
Menuju kosan tidak lupa mampir ke tukang gado2 makanan
kesukaan gw, degan perut lapar menuju kosan gw tetap menyantap gado2 karena
porsi 20 ribu. Tiko yang menyantap nasi bungkus padang angga menyantap nasi
soto dan Yudi menyantap makanan wateg dengan nasi putih pake telor yang harga
nya 7000rb itu harga yang sudah mahal bagi Yudi, karena yudi berfikir apapun
yang masuk ke perut jadi taik sebagian ya jadi mengapa harus makanan yang
mahal-mahal, kalau yang murah ada. Moto yudi yang selalu di bawa kemana mana
untuk urusan makan yang penting bersih, banyak dan murah.
Kami ber 4 mempunyai selera berbeda dengan isi kantong
berbeda tiko yang uang jajan selalu penuh di ATM karena papinya seorang camat,
gw uang yang cukup karna Bpk sudah pensiunan tapi di subsidi oleh abang, angga
dengan uang yang cukup ada, dan Yudi yang mempunyai banyak uang karna dia
hemat.
Tapi kami mikir Yudi ini orang yang Hemat, atau apa orang
yang kikir beli makanan paling yang paling murah, kalo ada nasi seminar di
tilap semua, kalau rokok slalu nyomot rokok gw dengan prinsip yudi “rokok lu
__ADS_1
rokok gw rokok gw yaa rokok gw”
Mungkin disitu Yudi memilki, simpanan uang yang cukup
banyak, stelah makan selesai rokok pun sudah dibakar mulai, kita saling
berkeluh kesah tengah perkuliahan yang baru di mulai dengan teman2 yang baru ,
diperkuliahan pertemuan pertama sudah kelihatan, bahwa di mana dalam akademik
sesorang mau menjatuhkan temannya sendiri agar dia terlihat pintar.
Ketika diskusi dimana perdebatan dalam diskusi seperti singa
yang mau menunjukan bahwa dia adalah paling kuat disitu kita ber 4 dengan sikap
yang hambel tidak menunjukan sikap yang kuat serta memberitahu bahwa kita itu
adalah singa, biar saja orang yang menilai kita singa yang kuat atau hanya
Sepertinya sudah bisa dibaca dengan perdebatan yang selalu
ada dalam diskusi di kelas gw tiko Yudi angga dengan sifat seperti monyet yang
di kasi pisang hanya bisa diam di kasi materi, tidak aktif dan tidak mau
menunjukan keaktifan di kelas.
Namanya saja kuliah pascasarjana yang tingkatan dimana
sebelumnya orang sudah memiliki modal ilmu di bidangnya berbeda kami ber 4
__ADS_1
modal yang kami punya hanya modal semangat pantang menyerah walaupun sulit tapi
harus bangkit, walaupun kritis tapi harus optimis.
Disini mulai muncul omongan omongan bahwa kita ber 4
mahasiswa yang tidak kreatif dan menjelekkan nama universitas kita dulu
sebelumnya. Datanglah omongan-omongan yang kurang sedap dari teman2 yang satu
almamater s1 dibilang pendiam lah, dibilang ga kreatif, dibilang otak minis,
dan dibilang mirip jaen dan suneo.
Akan tetapi ketidak pedulian kami dengan kata kata itu
membuat kami semakin tertantang untuk membuktikan bahwa kami bisa. Gw tiko
angga yudi dan adi satu kosan 4 dari kami kelakuan astafirullah Cuma adi yang
bener bener serius untuk belajar karena dia beasiswa, kita berempat juga
beasiswa tapi beasiswa bunda hara. Dari sore sampai malam kita selalu bereng
waktu makan lah yang meisahkan kami, tiko angga dan gw cari makanan padang yang
lumayan mahal, sedangkan yudi cari yang murah dan banyak. Ketika waktunya
berkumpul untuk makan di kosan, biasa yudi minta nasi dan kuah punya tiko,
angga dan gw, awal awal kita kasian sama yudi gw ngasih setengahnya buat yudi. Sabar
__ADS_1
yud kata gw hidup itu terkadang karas, yudi tertawa sedikit di jawab, bagi
rokok jup dalam hati gw jawab (kampret ga jadi gw kasihan).