
Kami pulang menuju kosan dengan gaya baru yaitu perban di
kepala tiko. kemudian kami sampe dikosan dan nongkrong di kamar angga. seperti
biasa menikmati malam dan tiko menikmati kepala barunya yang baru di jahit.
Menghabiskan waktu malam di kamar angga memutar film di laptop mematikan lampu
seakan suasana di bioskop dengan film horror. Akan tetapi yudi tidak ikut
nonton, karna dia sangat penakut.
malam yang mencengkam juga di temani film horor dengan
ruangan yang sempit. Saat merokok ada bau bau aneh, karena film horor gw diam
aja karena pamali di sebutkan. Sudah berlalu lama kok semakin kuat baunya, rupanya
rambut tiko kena rokok gw ke bakar api rokok dan suasana kamar heboh. Lalu kami
segera menyiram rambut tiko yang sedang kebakaran. gak tahu malam ini hari
sialnya tiko, karena tiba2 kepalanya dihantam botol kaca minuman lalu,
rambutnya kebakaran api rokok dan dengan ketabahan hatinya tiko masuk kamar dan
beristirahat untuk mempersiapkan malam mingguan besok bersama feby, dan gita.
Dengan kejadian konyol yang dihadapi tiko, kita antara
__ADS_1
kasian dan menahan tertawa lihat kejadian itu. semakin malam semakin sepi dan
tertidur lelap.
Pagi datang dengan cuaca yang cerah tiko mulai lakukan
kegiatan peregangan di pagi hari depan kamar angga yang masih tidur pulas, yudi
yang sudah tidak ada dikamar gak tahu ke mana, dengan kepala yang masih di
perban tiko mencari akal biar kepalanya yang di jahit tidak kelihatan ketika
malam minggu nanti malam.
Tiba-tiba Yudi datang dengan membawa minuman botol yang
cukup banyak dan dibagikan ketika, gw pun heran" Tumben lu nyet ini
santai ada sales minuman promosi minuman. Kemudian gw meneguk minuman segar dan
membakar rokok adi keluar dari kamar dan langsung kaget melihat kepala tiko yang
di perban. Kata adi, mengapa itu tiko kepalanya"gw jawab"itu tiko mau
persiapan malam mingguan tar malam sama Gita".
Adi tertawa melihat kondisi tiko, ketawanya macam ini, he he
he he. melihat minuman segar adi langsung minum dan bilang diri mana ni yud. ikut
__ADS_1
jalan santai, ternyata adi mendengar, percakapan kita, langi asyik menikmati
minuman datang febi dan cendy dengan membawa sarapan ringan, dan langsung
tertawa melihat kepala tiko di diperban.
kami menceritakan kisah, yang terjadi, tadi malam, dan
ketawa2 melihat, kerusuhan tadi malam, angga bangun dan menyapa febi, dan cindy
obrolan diiringi minuman dan sarapan pagi yang lumayan mengganjal perut , febi,
cindy, mulai mengingatkan kami, untuk datang kerumah risky besok sore.
Waktu menuju siang feby, mulai balik ke kosan dan tiko,
tetap memastikan untuk malam minggu nanti. febi tertawa, lu yakin pergi, dengan
kepala seperti ini kata febi, dan kata tiko aman saja nanti, ini bisa dibuka
dan jaitanya bisa disamarkan feby dengan me jawab okelah. siang menu sore tiko
mulai membukakan perban di kepalanya dan merapikan rambutnya yang cukup tebal,
untuk menutupi luka jahitan di kepalanya, di hari itu tiko mengajak gw, angga
dan yudi jugaa, akan tetapi angga tidak mau, ikut karena dilarang sama
pacarnya, yudi tidak mau ikut karena tidak mau duitnya habis ke hal yang, tidak
__ADS_1
bermanfaat baginya, akhirnya yang berangkat gw dan tiko menuju kosan febi untuk
menyambut feby, dan Gita.