
Hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu oleh Park Sooyoun dan ditakuti oleh ZERO.
Hari dimana mereka bisa memprediksi jika akan ada hal buruk yang menimpa mereka dan mereka hanya bisa berdoa agar firasat tersebut tidak terjadi.
"Ho, dimana park sooyoun?" Tanya dongmyeong
"Sudah ditempat" jawab yeonho
"Hahh. Semangat teman teman! Hari ini adalah puncaknya" ucap dongmyeong
"Yahh walaupun sedari tadi aku merasa jika ada firasat buruk yang akan terjadi tapi aku berharap jika hal itu tidak menjadi kenyataan" lanjutnya
"Semoga" beo anak lain
"Semua sudah memakai perlengkapan?" Tanya baejin
"Sudah" jawab daehwi
"Pesanku hanya satu, hati hati. Karena lawan kita bukannlah orang sembarangan" ucap baejin
"Tenang saja. Kita pasti hati hati kok" jawab hyunjin
"Ayo berangkat" ucap jaemin
Anak ZERO berjalan ke arah garasi dimana beberapa mobil jeep berjejer rapi menutupi mobil mewah di belakangnya.
__ADS_1
Mereka pergi menggunakan 7 mobil jeep dan di kemudikan oleh xion,sanha,chani,jongho,guanlin,hayoung dan hakmin.
Untuk sampai di tempat tujuan mereka membutuhkan waktu selama 3 jam. Dalam perjalanan mereka menyempatkan waktu dengan saling bercanda sebelum ajal menanti.
Disisi lain...
"Bagaimana?" Tanya seorang wanita berumur sekitar 27 tahun
"Mereka dalam perjalanan nona" jawab sang ajudan
"Bagus" jawab sang nona sambil menyeringai
Namun,tanpa kita sadari ternyata bersamaan dengan sang nona menyeringai dia juga menunjukkan raut sendunya seolah sedang menyesal.
Namun apakah dia benar benar menyesal? Atau hanya sebuah alibi?
"Aku berjanji akan menemukanmu sooyoung" ucap sooyoun tegas
"Dan maafkan aku jika aku harus melukai temanmu karena aku melakukan ini dengan TERPAKSA" lanjutnya
Setelah menuntaskan kerinduannya pada sang adik sooyoun langsung keluar dari kamar tak lupa mengunci kamar tersebut dan berjalan ke arah balkon kamar yang langsung menghadap pantai.
"Perang dimulai anak anak" ucap sang nona sambil meminum anggur merah
Tepat pukul 3 sore rombongan ZERO tiba di tempat. Disana mereka telah ditunggu oleh Park Sooyoun yang berdiri didepan pohon besar samping tebing.
__ADS_1
"Selamat datang anak anak! Senang kalian datang kesini" ucap sooyoun
"Terimakasih nona Park" ucap dongmyeong
"Aaa kau pasti ketuanya bukan? Dari kejauhan saja aura pemimpinmu sudah terlihat. Namun, apakah kau bisa melindungi temanmu ketua?" ejek sooyoun penuh seringaian
Dongmyeong yang sudah bisa menebak bagaimana gelagat nona tersebut tetap bersikap tenang dan santai seperti Jin Yonghoon.
"*Hyung! Aku pinjam ketenanganmu" batin dongmyeong
"Ternyata dia jauh berbeda dari kembarannya" batin hyunjin
"Apakah kita bisa melawannya?" batin ZERO*
"Nona park,terimakasih atas pujiannya. Saya akan berusaha sebaik mungkin agar teman saya terlindungi" jawab dongmyeong sambil tersenyum
Jawaban dongmyeong tadi mengundang seringaian sang nona park semakin melebar ditambah senyumannya yang menakutkan bagi musuh nona park ini.
"Jawaban yang bagus anak muda, aku tidak sabar ingin melihat sampai mana kemampuan kalian" ucap sooyoun sinis
"Anda boleh menguji kami nona" jawab dongmyeong
"Baiklah jika itu mau kalian" jawab sooyoun
Kedua belah pihak saling berhadapan dan memancarkan aura dingin yang langsung menyebar hingga ke seluruh hutan.
__ADS_1
......END......