4 Lengkap 5 Sempurna

4 Lengkap 5 Sempurna
pertemuan


__ADS_3

Ini kisah cerita 4 lelaki dalam satu kota asal yang sama dengan kisah yang berbeda. Yang pertama gw jupli seseorang lelaki yang sering patah hati dengan wanita, kedua tiko seorang lelaki yang mempunyai masalah keluarga broken home, ketiga Angga seorang lelaki playboy yang bermasalah menodai banyak wanita dan yang terakhir yudi yg mempunyai banyak masalah sangat extrim salah satunya pernah ugal ugalan di jalan menabrak sebuah mobil dan sampai di amuk masa masa satu komplek TNI Dan dengan masalah yang berbeda ini kami dipertemukan di kota yang baru untuk merubah nasib yang sama THE JAKARTA.


Awal kisah kami dari kota asal yang sama dengan jurusan kuliah yang sama, kapasitas otak yang sama-sama minus dan universitas yang sama tapi di kelas dan angkatan berbeda. Kami berempat dari fakultas olahraga yang mempunyai bakat dan prestasi masing masing gw sendiri bakat gw olahraga tenis, pernah berprestasi  juara bayi sehat berturut turut, tiko bakat tenis meja prestasi ngibulin banyak orang dan bapaknya sendiri kena juga, Angga bakat karate prestasi menang di ranjang dan yudi bakat taekwondo prestasinya nyawa yang lebih dari satu itu makanya kami berempat sebagai mahasiswa yang mempunyai kekurangan dan tidak mempunyai kelebihan.


Tapi kami berempat mempunyai mimpi yang sama, mimpi kami mempunyai gelar pendidikan yang banyak biar untuk menutupi kebodohan yang berlebih, membahagiakan orang tua Yang telah membesar kami dengan kebodohan Yang kamu punya dan membuktikan ke semua orang yang menganggap kami dengan tutup mata bisa sukses dengan kekurangan yang kami punya.

__ADS_1


Saya terlahir dari keluarga yang pintar dan mapan tapi dalam hal ini kelebihan saya tidak memiliki kepintaran yang dimiliki seperti keluarga saya yang lain, sampai akhirnya saya menyelesaikan s1 selama 3.5 tahun dengan tekad dan desakan orang tua karena kalau lebih dari 3.5 tahun itu saya tamat di olahraga kebodohan saya semakin terlihat di keluarga yang berpendidikan tinggi dengan fakultas yg bergengsi lainnya, dan setelah tamat saya termotivasi untuk melanjutkan s2 karna melihat dosen berpakain rapi berdasi, rambut klimis dan berduit, tapi saya juga pengen jadi karyawan bank yang bersih maskulin dan wangi dan harapan menjadi karyawan bank pun pupus karena tidak sesuai kriteria yg diminta yaitu kemampuan statistik yg cukup dan saya tidak mempunyai kapasitas itu.


Hari berganti malam pun sunyi untuk saya memikirkan kemana saya untuk menghadapi masa depan,dan pagi pun datang saya ke kampus bertujuan awalnya untuk mengurus surat-surat kelulusan dan di hari itu saya bertemu dengan tiko yang kebetulan sama tujuan dan tiko memberi solusi yang sedang saya hadapi yaitu mengajak untuk melanjutkan ke S2 di Jakarta dan semangat pun datang dan masa depan mulai terlihat, tapi keluarga saya pun antara bangga dan terkejut mendengar saya lanjut kuliah dengan tekanan kuliah yang berat ,biaya kuliah yg mahal, biaya hidup yang besar dan godaan setan di ibukota yang besar, tapi dengan tekat dan kekurang yakinan kami berdua terbang ke ibukota untuk mengikuti tes masapan dan ketika di hari itu kami berdua ketemu ack ini sejenis nama tanaman bukan ack itu seorang yang memiliki ketawa khas kayak spongebob yang bikin hati sakit dengar ketawa sindirannya,dan dia teman satu angkatan kami.


Setelah tes pun selesai kami kami balik ke kota asal untuk menunggu hasil,waktupun berjalan hasil pun keluar saya dan tiko dinyatakan lulus menyambung studi di ibu kota,walaupun tujuan hanya membuat orang yang buta memandang kita menjadi melihat sebelah mata dengan apa yang kita capai dan mendapat kan ilmu itu bonus walaupun bonus itu akhirnya tidak di dapat,dari tekad yang membuat kita melupakan kisah yang telah dijalani di masa lalu untuk masa depan.

__ADS_1


Telpon pun berbunyi ternyata ibu yang telah rindu akan anaknya, ternyata di telpon karena kesalahan pertama yang di lakukan menginjak ibu kota meninggalkan sesuatu yang penting yang telah disiapkan ibu yaitu bekal untuk hidup beras lauk yang telah dibuatkan dan omelan pun datang kamu belum masih berubah ubah masih aja goblok. Omelan pun berlalu dan hari ini tidak seperti ketika saya ke jakarta ketika tes dulu yang di jemput saudara saya pake mobil, langsung di ajak makan mewah, mungkin dia sibuk dan saya cari ojek dari sudut pandang yang berbeda akhirnya saya menemui tukang ojek di sebalik kotak sampah yang sedang bersandar dan tawar menawar pun datang akhir nya harganya cocok dan langsung tancap gas dan kesialan kedua datang dengan kecepatan tinggi ban belakang motor tukang ojek pecah dengan kondisi motor bergaya bebas di jalan raya saya pegangan besi di belakang motor nyawa antara ada dan tiada akhirnya pas masuk ke air comberan khas berbau taik setelah itu saya sampai di rumah dinas saudara saya yang rumahnya itu rada rada classic angker dan saya sendirian karena dinas malam, saya sementara di sana sampai menunggu kabar dari tiko yang sedang mencari kos kosan buat kita, kesepian datang tidak tau mau kemana dan tinggi depan pada pintu kamar berbunyi seperti orang naik turun tangga terus menerus padahal rumah tidak ada yang lain selain saya, kupejamkan mata ini tuk melupakan segala kenangan indah tentang dirimu tentang mimpiku, ternyata itu lirik lagu.


Malam berlalu pagi datang dan dapat kabar dari tiko yang telah menemukan kosan yang sesuai dengan impian kita senyum pun datang untuk melihat kosan yang telah dibayangkan. Namanya dari daerah tidak tau mau kemana naik apa dan diantar oleh saudara tepatnya abang saya dan tiko menunggu kami di depan kampus perut lapar makan dulu dan tiko selalu basa basi yang baik setiap di ajak makan selalu menolak, dan jalan menuju kosan pun dilalui masuk gang pertama liat kosan mewah wah, ini ini kosan gw kata dalam hati, ternyata dilewatkan oleh tiko bukan ini mungkin di sebelahnya kosan mewah juga tetap dilewatkan mungkin sebelahnya lagi yang lumayan mewah tetap dilewatkan dan gang pun semakin sempit dilalui gang senggol bau tidak enak, dengan menunjuk dengan satu jari tiko ke arah atas,itu kosan kita katanya.


Harapan pertama pun pudar yang kosannya itu jauh dari harapan,kumuh, dan tinggi untuk naik ke atas sangat extream seperti mendaki bukit, kepala gw berkerut dan abg saya pun juga saking pasrahnya liat kossannya. Dan kami naik tangga dan langsung di sambut oleh ack dengan ketawa khas nya hekhekhek, dan ack mengenalkan seseorang kepada saya yang ada di balik kardus ditumpukan kain berpakaian hitam saya kiran jengglot ternyata ack yang memperkenalkan yudi ke kita yang stelnya memakai baju hitam yang robek, celana jeans pendek yang kumal dan kami berjabat tangan dan yudi mengira yang melanjutkan kuliah dan kos disini itu abang saya karna tampang abang saya memang lebih muda dan pak haji kosan pun datang menyerah kan kunci kamar dan pak haji pun sama juga pirkirannya sama yudi yang dikira kosan abg sya, pintu kamar di buka kabut bertebaran ruang yang sempit dan jaring laba laba menguasi kamar, abang saya tidak betah di kosan dan dia mau pulang malam itu dan dia pulang Yudi dan pak Haji kosan terkejut kok yang kos pamit ternyata yang kos itu saya bukan abang saya, dan saya jupli, tiko, ack dan yudi resmi menjadi anggota kosan pak haji

__ADS_1


Hari pertama kos bahasan nya gw sekarang hidup di ibukota duduk diatas kasur yang tipis dengan alas kasur corak mitam kumal menyandar di dinding kosan yang catnya luntur ketika baju menempel dan menatap lampu yang pudar berkedip kedip, dan termenung, tidak lama terasa lama memenung menongol lah sebuah kepala di depan pintu ternyata si kampret yudi kaget dan dia juga kaget, dia mengajak berteman dengan berkata haii bro sedang apa, dijawab sedang menantap masa depanya katanya, dan gw senyum pesimis mendengarnya karna dia kebetulan senior 3 tahun di atas gw, gw manggil dia dengan kata bang, dia geruk ketiak gak usak panggil bang bro pangil nama aja atau bro kan kita satu angkatan walaunpun umur gw tua tpi tampang lu bro lebih tua kata nya geli-geli sedap untuk ngajak brantem, karna teman baru gw jawab dengan kata oke bro, masuk bro kata kata gw dia dengan sikap sopannya bilang sini aja bro berdiri depan pintu.


__ADS_2