Tapi saat sadar, Tanu terbaring di atas gurun pasir yang luas. Dia membuka mata, merasakan sakit ditubuhnya seperti telah dipukul oleh sesuatu yang keras, beruntung dia baik-baik saja, hanya kepala dan tubuhnya yang terasa begitu sakit entah karena suara yang terdengar seperti ledakan atau karena sesuatu yang tidak dia ketahui menimpa dirinya saat dia tidak sadar.


Tanu melihat orang-orang itu berkumpul pada satu orang yang coba mereka tolong.


Tanu bangun. Dia melihat Marchel terbaring di pangkuan Terala dengan ekspresi yang sangat datar. Tanu melihat semua orang juga terluka tapi mereka melupakan luka mereka dihadapan Marchel yang sekujur tubuhnya penuh darah. Saat yang lain menangis Marchel bahkan tidak terlihat seperti melihat kesedihan orang-orang di depannya. Dia hanya tahu tubuhnya sudah tidak bisa digerakkan dan dia merasa sangat dingin di atas gurun pasir panas ini. Marchel ingin mengatakan itu, tapi dia bahkan tidak bisa menggerakkan bibirnya.


Rekan-rekan Marchel yang ada tidak menyerah terhadap Marchel. Mereka menggunakan kekuatan mereka yang tersisa untuk menolong Marchel. Namun kekuatan tidak sehebat sebelum pohon suci jatuh sakit.


"Dewi Rasena kumohon," ucap Johan yang tidak berhenti menggunakan kekuatan penyembuhnya kepada Marchel. Dia tahu semua organ vital Marchel telah rusak dan itu tidak mungkin bagi Marchel untuk tertolong, tapi dia tidak ingin putus harapan sekarang.


Sage berdiri dengan tidak begitu baik. Dia mendatangi Tanu. Tanpa aba-aba dia langsung meraih tangan Tanu dan membawa Tanu melakukan teleportasi meninggalkan kawanannya.


Tanu dan Sage muncul di sebuah tempat yang sangat indah dan sejuk. Saat tiba, Sage langsung terduduk dan memuntahkan darah. Saat di padang pasir, dia juga terluka cukup parah di tambah dengan memaksakan diri melakukan teleportasi maka dia memaksa dirinya semakin terluka.


Sage terlihat sangat lemah dan hampir tidak berdaya. Dia menggunakan kekuatannya dengan berlebihan sepanjang perjalanan untuk menyelamatkan pohon suci.


Sage dengan lemah menunjuk ke depan mereka. Tanu melihat ke depan. Sebuah pohon besar yang tinggi namun terlihat seperti pohon yang akan mati. Batang, dahan dan daun semuanya mengering, satu tiupan angin makan daun-daun coklat tersebut akan terbang.


Tanu melihat ke sekelilingnya, satu hulu sungai yang kemudian di hilir sungai ada empat cabang yang aliran airnya terlihat kuat dan deras. Pohon ini tumbuh di sebidang tanah di tengah sungai besar tersebut.


Tanu melangkah maju, dia merasa ada sesuatu dari pohon tersebut yang menariknya untuk maju. Dia melihat pohon yang daun-daunnya telah kering semua. Melihat ini Tanu merasa kasihan.


Dari melihat kondisi buruk pohon tersebut yang jauh lebih buruk dari sebelumnya, Sage tahu tidak banyak waktu yang tersisa. Dia hanya berharap Tanu bisa melakukannya.


"Sembuhkan dia," pinta Sage yang terdengar seperti permohonan yang sangat tulus.


Tanu gugup. Jujur saja dia tidak tahu harus melakukan apa. Dia tidak tahu apakah dia memiliki kekuatan khusus atau tidak, namun Tanu akan mencobanya.


Dia sering melihat adegan-adegan fantasi yang ada film atau drama yang dia tonton.

__ADS_1


Dengan hati-hati dan jantung berdebar, Tanu yang sama sekali tidak yakin pada dirinya itu meletakkan telapak tangannya di pohon tersebut berharap sebuah keajaiban sederhana terjadi.


__ADS_2