40 Hari

40 Hari
Bab 23


__ADS_3

Keesokan hari nya Arman menceritakan kedatangan Sugeni semalam, pada Syafa. Seandainya bisa mereka ingin pergi saat ini juga, tapi sayang nya mereka terkendala oleh pekerjaan. Tak mungkin jika kedua nya harus izin di hari yang sama, apalagi tanpa alasan yang jelas.


Terpaksa mereka harus menunggu beberapa hari lagi agar bisa kembali ke desa X. Namun sebelum mereka ke sana, Syafa berencana untuk kembali menemui Khadijah dan Maura. Kata hati nya seolah mengatakan jika diri nya harus kembali menemui mereka.


Arman dan Syafa pun berkunjung ke rumah Maura sepulang dari tempat kerja.


Saat mereka berdua sampai di depan gapura menuju rumah Maura. Tiba-tiba saja Syafa melihat Maura berlari kencang.


'' Maura? " ujar Syafa.


Arman menoleh ke arah Syafa dengan wajah heran, kemudian ia melihat ke sekitar mencari Maura.


'' Maura, jangan !! '' Syafa berteriak kencang saat melihat Maura berlari ke arah jalan raya. Saat yang bersamaan ada sebuah kendaraan besar yang muncul dengan kecepatan tinggi.


'' Maura berhenti !! '' teriak Syafa lagi.


'' Syafa,,, hei sadarlah..Syafa,, " Arman mengguncangkan lengan gadis itu yang sedari tadi terlihat panik bahkan memanggil-manggil nama Maura.


Seketika Syafa terhenyak dan tersadar dari alam bawah sadar nya ia melihat jika Maura hampir saja menabrak kan tubuh nya ke sebuah mobil besar yang melintas di jalan raya.


Nafas Syafa memburu, firasat nya mengatakan akan ada hal buruk terjadi.


'' Kamu kenapa? '' tanya Arman.


Syafa tak segera menjawab, pandangan nya mengedar ke sekeliling dan berhenti di satu titik. Netra nya menangkap sesuatu yang sama dengan yang ia lihat barusan di alam bawah sadar nya tadi. Satu mobil berukuran besar melaju dari arah yang sama, meski masih cukup jauh namun Syafa bisa melihat nya dan yakin itu mobil yang tadi.


'' Maura dalam bahaya, kita harus segera menolong nya ! '' cetus Syafa dengan wajah panik.


Arman semakin tak mengerti apa maksud perkataan Syafa. Gadis itu berlari masuk ke arah gapura, Arman mengikuti nya dari belakang dengan hati bertanya-tanya.

__ADS_1


Di rumah Khadijah, Maura tengah mengamuk. Tubuh nya di kuasai oleh makhluk halus hingga begitu kuat. Khadijah juga Faridah kewalahan menahan amukan gadis itu, hingga mereka tak bisa menghentikan nya saat Maura berlari keluar rumah.


Syafa membulatkan mata, saat ini Maura benar-benar ada di hadapan nya. Gadis itu berlari kencang seperti dalam bayangan nya beberapa detik lalu. Arman pun terkejut saat melihat Maura berlari dari arah yang berlawanan dengan mereka.


'' Arman, cepat hentikan Maura. " Syafa segera berlari mendekat ke arah Maura setelah memberi aba-aba pada Arman.


Tanpa banyak bertanya Arman pun menurut dan segera menghadang langkah Maura yang kelihatan nya seperti tak biasa. Wajah gadis itu garang dan penampilan nya sedikit berantakan.


Maura melotot saat langkah nya di hadang oleh dua orang di hadapan nya, Arman dan Syafa.


'' Nak tolong Maura, '' teriak seseorang beberapa meter di belakang Maura. Rupanya Khadijah yang sedang berlari tergopoh-gopoh mengejar putri nya.


Maura menoleh ke belakang kemudian wajah nya kembali menatap Arman dan Syafa satu persatu. Ia menyeringai lalu berusaha mendorong keduanya agar tak menghalangi jalan nya.


'' Arman, jangan biarkan Maura lolos ! '' pekik Syafa yang segera menahan lengan gadis itu.


Arman pun dengan sigap menahan langkah Maura, membuat gadis itu meronta karena kedua lengan nya di genggam oleh Arman dan Syafa.


'' Untung saja ada kalian, jika tidak Ibu tak tau bagaimana nasib Maura. '' Tangis Khadijah pecah.


Maura terus meronta dan suara nya menggeram.


'' Apa yang terjadi pada Maura? '' tanya Arman heran.


'' Dia kerasukan dan mengamuk. Ibu dan Tante Faridah kewalahan, hingga Maura kabur dan berlari ke sini. '' Khadijah masih terisak.


'' Lebih baik kita segera bawa Maura kembali ke rumah. '' Syafa mulai sulit mengendalikan makhluk yang merasuki tubuh Maura.


'' Lepaskan aku ! Kalian jangan menghalangi ku ! '' suara mengerikan terlontar dari mulut Maura, manik mata nya nampak tak bisa diam, mengerling kesana kemari.

__ADS_1


Syafa membacakan doa dalam hati sambil terus menuntun nya pulang, dengan di bantu Arman juga Faridah mereka membawa Maura ke rumah. Sedang Khadijah berjalan mengikuti dari belakang, ia lemas dan syok. Saat ini ia hanya bisa menangis melihat keadaan putri nya yang di giring oleh tiga orang tadi.


Tiba di rumah, mereka segera masuk dan mengunci pintu rapat-rapat agar Maura tak bisa kabur lagi.


'' Kalian jangan menghalangi ku ! '' ucap makhluk itu lagi.


'' Kalau kamu mau pergi, pergi saja dan jangan bawa raga gadis ini, '' ujar Syafa dengan menatap nya tajam.


'' Ha..ha..haa.. , '' makhluk itu tertawa seakan menertawai ucapan Syafa barusan.


'' Cepat keluar dari raga gadis ini, '' tegas Syafa mulai geram.


'' Raga ini sudah tak berguna, untuk apa kalian mempertahankan raga kosong ini ? Biarkan raga ini hancur ha..ha..ha.. ,''


'' Astagfirullah, '' ucap semua serempak.


Tok..tok..tok..


Suara ketukan pintu dari luar sana, Faridah segera membuka pintu tersebut. Rupanya Amir dan Ustadz Dzikri yang datang. Saat Maura mengamuk, Khadijah sempat menelpon Amir agar segera meminta bantuan Ustadz Dzikri untuk datang ke rumah nya. Dan kini Amir pun datang membawa Ustadz tersebut.


Sekilas Faridah menceritakan pada mereka apa yang di alami Maura barusan, lalu mereka pun masuk ke dalam menemui Maura yang masih di kuasai makhluk halus.


Ustadz Dzikri mendekat, mulai membacakan doa-doa dan melantunkan ayat suci. Awalnya tubuh Maura meronta namun beberapa saat kemudian melemah dan kemudian tak sadarkan diri. Maura segera di baringkan ke kamar nya oleh Amir.


Sementara itu Syafa mulai menceritakan apa yang ia lihat dalam bayangan alam bawah sadarnya. Jika Syafa dan Arman terlambat sedikit saja kemungkinan Maura akan menabrakkan diri ke mobil besar tadi. Untung saja Syafa langsung sadar akan firasat buruk nya tadi.


Arman dan Syafa pun menceritakan rencana mereka tentang terjebaknya arwah Jeni dan tertahan nya jiwa Maura di desa X. Mereka juga menjabarkan rentetan peristiwa yang mereka alami saat datang ke desa X, tentang Sugeni, Wijaya dan semua yang berhubungan dengan kasus Maura. Termasuk kedatangan Sugeni semalam yang mengharuskan mereka kembali ke desa X .


Ustad Dzikri mendengarkan cerita mereka dengan seksama, begitupun Amir, Faridah juga Khadijah. Semua terasa seperti dongeng dan sangat sulit di terima akal sehat, tapi semua ini nyata dan benar-benar terjadi.

__ADS_1


Mereka pun mulai berunding mencari solusi untuk masalah pelik ini. Masalah yang tidak sengaja menjerat Maura dan yang lain nya masuk kedalam belenggu iblis.


__ADS_2