4 Lengkap 5 Sempurna

4 Lengkap 5 Sempurna
walaupun sulit tapi harus bangkit, walaupun kritis tapi harus optimis


__ADS_3

Menuju kosan tidak lupa mampir ke tukang gado2 makanan


kesukaan gw, degan perut lapar menuju kosan gw tetap menyantap gado2 karena


porsi 20 ribu. Tiko yang menyantap nasi bungkus padang angga menyantap nasi


soto dan Yudi menyantap makanan wateg dengan nasi putih pake telor yang harga


nya 7000rb itu harga yang sudah mahal bagi Yudi, karena yudi berfikir apapun


yang masuk ke perut jadi taik sebagian ya jadi mengapa harus makanan yang


mahal-mahal, kalau yang murah ada. Moto yudi yang selalu di bawa kemana mana


untuk urusan makan yang penting bersih, banyak dan murah.


Kami ber 4 mempunyai selera berbeda dengan isi kantong


berbeda tiko yang uang jajan selalu penuh di ATM karena papinya seorang camat,


gw uang yang cukup karna Bpk sudah pensiunan tapi di subsidi oleh abang, angga


dengan uang yang cukup ada, dan Yudi yang mempunyai banyak uang karna dia


hemat.


Tapi kami mikir Yudi ini orang yang Hemat, atau apa orang


yang kikir beli makanan paling yang paling murah, kalo ada nasi seminar di


tilap semua, kalau rokok slalu nyomot rokok gw dengan prinsip yudi “rokok lu

__ADS_1


rokok gw rokok gw yaa rokok gw”


Mungkin disitu Yudi memilki, simpanan uang yang cukup


banyak, stelah makan selesai rokok pun sudah dibakar mulai, kita saling


berkeluh kesah tengah perkuliahan yang baru di mulai dengan teman2 yang baru ,


diperkuliahan pertemuan pertama sudah kelihatan, bahwa di mana dalam akademik


sesorang mau menjatuhkan temannya sendiri agar dia terlihat pintar.


Ketika diskusi dimana perdebatan dalam diskusi seperti singa


yang mau menunjukan bahwa dia adalah paling kuat disitu kita ber 4 dengan sikap


yang hambel tidak menunjukan sikap yang kuat serta memberitahu bahwa kita itu


adalah singa, biar saja orang yang menilai kita singa yang kuat atau hanya


Sepertinya sudah bisa dibaca dengan perdebatan yang selalu


ada dalam diskusi di kelas gw tiko Yudi angga dengan sifat seperti monyet yang


di kasi pisang hanya bisa diam di kasi materi, tidak aktif dan tidak mau


menunjukan keaktifan di kelas.


Namanya saja kuliah pascasarjana yang tingkatan dimana


sebelumnya orang sudah memiliki modal ilmu di bidangnya berbeda kami ber 4

__ADS_1


modal yang kami punya hanya modal semangat pantang menyerah walaupun sulit tapi


harus bangkit, walaupun kritis tapi harus optimis.


Disini mulai muncul omongan omongan bahwa kita ber 4


mahasiswa yang tidak kreatif dan menjelekkan nama universitas kita dulu


sebelumnya. Datanglah omongan-omongan yang kurang sedap dari teman2 yang satu


almamater s1 dibilang pendiam lah, dibilang ga kreatif, dibilang otak minis,


dan dibilang mirip jaen dan suneo.


Akan tetapi ketidak pedulian kami dengan kata kata itu


membuat kami semakin tertantang untuk membuktikan bahwa kami bisa. Gw tiko


angga yudi dan adi satu kosan 4 dari kami kelakuan astafirullah Cuma adi yang


bener bener serius untuk belajar karena dia beasiswa, kita berempat juga


beasiswa tapi beasiswa bunda hara.   Dari sore sampai malam kita selalu bereng


waktu makan lah yang meisahkan kami, tiko angga dan gw cari makanan padang yang


lumayan mahal, sedangkan yudi cari yang murah dan banyak. Ketika waktunya


berkumpul untuk makan di kosan, biasa yudi minta nasi dan kuah punya tiko,


angga dan gw, awal awal kita kasian sama yudi gw ngasih setengahnya buat yudi. Sabar

__ADS_1


yud kata gw hidup itu terkadang karas, yudi tertawa sedikit di jawab, bagi


rokok jup dalam hati gw jawab (kampret ga jadi gw kasihan).


__ADS_2