7 Boys

7 Boys
Malam


__ADS_3

Dini hari pukul 4 pagi xion membangunkan semua adiknya untuk pergi melihat sunrise si pantai.


"Hey! Ayo bangun" ucap xion sambil mengguncang bahu mereka


"Kenapa hyung?" tanya i.n


"Hyung mau lihat sunrise. Kalian ikut nggak?" tanya xion


"Ikutlah" jawab mereka bersamaan


"Buruan bangun" ucap xion


"Emang mataharinya bakal muncul?" tanya sanha


"Kata orang sini sih hari ini ada" jawab xion


"Biasanya muncul jam berapa hyung?" tanya kamal


"Jam 4" jawab xion


"Ini nggak ada makan apa?" tanya jisung


"Makan mulu kau dari kemarin" ucap kamal


"Biarin. Yang penting nggak gemuk" jawab jisung


"Dasar perut karet" ejek kamal


"Apa kau?" ucap jisung


"Sudah sudah. Mending kalian berdua beli ubi bakar disana" ucap xion sambil menunjuk pedagang ubi bakar tak jauh dari tempat mereka berada


"Duit?" tanya jisung


"Nih. Kalian idol masa ga punya uang" heran xion


"Bukan nggak punya hyung tapi lagi hemat" jawab jisung


"Itu mah bukan hemat tapi pelit" protes xion dan dibalas tawa oleh jisung dan kamal


Yang lain mana? Masih ngantuk mereka jadinya belum mood bicara.


"Nanti malam kita pulang kan? Nggak mau nyoba naik banana boat atau jetski?" tawar jongho


"Emang ada ho?" tanya xion


"Ada. Kemarin orang villa yang bilang" jawab jongho


"Ide bagus. Seru seruan dulu sebelum balik lagi ke aktifitas sibuk kita" jawab sanha

__ADS_1


"Resiko jadi idol kan gitu. Lagian yang milih buat jadi idol kan kita sendiri, benar kan?" tanya xion


"Benar. Semoga tidak ada skandal yang menimpa kita" jawab i.n


"Yang penting kita nggak aneh aneh" ucap chani


"Setuju"


Tak lama jisung dan kamal kembali membawa ubi bakar dan teh hangat.


"Gomawo" ucap mereka saat kamal membagikan ubi dan teh


"Nee" jawab kamal


"Kalian tadi ngomongin apa? Kok seru banget?" tanya jisung


"Itu rencananya nanti kita mau naik banana boat, kalian berdua ikut nggak?" tanya i.n


"Harus dong" jawab jisung dan kamal bersamaan sedangkan yang lainnya hanya tertawa


"Liat tuh! Mataharinya mulai muncul" ucap sanha sambil menunjuk matahari


"Waww indahnya" kagum maknae line


Setelahnya mereka menikmati menonton sunrise di bibir pantai ditemani baju hangat, ubi bakar, dan teh hangat. Mereka terlihat sangat menawan jika kita melihatnya baik dari deoan atau belakang ditambah goresan langit berwarna oranye cerah dan sinar matahari yang mulai muncul malu malu.


Setelah puas melihat sunrise mereka kembali ke villa untuk mandi dan akan pergi mencari sarapan.


"Mau sarapan apa?" tanya xion


"Saat dingin nih enaknya makan bubur, gimana?" saran jongho


"Ide bagus. Udah lama juga nggak makan bubur" jawab xion dan diangguki yang lain


Kemudian mereka pergi mencari bubur di sekitar villa. Kenapa mereka tidak makan di villa saja? Karena selain harganya yang mahal porsi makannya sangat sedikit, sangat tidak sesuai dengan perut karet ke tujuh idol kpop ini.


Perasaan mereka dari kemarin nggak main ponsel kan? Memang benar. Mereka memilih meninggalkan ponsel dan menikmati waktu yang singkat ini untuk mendinginkan pikiran dari teror sasaeng.


"Ahjussi! Pesan buburnya tujuh terus minumnya teh hangat" ucap xion


"Nee" jawab penjual


"Ini" ucap pelayan toko


"Gomawo" ucap mereka bersamaan


Tanpa menunggu aba aba mereka langsung menyantap bubur tersebut dengan sangat lahap.


"Ini bubur enak banget" ucap kamal

__ADS_1


"Iya baru pertama ini aku nyoba bubur senaik ini" kawab jisung


Setelah sarapan mereka berolahraga di pinggir pantai sambil bermain pasir. Siangnya mereka menaiki wahana air yang tersedia. Seperti banana boat, jetski, selancar, surfing dan lain lain.


Mereka bertujuh terlihat sangat menikmati permainan yang disuguhkan oleh pulau ini. Setelah puas bermain mereka melanjutkan jalan jalan keliling desa disana yang bernama Seongeup Folk Village. Di Seongeup Folk Village berdiri rumah tinggal, kuil konfusius, sekolah, kantor pemerintah, reruntuhan benteng yang arsitektur bangunannya masih bergaya tradisional. Ada sekitar 3000 rumah dengan atap jerami dan dinding dari batu dan tanah liat. Meskipun alat-alat modern seperti televisi berwarna, telepon dan beberapa fasilitas masa kini lainnya, namun penduduk disini lebih memilih untuk mempertahankan arsitektur tempat tinggal mereka yang unik.


Di Seongeup Folk Village ini kita akan melihat kantor pemerintahan dengan bangunan yang sangat tua bernama Hangkyo dan kompleks pemakaman bernama Tolharubang. Jika ingin membeli kenang- kenangan, Seongeup Folk Village menyediakan toko sovenir yang berisi macam-macam barang kerajinan tangan seperti gantungan kunci dan beberapa miniatur. Bila berjalan mengelilingi Seongeup Folk Village, rasanya kita sedang kembali ke masa lalu.


Kesuburan tanah Jeju juga dimanfaatkan benar oleh warga Seongeup Folk Village. Disini kita bisa melihat ladang yang ditanami aneka sayur dan buah. Panorama hijau ini berpadu dengan lanskap alam Jeju yang dinaungi gunung Halla. Benar-benar nuansa pedesaan yang khas. 


Di desa ini xion dan temannya membantu para warga disana memetik sayur dan buah yang siap di panen. Warga sana sangat terbuka dengan orang sesama mereka bahkan antar tetangga saja mereka sangat percaya sehingga jarang terjadi kasus kejahatan di desa ini. Setelah membantu petani memetik hasil panen mereka juga diajak warga setempat menikmati makanan khas mereka. Sebelum pulang mereka mendapat oleh oleh dari warga berupa gantungan kunci dan gelang.


"Sangat menyenangkan bisa menghabiskan waktu di desa yang asri dan indah ini" ucap i.n


"Betul. Ini adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan" jawab jisung


"Sekarang jam berapa hyung?" tanya kamal


"Jam 11 siang. Kenapa?" tanya chani


"Hanya tanya saja" jawab kamal


"Ayo kembali ke villa, badanku terasa lengket" ucap sanha


"Nee"


Setelahnya mereka pulang ke villa dan langsung membersihkan diri dan berganti pakaian. Setelah kembali segar mereka berkumpul di depan tv.


"Baru ingat aku jika sejak kemarin aku melupakan ponselku" ucap jisung


"Aku juga" jawab kamal


"Pasti banyak pesan dari member lain yang menanyakan kabar kita sekarang" ucap sanha sambil tertawa


"Dan banyak spam lainnya. Heran deh kenapa mereka sampai berlebihan seperti ini? Yah walau bisa di bilang kita ini belum begitu dewasa" ucap i.n


"Tapi aku menyukainya. Itu berarti mereka sangat menyayangi kita" ucap kamal


"Setuju"


"Wowww ponsel baru ku nyalakan sudah ada ratusan pesan dan panggilan tak diangkat yang masuk" ucap jisung


"Benar. Mereka tanya soal kabar kita, apa kita sudah sampai, apa kita makan tepat waktu, apa kita tidur nyenyak dan masih banyak lagi" ucap kamal


"Nanti malam begadang yuk?" ajak xion


"Kan nanti malam kita pulang yon" ucap sanha


"Hahaha benar juga" ucap xion

__ADS_1


"Dasar pikun" ejek mereka bersamaan


Dan siang ini mereka menghabiskan waktu dengan menonton tv dan maraton drama.


__ADS_2